
Bola.net - Napoli pada akhirnya berhasil mengunci gelar Serie A pada musim 2022/2023. Kesuksesan ini diraih Partenopei setelah bermain imbang melawan Udinese.
Napoli berkunjung ke markas Udinese pada pekan ke-33 Serie A 2022/2023. Partenopei menahan imbang Udinese 1-1 di Dacia Arena, Jumat (5/5/2023) WIB.
Tambahan satu poin itu sudah cukup bagi Victor Osimhen dan kolega untuk merayakan gelar juara Serie A. Meskipun, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Italia masih menyisakan lima laga lagi.
Dengan hasil ini, Napoli memenangkan Scudetto dengan koleksi 80 poin. Partenopei unggul 16 poin dari Lazio yang berada di peringkat kedua.
Ini merupakan gelar Serie A ketiga untuk Napoli. Mereka sukses mengakhiri puasa gelar Scudetto yang sudah berlangsung 33 tahun.
Berikut ini 10 klub peraih gelar Serie A terbanyak hingga saat ini.
10. Lazio (2 Gelar)

Lazio pernah merasakan gelar Serie A. Klub yang bermarkas di Olimpico tersebut keluar sebagai juara di liga sebanyak dua kali.
Lazio menjuarai gelar Serie A pertama mereka pada tahun 1973/1974. Ketika itu mereka mengalahkan Juventus dalam perebutan scudetto.
Setelah itu, Lazio kembali menjadi juara Serie A pada musim 1999/2000. Selain scudetto, Biancocelesti juga meraih Coppa Italia dan Piala Super Eropa.
9. Napoli (3 Gelar)

Napoli berhasil menambah koleksi gelar Serie A mereka pada musim ini. Hasil imbang di markas Udinese membuat Partenopei meraih scudetto yang ketiga.
Kesuksesan ini membuat Napoli mengakhiri puasa gelar Scudetto yang sudah berlangsung 33 tahun. Mereka terakhir kali menjadi juara Serie A pada era Diego Maradona.
Maradona berhasil mengantarkan Napoli menjadi yang terbaik di Italia pada musim 1986/1987 dan 1989/1990. Mereka juga tercatat menjadi runner up sebanyak delapan kali.
8. AS Roma (3 Gelar)

Seperti Napoli, AS Roma juga punya koleksi gelar Serie A sebanyak tiga kali. Kini Giallorossi termasuk sudah cukup lama tidak merasakan scudetto.
Roma terakhir kali menjadi penguasa Italia pada musim 2000/2001. Pada musim itu, Roma diperkuat sejumlah bintang seperti Francesco Totti, Vincenzo Montella hingga Gabriel Batistuta.
Dua gelar lainnya yang direngkuh Roma terjadi pada musim 1941/1942 dan 1982/1983. Di samping itu, Roma juga menjadi runner up sebanyak 14 kali.
7. Pro Vercelli (7 Gelar)
????Gli scatti della sfida contro il Lecco#LaMiaFamiglia
— F.C. Pro Vercelli 1892 (@ProVercelli1892) April 23, 2023
Foto Marco Lussoso#ProVercelli #ForzaPRO #SerieC #LegaPRO #BiancheCasacche #NoiConVoi #centotrenta pic.twitter.com/emyuiIb0nG
Pro Vercelli termasuk salah satu klub Italia yang cukup sukses. Klub yang berasal dari kota Vercelli ini memiliki koleksi tujuh gelar Serie A.
Pro Vercelli meraih gelar pertamanya di tahun 1908. Mereka kemudian kembali menjadi yang terbaik di Italia pada 1909, 1910/1911, 1911/1912, 1912/1913, 1920/1921 dan 1921/1922.
Setelah itu, Pro Vercelli kesulitan menunjukkan taringnya di pentas Serie A. Saat ini, Pro Vercelli hanya bermain di kasta ketiga Italia, yaitu Serie C.
6. Bologna (7 Gelar)

Bologna saat ini sedang berkutat di papan tengah klasemen Serie A. Meski begitu, klub berjuluk Rossoblu tersebut menjadi salah klub Italia dengan koleksi gelar yang tidak sedikit.
Bologna sudah mengantongi gelar Serie A sebanyak tujuh kali. Mereka juga tercatat menjadi runner up sebanyak empat kali.
Klub yang bermarkas di Stadion Renato Dall'Ara itu pertama kali meraih scudetto pada musim 1924/1925. Bologna terakhir kali menjadi juara pada 1963/1964.
5. Torino (7 Gelar)

Selanjutnya ada Torino. Klub yang didirikan pada tahun 1906 ini pernah berjaya di kompetisi Serie A dengan merebut tujuh gelar.
Gelar Serie A pertama dimenangkan Torino terjadi pada musim 1926/19 27. Sementara itu mereka terakhir kali memenangkannya pada musim 1975/1076.
Torino juga tercatat sebagai tim Italia pertama yang merebut scudetto lima kali berturut-turut pada periode 1940-an. Ketika itu mereka dijuluki Il Grande Torino.
4. Genoa (9 Gelar)
???????????? the ???????????????????? be with you! ?? ????????
— Genoa CFC (@GenoaCFC) May 4, 2023
?? #StarWarsDay ?? pic.twitter.com/JGOvvoQiJQ
Genoa merupakan klub sepak bola tertua di Italia setelah didirikan pada 1893. Meski sekarang lebih sering berkutat di papan tengah, I Rossoblu pernah menjadi salah satu klub terbaik di Serie A.
Secara keseluruhan, Genoa telah memenangkan total sembilan gelar Serie A. Klub yang bermarkas di Stadion Luigi Ferraris itu terakhir kali meraihnya pada tahun 1924.
Sekarang, sudah sulit bagi Genoa untuk kembali memenangkan gelar Serie A. Musim ini mereka bermain di kompetisi Serie B dan berpeluang besar untuk kembali ke kasta tertinggi pada musim depan.
3. AC Milan (19 Kali)

AC Milan menjadi salah satu klub dengan gelar terbanyak di Serie A. Hingga saat ini klub berjuluk Rossoneri itu telah mengoleksi 19 gelar Serie A.
Milan terakhir kali menjadi juara Serie A pada musim lalu. Rossoneri menjadi penguasa Italia di bawah asuhan Stefano Pioli.
Sayangnya, Milan gagal mempertahankan gelar Serie A pada musim ini. Sandro Tonali dan kolega saat ini menghuni peringkat keenam dengan koleksi 58 poin.
2. Inter Milan (19 Kali)

Inter Milan terakhir kali merengkuh gelar Serie A pada musim 2020/2021. Ketika itu, Nerazzurri dipimpin oleh Antonio Conte.
Ini merupakan gelar Serie A ke-19 bagi Nerazzurri. Dalam prosesnya, Inter mengakhiri dominasi Juventus dalam perebutan scudetto.
Musim ini Inter gagal bersaing dalam perebutan gelar Serie A. Tim asuhan Simone Inzaghi tersebut saat ini menempati peringkat keempat di klasemen.
1. Juventus (36 Kali)

Juventus didirikan pada 1 November 1897. Klub yang bermarkas di Allianz Stadium itu benar-benar mendominasi dalam perburuan gelar Serie A.
Juventus menjadi klub peraih gelar terbanyak dalam ajang Serie A. Si Nyonya Tua hingga saat ini sudah mengoleksi 36 gelar scudetto.
Juventus menjadi tim Italia pertama yang mampu menjadi juara Serie A sembilan kali berturut-turut. Mereka terakhir kali menjadi juara pada musim 2019/2020.
Sumber: berbagai sumber
Baca Juga:
- 8 Pemain yang Punya Kesetiaan Tinggi Terhadap Klubnya
- 6 Alumni La Masia yang Berkarier di Premier League 2022/2023
- 6 Calon Nomor Punggung Jude Bellingham di Real Madrid
- 8 Klub yang Bisa Menjadi Pelabuhan Baru Lionel Messi pada Musim Depan
- 8 Kesalahan Transfer yang Dilakukan Jurgen Klopp Selama di Liverpool
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Berencana Impor Bek dari Spanyol?
Liga Spanyol 5 Mei 2023, 18:03
-
5 Calon Pengganti Andre Onana di Inter Milan
Editorial 5 Mei 2023, 15:05
LATEST UPDATE
-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
-
Puasa Kemenangan Tottenham, Kepercayaan Diri Arsenal
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:42
-
Nottm Forest Membangun Momentum, Liverpool Menjaga Posisi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:28
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR