Xavi Resmi Jadi Pelatih Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030

Xavi Resmi Jadi Pelatih Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030
Xavi Hernandez saat menghadiri acara undian Piala Dunia 2026 di Kennedy Center, Washington, 4 Desember 2025. (c) AP Photo/Chris Carlson

Bola.net - Belanda resmi menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih baru tim nasional setelah Ronald Koeman mengundurkan diri. Mantan pelatih Barcelona itu dikontrak hingga Piala Dunia 2030.

Xavi, yang kini berusia 46 tahun, kembali ke dunia kepelatihan setelah dua tahun tidak menangani tim sejak meninggalkan Barcelona pada 2024. Ia akan memimpin Belanda dalam dua turnamen besar, yakni Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.

Penunjukan Xavi terjadi setelah Belanda menjalani Piala Dunia 2026 yang mengecewakan. Oranje tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari Maroko dalam turnamen yang berlangsung di Amerika Utara.

Bagi Xavi, pekerjaan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali ke panggung internasional setelah sebelumnya sukses sebagai pemain bersama Barcelona dan Spanyol. Ia juga membawa pengalaman melatih Barcelona dan klub Qatar, Al Sadd, sebelum akhirnya menerima tantangan bersama Belanda.

1 dari 4 halaman

Xavi Bangga Dipercaya Menjadi Pelatih Belanda

Xavi saat masih melatih Barcelona (c) La Liga Official

Xavi saat masih melatih Barcelona (c) La Liga Official

Xavi mengaku merasa terhormat mendapatkan kesempatan menangani Belanda. Hubungannya dengan sepak bola Belanda juga terasa kuat karena filosofi yang ia pelajari sepanjang karier banyak dipengaruhi pemikiran Johan Cruyff dan Rinus Michels.

Selain itu, Xavi pernah bekerja dengan Louis van Gaal dan Frank Rijkaard saat masih menjadi pemain Barcelona. Pengalaman tersebut ikut membentuk pandangannya mengenai sepak bola dan menjadi salah satu alasan dirinya merasa dekat dengan tradisi sepak bola Belanda.

"Saya menganggap ini sebagai kehormatan yang luar biasa untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda. Sebagai seseorang yang mendapatkan pendidikan di akademi Barcelona, dengan pengaruh kuat dari Johan Cruyff dan Rinus Michels, antara lain, saya merasa memiliki hubungan khusus dengan sepak bola Belanda," kata Xavi.

"Anda bisa mengatakan bahwa saya adalah bagian dari anak sepak bola Belanda. Pelatih hebat lainnya, terutama Louis van Gaal, yang di bawah asuhannya saya melakukan debut di Barcelona, dan Frank Rijkaard, juga memainkan peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih," lanjutnya.

2 dari 4 halaman

Xavi Bawa Filosofi Sepak Bola Menyerang

Xavi saat masih melatih Barcelona (c) La Liga Official

Xavi saat masih melatih Barcelona (c) La Liga Official

Xavi langsung menegaskan identitas permainan yang ingin diterapkannya bersama Belanda. Ia tertarik dengan budaya sepak bola Belanda yang mengutamakan penguasaan bola, kreativitas, keberanian, serta permainan menyerang.

Menurut Xavi, Belanda sudah memiliki fondasi yang kuat untuk dikembangkan. Ia ingin membawa tim tersebut meraih kemenangan dengan gaya bermain yang tetap mencerminkan karakter sepak bola Belanda.

"Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang jelas, yang juga sangat menarik bagi saya: sepak bola menyerang yang berbasis penguasaan bola, dengan kreativitas, gairah, dan keyakinan," ungkap Xavi.

"Tentu saja, tujuan terpenting adalah dan akan selalu menjadi kemenangan, tetapi saya lebih memilih melakukannya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan bisa dinikmati oleh masyarakat," tegasnya.

3 dari 4 halaman

Xavi Punya Pengalaman di Barcelona dan Al Sadd

Xavi saat masih melatih Barcelona (c) La Liga Official

Xavi saat masih melatih Barcelona (c) La Liga Official

Xavi bukan sosok baru dalam dunia kepelatihan. Ia memulai karier sebagai pelatih bersama Al Sadd pada 2019 dan berhasil mempersembahkan tujuh trofi selama menangani klub Qatar tersebut.

Pada 2021, Xavi kembali ke Barcelona untuk menggantikan Koeman. Ia kemudian membawa Blaugrana meraih gelar LaLiga pada musim 2022-23 serta trofi Piala Super Spanyol pada 2023.

Setelah meninggalkan Barcelona pada 2024, Xavi memilih beristirahat selama dua tahun. Ia sempat mendapatkan sejumlah tawaran dari klub dan tim nasional, tetapi memilih menunggu kesempatan yang sesuai dengan ambisinya.

Kini, keinginan Xavi untuk berkarier di sepak bola internasional akhirnya terwujud. Timnas Belanda menjadi tantangan berikutnya bagi pelatih yang sebelumnya sukses sebagai pemain bersama Spanyol, termasuk ketika menjuarai Piala Dunia 2010 serta Euro 2008 dan 2012.

4 dari 4 halaman

Target Xavi Bersama Timnas Belanda

Pemain Belanda marayakan gol Jan Paul van Hecke pada laga melawan Tunisia di Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Reed Hoffmann

Pemain Belanda marayakan gol Jan Paul van Hecke pada laga melawan Tunisia di Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Reed Hoffmann

Xavi datang setelah Belanda mengalami hasil mengecewakan di Piala Dunia 2026. Oranje tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari Maroko dalam turnamen yang digelar di Amerika Utara.

Pelatih asal Spanyol itu kini memiliki waktu panjang untuk membangun skuad sesuai filosofinya. Kontrak hingga Piala Dunia 2030 membuat Xavi dapat menyiapkan tim untuk Euro 2028 sekaligus membangun fondasi menuju turnamen empat tahunan berikutnya.

"Potensi untuk melakukan hal tersebut ada, begitu juga dengan fondasi yang kuat untuk dibangun. Saya tidak sabar untuk memulai tantangan ini bersama para pemain, staf, dan semua orang di Federasi Sepak Bola Belanda," pungkas Xavi.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL