PSG Manfaatkan Teknologi F1 Ferrari demi Misi Juara Liga Champions

PSG Manfaatkan Teknologi F1 Ferrari demi Misi Juara Liga Champions
Winger PSG, Khvicha Kvaratskhelia merayakan golnya ke gawang Chelsea di leg pertama 16 besar Liga Champions, 12 Maret 2026. (c) AP Photo/Michel Euler

Bola.net - PSG mengambil langkah tak biasa dalam upaya mempertahankan gelar Liga Champions musim ini. Klub asal Prancis itu memanfaatkan teknologi yang digunakan tim Formula 1 Ferrari untuk meningkatkan performa pemain.

Pendekatan ini hadir menjelang laga penting semifinal melawan Bayern Munchen. Tim asuhan Luis Enrique berusaha memaksimalkan setiap aspek kebugaran di fase krusial musim.

PSG bekerja sama dengan WHOOP, perusahaan teknologi kebugaran berbasis wearable. Kolaborasi ini bertujuan membantu pemain dan staf memahami kondisi fisik secara lebih akurat.

Data yang dikumpulkan mencakup detak jantung, kualitas tidur, tingkat stres, hingga beban latihan. Semua informasi tersebut digunakan untuk menyusun strategi latihan dan pemulihan yang lebih efektif.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 3 halaman

Teknologi F1 Masuk Lapangan Sepak Bola

Formula 1 GP Australia 2026 di Sirkuit Albert Park (c) AP Photo/Asanka Brendon Ratnayake

Formula 1 GP Australia 2026 di Sirkuit Albert Park (c) AP Photo/Asanka Brendon Ratnayake

WHOOP sebelumnya telah digunakan oleh tim Ferrari di ajang Formula 1 musim 2026. Kolaborasi itu fokus pada optimalisasi kondisi fisik pembalap melalui analisis data mendalam.

Pendekatan serupa kini diterapkan di PSG untuk membantu pemain menghadapi jadwal padat. Program ini dirancang agar atlet bisa beradaptasi lebih cepat dan mengelola kelelahan dengan lebih baik.

Langkah ini menjadi terobosan karena PSG adalah klub pertama yang mengadopsi teknologi tersebut secara penuh. Sistem ini bahkan tersedia untuk seluruh elemen tim, termasuk staf pelatih.

2 dari 3 halaman

Kurangi Risiko Cedera Jelang Laga Penting

Momen gelandang PSG, Vitinha mencetak gol ke gawang Chelsea memanfaatkan blunder kiper Filip Jorgensen di 16 besar Liga Champions. (c) AP Photo/Michel Euler

Momen gelandang PSG, Vitinha mencetak gol ke gawang Chelsea memanfaatkan blunder kiper Filip Jorgensen di 16 besar Liga Champions. (c) AP Photo/Michel Euler

Penggunaan teknologi ini diharapkan mampu menekan risiko cedera di akhir musim. Hal ini penting mengingat intensitas pertandingan yang meningkat di semua kompetisi.

PSG sendiri menghadapi beberapa masalah kebugaran jelang duel kontra Bayern Munchen. Gelandang andalan Vitinha mengalami cedera tumit saat menghadapi Lyon.

“Vitinha akan menjalani perawatan dalam beberapa hari ke depan. Evaluasi lanjutan akan dilakukan pada akhir pekan,” tulis pernyataan resmi klub.

Absennya Vitinha dalam laga domestik melawan Angers menjadi sinyal perlunya manajemen kondisi yang lebih ketat. Teknologi WHOOP diharapkan memberi solusi atas tantangan tersebut.

3 dari 3 halaman

Inovasi Jadi Bagian Strategi Klub

Pemain PSG Ousmane Dembele (kanan) merayakan gol pada laga leg kedua perempat final Liga Champions antara Liverpool vs PSG di Anfield, Liverpool, Inggris, Selasa, 14 April 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Pemain PSG Ousmane Dembele (kanan) merayakan gol pada laga leg kedua perempat final Liga Champions antara Liverpool vs PSG di Anfield, Liverpool, Inggris, Selasa, 14 April 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Manajemen PSG menempatkan inovasi sebagai bagian penting dalam pengembangan tim. Kerja sama ini mencerminkan ambisi klub untuk terus berkembang di level tertinggi.

Chief Revenue Officer PSG, Richard Heaselgrave, menegaskan pentingnya teknologi dalam sepak bola modern. “Inovasi adalah inti dari proyek Paris Saint-Germain.”

“Bersama WHOOP, kami melangkah lebih jauh dengan membantu atlet memahami dan meningkatkan kondisi fisik mereka melalui teknologi mutakhir,” ujarnya.

Selain untuk tim, teknologi ini juga tersedia bagi penggemar melalui skema komersial. Suporter kini bisa menggunakan perangkat yang sama untuk memantau kesehatan dan performa mereka.

Langkah PSG ini menunjukkan bahwa persaingan di Liga Champions tidak hanya ditentukan taktik di lapangan. Faktor sains dan teknologi kini menjadi pembeda dalam perburuan gelar elit Eropa.

Sumber: Football365


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL