
Bola.net - Eks pelatih Liverpool Rafael Benitez membeberkan rahasia comeback sensasional The Reds di final Liga Champions 2005 silam lawan AC Milan.
Liverpool berhadapan dengan Milan di Istanbul pada 25 Mei 2005. Saat itu skuat The Reds kualitasnya dianggap berada di bawah Rossoneri.
Jadi Milan lebih diunggulkan untuk menang. Prediksi itu seakan menjadi kenyataan setelah di babak pertama saja Rossoneri bisa mencetak tiga gol melalui Hernan Crespo (brace) dan Paolo Maldini.
Namun di babak kedua, dalam tempo enam menit saja, Liverpool bisa menyamakan skor menjadi 3-3. Gol-gol The Reds dicetak oleh Steven Gerrard, Vladimir Smicer, dan Xabi Alonso.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Liverpool Menang Via Adu Penalti
Skor 3-3 itu bertahan sampai babak kedua berakhir. Laga antara AC Milan vs Liverpool ini pun harus dilanjutkan ke babak extra time.
Di babak ini, AC Milan mendapat sejumlah peluang apik. Di antaranya melalui sepakan dobel Andriy Shevchenko yang bisa digagalkan Jerzy Dudek.
⏪ 2005: THAT Liverpool comeback against AC Milan in in Istanbul... @LFC | #UCLdraw pic.twitter.com/yHm3QtTGTH
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) August 26, 2021
Laga kemudian harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Di sini Liverpool akhirnya meang dengan skor 3-2 atas AC Milan.
Rahasia Kemenangan Liverpool Atas Milan
Kemenangan Liverpool itu menjadi sangat terkenal dan memiliki julukan khusus yakni Miracle Of Istanbul. Rafael Benitez sendiri akhirnya menjadi legenda di Anfield berkat kesuksesannya itu.
Benitez kini membeberkan apa rahasia Liverpool bisa melakukan comeback lawan AC Milan kala itu. Ia mengatakan The Reds bisa bangkit berkat dukungan maksimal dari para suporternya yang hadir di stadion.
“Itu adalah pertandingan paling luar biasa dan menarik dalam sejarah Liga Champions,” kata Benitez dalam wawancaranya dengan Corriere dello Sport, via Football Italia.
“Anda bisa memenangkan piala kompetisi domestik dengan mengalahkan lawan Anda 5-0, tetapi Anda tidak akan pernah merasakan apa yang kami rasakan malam itu. Saat kami masuk ke ruang ganti saat jeda, kami bisa mendengar fans kami bernyanyi untuk mendukung kami," kenangnya.
“Cinta itu memotivasi kami untuk kembali ke lapangan dan membalikkan keadaan. Kami mencetak tiga gol dalam enam menit dan Anda tahu bagaimana adu penalti berakhir," seru Benitez.
Gagal Menang Pada 2007
Rafael Benitez kemudian berhasil membawa Liverpool ke final Liga Champions 2007. Lagi-lagi The Reds berduel lawan AC Milan.
Sayangnya di laga tersebut Liverpool gagal mengulang kemenangannya atas Milan. Rossoneri berhasil menang 2-1 di laga yang digelar di Yunani ini.
AC Milan mencetak gol melalui Filippo Inzaghi. Sementara itu gol semata wayang Liverpool dihasilkan Dirk Kuyt.
(Corriere dello Sport/Football Italia)
Baca Juga:
- Inter Berpeluang Besar Raih Scudetto, Tapi Jangan Abaikan Milan dan Napoli
- Hadapi Liverpool di Babak 16 Besar UCL, Ini Pemain yang Harus Ditakuti Inter Milan
- Benitez Sebut Duel Inter vs Liverpool tak Seperti yang Dibayangkan Banyak Orang, Maksudnya?
- Baru Setengah Musim, Everton Sudah Resmi Pecat Rafael Benitez
- Inter Diklaim Bisa Menang Atas Liverpool Gara-gara Van Dijk, Masa Sih?
- 5 Pelajaran dari Duel Burnley vs Liverpool: Alarm Bagi The Reds
- Liverpool Bekuk Burnley, Netizen: Jelek, Jangan Kayak Gini Lawan Inter, Fabinho Rasa Ronaldo!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hadapi Liverpool di Babak 16 Besar UCL, Ini Pemain yang Harus Ditakuti Inter Milan
Liga Champions 14 Februari 2022, 19:36
-
Inter Diklaim Bisa Menang Atas Liverpool Gara-gara Van Dijk, Masa Sih?
Liga Champions 14 Februari 2022, 16:45
-
Prediksi PSG vs Real Madrid 16 Februari 2022
Liga Champions 14 Februari 2022, 16:02
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Arsenal vs Liverpool: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 9 Januari 2026, 00:30
-
Kekuatan Pemain Lokal Bicara: Bhayangkara Presisi Awali Proliga 2026 dengan Kemenangan
Voli 8 Januari 2026, 23:17
-
Bandung BJB Tandamata Mengawali Proliga 2026 dengan Tekad Juara yang Kembali Menyala
Voli 8 Januari 2026, 22:08
-
Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
Basket 8 Januari 2026, 22:02
-
Proliga 2026: Popsivo Polwan Tetap Lakukan Evaluasi Meski Sukses Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 21:43
-
Hasil Proliga 2026: Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 20:47
-
Antoine Semenyo Mendarat di Manchester, Segera Resmi Jadi Pemain Anyar Man City
Liga Inggris 8 Januari 2026, 20:32
-
Ini PR Disiplin Chelsea yang Harus Dilihat Oleh Pelatih Baru Liam Rosenior
Liga Inggris 8 Januari 2026, 19:57
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR