Bola.net - Eks bintang Manchester United, Park Ji-Sung dikenal sebagai salah satu pemain yang sukses mematikan daya magis gelandang elegan Italia, Andrea Pirlo.
Momen paling diingat dari kesuksesan man-marking Park kepada Pirlo terjadi pada babak 16 besar Liga Champions 2009/10, 16 Februari dan 8 Maret 2010 silam. Kala itu Setan Merah sukses mengandaskan klub Pirlo, AC Milan dengan skor agregat mentereng, 7-2.
Kesuksesan tersebut tak lepas dari peran Park yang diberikan instruksi oleh Sir Alex Ferguson untuk terus menerus menempel pergerakan Pirlo sepanjang laga. Meski demikian, Park menyebut tak ada cara khusus hingga ia bisa melakukan hal tersebut.
"Saya hanya bekerja untuk tim. Saya hanya berusaha sebaik mungkin menjalankan instruksi yang diberikan manajer. Setiap pemain harus tampil bagus ketika melawan pemain sekelas Andrea Pirlo." ujar Park dalam wawancara eksklusif dengan Bola.net di Malang, Sabtu (28/3).
"Jadi, sesungguhnya tak ada rahasia khusus, saya hanya harus menjalankan instruksi dari manajer dan tahu apa yang bisa saya sumbangkan untuk tim." lanjutnya.
Park Ji-Sung kala bersua Andrea Pirlo pada 2010 lalu.
Pirlo sendiri mengakui bahwa Park merupakan salah satu pemain yang selalu merepotkan dirinya ketika bertemu. Dalam buku otobiografinya, “I Think Therefore I Play”, Pirlo bahkan menyebut Park sebagai anjing penjaga dirinya dalam laga dua leg tersebut.
"Ada jenis pemain yang mampu memberikan dampak di pertandingan, seperti bertahan, mencetak gol, atau assist. Tapi yang paling penting adalah anda harus percaya kepada diri sendiri dan juga tim dan kemudian lakukan arahan dari manajer." tutup Park. [initial]
(bola/pra)
Momen paling diingat dari kesuksesan man-marking Park kepada Pirlo terjadi pada babak 16 besar Liga Champions 2009/10, 16 Februari dan 8 Maret 2010 silam. Kala itu Setan Merah sukses mengandaskan klub Pirlo, AC Milan dengan skor agregat mentereng, 7-2.
Kesuksesan tersebut tak lepas dari peran Park yang diberikan instruksi oleh Sir Alex Ferguson untuk terus menerus menempel pergerakan Pirlo sepanjang laga. Meski demikian, Park menyebut tak ada cara khusus hingga ia bisa melakukan hal tersebut.
"Saya hanya bekerja untuk tim. Saya hanya berusaha sebaik mungkin menjalankan instruksi yang diberikan manajer. Setiap pemain harus tampil bagus ketika melawan pemain sekelas Andrea Pirlo." ujar Park dalam wawancara eksklusif dengan Bola.net di Malang, Sabtu (28/3).
"Jadi, sesungguhnya tak ada rahasia khusus, saya hanya harus menjalankan instruksi dari manajer dan tahu apa yang bisa saya sumbangkan untuk tim." lanjutnya.
Park Ji-Sung kala bersua Andrea Pirlo pada 2010 lalu.Pirlo sendiri mengakui bahwa Park merupakan salah satu pemain yang selalu merepotkan dirinya ketika bertemu. Dalam buku otobiografinya, “I Think Therefore I Play”, Pirlo bahkan menyebut Park sebagai anjing penjaga dirinya dalam laga dua leg tersebut.
"Ada jenis pemain yang mampu memberikan dampak di pertandingan, seperti bertahan, mencetak gol, atau assist. Tapi yang paling penting adalah anda harus percaya kepada diri sendiri dan juga tim dan kemudian lakukan arahan dari manajer." tutup Park. [initial]
Jangan Lewatkan!
- Ini Alasan Clear Pilih Kerja Sama dengan Manchester United
- Park Ji-Sung Bicara Pembinaan Pemain Muda di Korea Selatan
- Berkat Fergie, Park Ji-Sung Berani Lawan Bintang Kelas Dunia
- Park Ji-Sung: Sir Alex Ferguson Pria Terhebat di Dunia
- Park Ji-Sung Larang Pemain Lain Ikuti Dirinya
- Park Ji-Sung Buka Rahasia Kesuksesan di Manchester United
- Cari Bocah Ajaib Indonesia, Park Ji-Sung Hadir di Malang
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Berdoa di Tengah Lapangan, Arda Turan Dituduh Caper
Liga Champions 28 Maret 2015, 21:45
-
Park Ji-Sung Ungkap Rahasia Matikan Pirlo
Liga Champions 28 Maret 2015, 20:21
-
Turan: Real Madrid Memang Terbaik, Tapi Tak Mustahil Dikalahkan
Liga Champions 28 Maret 2015, 10:32
-
Bentuk Dream Team UCL, Deco Duetkan Ronaldo & Messi
Editorial 28 Maret 2015, 05:30
-
Hazard Akui Dirinya Tak Seperti Messi dan Ronaldo
Liga Champions 28 Maret 2015, 00:34
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia 11 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:30
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris 12 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:01
-
3 Alasan Bikin Fede Valverde Terancam Gagal jadi Kapten Real Madrid
Liga Spanyol 8 Juli 2026, 20:16
-
RESMI: PSIM Yogyakarta dan Fahreza Sudin Berpisah
Bola Indonesia 8 Juli 2026, 19:46
-
Enzo Fernandez dan Gol Terpenting dalam Kariernya
Piala Dunia 8 Juli 2026, 16:58
-
Prancis Punya Michael Olise, Maroko Punya Achraf Hakimi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 16:22
-
Maroko yang Kini Berani Mendominasi Laga
Piala Dunia 8 Juli 2026, 15:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR