Bola.net - - Presiden La Liga, Javier Tebas, merasa gusar dengan wacara Liga Super Eropa yang kembali hangat belakangan ini. Ia menganggap kompetisi tersebut akan mematikan kompetisi besar di Spanyol serta Liga Champions.
Konsep Liga Super Eropa itu sendiri sebenarnya merupakan wacara lama yang kembali dihembuskan. Sang pencetus ide merupakan sosok penting di Real Madrid saat ini, yakni Florentino Perez.
Berita soal perkembangan kompetisi itu sempat meredup. Namun setelah adanya pertemuan antara perwakilan klub raksasa Premier League dan seorang pengusaha, Stephen M. Ross, di tahun 2016, rencana itu kembali muncul ke permukaan.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Tentang Liga Super Eropa
Rencana tersebut sebenarnya sudah mendapatkan pertentangan dari UEFA itu sendiri. Dan baru-baru ini, Tebas melontarkan penolakannya soal wacara Liga Super Eropa kepada publik.
"Liga Super Eropa akan menjadi akhir dari La liga dan juga Liga Champions. Saya mendefinisikannya dengan kasar, agar semua orang paham," ujar Tebas kepada Goal.
"Superliga seperti sebuah proyek yang ditulis pada sebuah bar jam lima pagi, sebuah proyek dari presiden klub yang berbeda," lanjutnya.
Liga Champions Sempurna
Tebas gusar lantaran Liga Champions sendiri dianggapnya sebuah kompetisi yang telah sempurna. Dan kehadiran Liga Super Eropa hanya akan membuatnya serta seluruh sepak bola menjadi cacat.
"Anda memikirkan laga Real Madrid melawan Manchester United, dan di atas kertas itu adalah laga yang besar. Tetapi tentu saja, salah satunya bisa berada di posisi 11 dan yang lainnya di peringkat 10," tambahnya.
"Liga Champions harus ada, bentuknya telah sempurna. Tetapi bentuk Liga Super Eropa akan menyakiti sepak bola dan, dalam jangka panjang, akan menyakiti klub besar juga," tandasnya.
Selain itu, kembali menurut Tebas, Liga Super Eropa akan berimbas besar pada sisi ekonomi serta komersil klub-klub besar. Terutama bagi mereka yang hanya menempati posisi-posisi bawah klasemen.
Saksikan Juga Video Ini
Gaya penalti unik yang ditunjukkan Paul Pogba kala Manchester United menghadapi Everton menarik perhatian. Simak informasi selengkapnya melalui tautan video yang telah tersedia di bawah ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Soal Pogba, Allegri: Tak Penting Bicarakan Dia
Liga Champions 2 November 2018, 23:00
-
Jadi Unggulan Liga Champions, Bos Juventus Justru Jagokan Barcelona
Liga Champions 2 November 2018, 22:30
-
Lovren: Ramos Lebih Sering Buat Kesalahan Daripada Saya
Liga Champions 2 November 2018, 22:28
-
Vialli Pilih Barca Sebagai Favorit Juara UCL 2018-19
Liga Champions 2 November 2018, 21:11
-
Juve Zaman Now Lebih Kuat dari Juve 1996
Liga Champions 2 November 2018, 20:33
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Fulham vs Chelsea: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 00:35
-
BRI Super League: Persebaya Menggebrak dengan Pelatih dan 2 Pemain Asing Baru
Bola Indonesia 7 Januari 2026, 21:57
-
Rodrygo Naik Level: Dari Cadangan Jadi Andalan Baru Real Madrid
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 21:34
-
AC Milan Pilih Jadi Penonton Persaingan Scudetto Serie A 2025/2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 20:48
-
Tiket Early Bird KLBB 2026 Ludes Secepat Kilat, Habis Tak Sampai Satu Jam
Lain Lain 7 Januari 2026, 20:38
-
Live Streaming Parma vs Inter - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 7 Januari 2026, 19:45
-
Ole Gunnar Solskjaer Muncul di Cheshire, Segera Kembali ke Manchester United?
Liga Inggris 7 Januari 2026, 19:42
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58


























KOMENTAR