Ramadan BRI Super League: Di Balik Menu Sahur dan Berbuka Pemain Borneo FC, Ada Perhitungan Detail yang Tak Terlihat

Ramadan BRI Super League: Di Balik Menu Sahur dan Berbuka Pemain Borneo FC, Ada Perhitungan Detail yang Tak Terlihat
Borneo FC di BRI Super League (c) dok.Ileague.id

Bola.net - Ramadan selalu menghadirkan tantangan untuk klub profesional, termasuk bagi Klub BRI Super League, Borneo FC. Mereka harus memastikan para pemainnya tetap berada dalam kondisi prima di tengah perubahan pola makan dan waktu istirahat.

Di balik layar, tim medis klub Liga 1 ini bergerak lebih awal untuk menyesuaikan setiap detail kebutuhan nutrisi. Perubahan paling mendasar terjadi pada frekuensi makan harian yang semula tiga kali menjadi dua kali selama puasa.

Situasi tersebut membuat perencanaan menu sahur dan berbuka tidak bisa dilakukan secara biasa. Pasalnya, seluruh kebutuhan energi harus dirangkum dalam dua waktu tersebut.

Dokter tim Borneo FC, dr Muchammad Arfada 'Awaly, menuturkan bahwa penyusunan menu dilakukan dengan mempertimbangkan kecukupan makronutrisi dan efektivitas penyerapan zat gizi. Ia memastikan setiap porsi yang dikonsumsi pemain memiliki komposisi yang sudah dihitung secara rinci.

"Penyusunan menu sahur dan berbuka didasarkan pada perubahan pola makan, yang biasanya tiga kali sehari saat puasa akan menjadi dua kali sehari," ujar Arfada kepada Bola.net, Sabtu (21/2).

"Harus dipastikan dalam sahur dan berbuka, komposisi makronutrisinya sudah tercukupi serta memastikan detail kecil guna memaksimalkan penyerapan nutrisi," katanya menambahkan.

1 dari 4 halaman

Proses Pengawasan

Starting XI Borneo FC dalam laga versus Persita Tangerang di BRI Super League, Jumat (9/1/2026). (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Starting XI Borneo FC dalam laga versus Persita Tangerang di BRI Super League, Jumat (9/1/2026). (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Keterlibatan tim medis tidak berhenti pada tahap perencanaan, melainkan juga menyentuh proses pengawasan di lapangan. Sejak sebelum Ramadan dimulai, asesmen kondisi fisik pemain telah dilakukan untuk memetakan kebutuhan masing-masing pemain.

Pemeriksaan berat badan dan komposisi lemak menjadi bagian dari evaluasi awal yang dilakukan bersama pelatih fisik. Data tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan pendekatan nutrisi selama satu bulan penuh.

"Benar, terlibat langsung dalam penyusunan menu. Pengawasan bersama pelatih fisik dimulai sejak sebelum Ramadan dengan assessment berat badan, komposisi lemak, dan sebagainya," tegas Arfada.

"Dalam sahur dan berbuka kami lakukan dengan cara mengamati isi piring pemain saat selesai mengambil menu. Monitoring harian juga dilakukan dengan memantau tingkat hidrasi pemain melalui keluhan subjektif, data GPS, dan sebagainya," lanjutnya.

2 dari 4 halaman

Penyesuaian Asupan Cairan

Duel antarpemain di laga Borneo FC vs PSIM Yogyakarta, BRI Super League 2025/2026 (c) Official X Borneo SMR

Duel antarpemain di laga Borneo FC vs PSIM Yogyakarta, BRI Super League 2025/2026 (c) Official X Borneo SMR

Tak hanya makanan padat, cairan juga mendapat perhatian khusus karena waktu minum menjadi terbatas. Pola rehidrasi pun diatur agar tidak dilakukan sekaligus dalam jumlah besar.

"Asupan cairan di bulan Ramadan kita lakukan penyesuaian. Selain terkait periode waktu minum yang berubah, pemain juga perlu memastikan rehidrasi cairan dilakukan interval atau tidak langsung banyak dalam satu waktu," beber Arfada.

"Supaya cairan tidak hanya numpang lewat tanpa difilter dan diambil oleh tubuh dengan baik," sambungnya.

3 dari 4 halaman

Momen Berbuka

Duel Bhayangkara vs Borneo FC di BRI Super League 2025/2026, Sabtu (07/02/2026). (c) Dok. Borneo FC X/@BorneoSMR

Duel Bhayangkara vs Borneo FC di BRI Super League 2025/2026, Sabtu (07/02/2026). (c) Dok. Borneo FC X/@BorneoSMR

Momen berbuka pada hari pertandingan juga mendapatkan perhatian khusus. Fokus utama diarahkan pada pemulihan cepat agar pemain tetap siap menjalani laga dengan intensitas tinggi.

"Saat matchday, iftar pemain terfokus pada fast rehydration dan recovery meals, lalu makan berat setelah match," tutur Arfada.

Menu yang tersaji di meja sahur dan berbuka pun dirancang dengan komposisi berbeda sesuai kebutuhan energi. Kurma dan buah potong berkadar air tinggi menjadi pembuka, disusul sup bening, sumber protein, karbohidrat, serta sayuran berserat.

"Menu berbuka dan sahur kami di antaranya kurma, buah potong segar tinggi kadar air, sup bening, protein, karbohidrat, dan sayur serat. Antara sahur dan berbuka akan berbeda di persentase komposisinya," imbuh Arfada.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL