Bola.net - Total 726 gol dalam 221 laga kompetitif telah tercipta sepanjang sejarah El Clasico. Untuk urusan membobol gawang di duel panas ini, Real Madrid sedikit lebih unggul daripada . Los Merengues membukukan 367, sedangkan Blaugrana 359.
Tidak sedikit yang masuk kategori gol berkelas. Beberapa tercipta dari aksi individu papan atas, sedangkan lainnya lahir dari kerjasama tim yang diakhiri dengan finishing tanpa cacat.
Berikut ini sepuluh karya terbaik yang pernah lahir dalam bentrokan dua raksasa Spanyol tersebut dari masa ke masa. (br/gia)
Lionel Messi (2011)
645x430/iframe>" width="645" height="430" title="Lionel Messi (2011)" alt="Lionel Messi (2011)"/>
Tidak setiap hari kita disuguhi aksi individu seperti ini.
Lionel Messi melewati hadangan satu, dua, tiga dan empat pemain serta menciptakan gol dari posisi yang sulit.
Salah satu gol terbaik yang pernah tercipta di El Clasico. Salah satu gol terbaik yang pernah disaksikan oleh publik sepakbola dunia.
Xavi (2004)
645x430/iframe>" width="645" height="430" title="Xavi (2004)" alt="Xavi (2004)"/>
Berawal dari aksi jenius Ronaldinho, Xavi sukses menyarangkan bola dengan sentuhan akrobatiknya.
Gabungan pass luar biasa dan finishing tak terduga telah menghasilkan sebuah gol indah.
David Villa (2011)
645x430/iframe>" width="645" height="430" title="David Villa (2011)" alt="David Villa (2011)"/>
David Villa menggunakan pemain bertahan lawan untuk menutupi tembakan penyelesaiannya.
Iker Casillas terlambat bereaksi. Meski tahu bola akan datang, kiper mana pun pasti kesulitan menahan shot yang menusuk sudut atas gawang seperti ini.
Julio Baptista (2007)
645x430/iframe>" width="645" height="430" title="Julio Baptista (2007)" alt="Julio Baptista (2007)"/>
Permainan sepakbola satu sentuhan ditutup oleh Julio Baptista dengan finishing menggunakan kaki luar.
Sebuah pertunjukan yang berkelas.
Ronaldinho (2005)
645x430/iframe>" width="645" height="430" title="Ronaldinho (2005)" alt="Ronaldinho (2005)"/>
Ronaldinho sungguh salah satu pemain paling fenomenal yang pernah mengenakan jersey Barcelona.
Dia sanggup membuat barisan pertahanan lawan putus asa dengan skill, dribel serta finishing-nya, dan itulah yang terjadi di sini.
Santiago Aragon (2000)
645x430/iframe>" width="645" height="430" title="Santiago Aragon (2000)" alt="Santiago Aragon (2000)"/>
Ini adalah jenis gol yang tidak boleh Anda berikan kepada lawan dalam bentrokan bertajuk El Clasico.
Santiago Aragon, setelah melihat Richard Dutruel berada jauh dari garis, meluncurkan lob akurat yang melewati jangkauan dan bersarang di dalam gawang.
Roberto Carlos (2000)
645x430/iframe>" width="645" height="430" title="Roberto Carlos (2000)" alt="Roberto Carlos (2000)"/>
Tidak akan lengkap tanpa gol khas Roberto Carlos. Untungnya, El Clasico punya satu, yaitu dari tahun 2000.
Menghentikan bola yang dilepaskan sang spesialis set-piece bukanlah perkara mudah, dan Francesc Arnau sudah membuktikannya.
Ronaldo (2006)
645x430/iframe>" width="645" height="430" title="Ronaldo (2006)" alt="Ronaldo (2006)"/>
Il Fenomeno adalah sosok hebat yang kini mulai dilupakan oleh publik sepakbola dunia.
Video di atas mungkin bisa mengingatkan kita betapa fenomenalnya finisher asal Brasil tersebut di masa jayanya.
Setelah menerima umpan terobosan akurat, dia lalu merangsek ke dalam area dan men-chip bola tanpa bisa dihentikan oleh bek maupun kiper lawan.
Zinedine Zidane (2001)
645x430/iframe>" width="645" height="430" title="Zinedine Zidane (2001)" alt="Zinedine Zidane (2001)"/>
Zinedine Zidane menghasilkan sederet gol sepanjang kariernya, tapi yang ini merupakan salah satu karya terbaik dari sang maestro lapangan.
Meski mendapat tekanan dari pemain bertahan, Zidane dengan tenang melambungkan bola ke gawang. Gol yang tercipta berkat kehebatannya dalam membaca keadaan dan ditunjang dengan body control luar biasa.
Johan Cruyff (1974)
645x430/iframe>" width="645" height="430" title="Johan Cruyff (1974)" alt="Johan Cruyff (1974)"/>
Kita mulai dengan sebuah gol dari era Johan Cruyff, era yang melambangkan setiap elemen keindahan dalam permainan sepakbola.
Gol ini tidak terlalu spektakuler, tapi tercipta berkat paduan skill individu nomor satu dan kerjasama tim yang mengagumkan.
Bukan hanya finishing-nya yang hebat, tapi semua.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Adrien Rabiot Ungkap Masalah Milan Usai Kalah dari Udinese
Liga Italia 12 April 2026, 14:32
-
Barcelona Unggul 9 Poin, Hansi Flick Ingatkan La Liga Belum Usai
Liga Spanyol 12 April 2026, 14:02
-
Klasemen Pembalap AP250 ARRC Asia Road Racing Championship 2026
Otomotif 12 April 2026, 14:01
-
Tempat Menonton Persib vs Bali United: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Bola Indonesia 12 April 2026, 13:32
-
Mikel Arteta Sebut Kekalahan dari Bournemouth Pukulan Telak bagi Arsenal
Liga Inggris 12 April 2026, 13:08
-
Mikel Arteta Arteta Minta Maaf Usai Arsenal Tumbang dari Bournemouth
Liga Inggris 12 April 2026, 13:00
-
Live Streaming Parma vs Napoli - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 12 April 2026, 13:00
-
Arsenal Kalah, Viktor Gyokeres Singgung Kondisi Lapangan
Liga Inggris 12 April 2026, 12:48
LATEST EDITORIAL
-
5 Pelatih Sepak Bola Terkaya 2026, Pep Guardiola Hanya Posisi Ketiga
Editorial 10 April 2026, 17:51
-
Bangun Era Baru, 5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Masa Depan Liverpool
Editorial 10 April 2026, 17:32
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45



















KOMENTAR