Demi Kesejahteraan Pembalap, MotoGP Ingin Tetapkan Upah Minimum Mulai 2027

Demi Kesejahteraan Pembalap, MotoGP Ingin Tetapkan Upah Minimum Mulai 2027
Pembalap MotoGP 2026 (c) Yamaha MotoGP

Bola.net - Demi kesejahteraan hidup pembalap, MotoGP bertekad menetapkan upah minimum untuk pertama kalinya dalam sejarah. Aturan ini kabarnya akan diterapkan pada 2027 dan sedang dibicarakan dengan semua tim peserta.

Sejak digelar pertama kali pada 1949, Grand Prix balap motor merupakan salah satu ajang olahraga berlevel dunia yang tak memiliki aturan upah minimum untuk para atlet yang berpartisipasi di dalamnya.

Saat ini, Marc Marquez dan Fabio Quartararo memiliki gaji pokok tertinggi di MotoGP dengan nilai lebih dari €10 juta per musim. Namun, para rider satelit, terutama para rookie, gosipnya hanya digaji €100-350 ribu per musim.

1 dari 2 halaman

Belum Termasuk Bonus Pembalap

Para pembalap MotoGP 2026. (c) Yamaha MotoGP

Para pembalap MotoGP 2026. (c) Yamaha MotoGP

Gaji rendah tentunya dinilai tak sepadan dengan berbagai risiko dan bahaya yang dihadapi para pembalap di lintasan. Atas alasan ini, MotoGP Sports Entertainment Group (MotoGP SEG) bertekad mengubah situasi ini.

Menurut Motorsport.com, Selasa (24/2/2026), MotoGP SEG akan menetapkan upah minimum €500.000 per musim di kelas MotoGP. Meski begitu, belum diketahui apakah aturan serupa akan diberlakukan di Moto2 dan Moto3.

MotoGP SEG juga rumornya menegaskan bahwa upah minimum ini merupakan gaji pokok, sehingga belum termasuk bonus yang biasanya diraih pembalap dari pole position, podium, kemenangan, dan gelar dunia.

2 dari 2 halaman

Gagasan Para Rider MotoGP pada 2022

Aturan upah minimum ini sedang didiskusikan dengan Asosiasi Pabrikan MotoGP (MSMA) dan Asosiasi Tim Balap MotoGP (IRTA), dan telah memasuki tahap akhir. Hal ini dibahas dalam negosiasi perpanjangan kontrak semua tim dengan MotoGP SEG untuk periode 2027-2031.

Gagasan upah minimum sudah pernah diajukan oleh para pembalap MotoGP pada 2022, untuk menanggapi kontroversi beberapa tim Moto2 dan Moto3 yang kerap memutus kontrak pembalap di tengah musim tanpa alasan yang jelas.

Saat itu pula, beberapa pembalap mengusulkan dibentuknya serikat untuk para pembalap, seperti Grand Prix Drivers Association (GPDA) di Formula 1. Kala itu, Sylvain Guintoli diusulkan menjadi juru bicaranya. Sayangnya, hingga kini serikat itu juga belum terbentuk.

Sumber: Motorsportcom


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL