Ramadan BRI Super League: Di Balik Menu Sahur dan Berbuka Pemain Borneo FC, Ada Perhitungan Detail yang Tak Terlihat

Bola.net - Ramadan selalu menghadirkan tantangan untuk klub profesional, termasuk bagi Klub BRI Super League, Borneo FC. Mereka harus memastikan para pemainnya tetap berada dalam kondisi prima di tengah perubahan pola makan dan waktu istirahat.
Di balik layar, tim medis klub Liga 1 ini bergerak lebih awal untuk menyesuaikan setiap detail kebutuhan nutrisi. Perubahan paling mendasar terjadi pada frekuensi makan harian yang semula tiga kali menjadi dua kali selama puasa.
Situasi tersebut membuat perencanaan menu sahur dan berbuka tidak bisa dilakukan secara biasa. Pasalnya, seluruh kebutuhan energi harus dirangkum dalam dua waktu tersebut.
Dokter tim Borneo FC, dr Muchammad Arfada 'Awaly, menuturkan bahwa penyusunan menu dilakukan dengan mempertimbangkan kecukupan makronutrisi dan efektivitas penyerapan zat gizi. Ia memastikan setiap porsi yang dikonsumsi pemain memiliki komposisi yang sudah dihitung secara rinci.
"Penyusunan menu sahur dan berbuka didasarkan pada perubahan pola makan, yang biasanya tiga kali sehari saat puasa akan menjadi dua kali sehari," ujar Arfada kepada Bola.net, Sabtu (21/2).
"Harus dipastikan dalam sahur dan berbuka, komposisi makronutrisinya sudah tercukupi serta memastikan detail kecil guna memaksimalkan penyerapan nutrisi," katanya menambahkan.
Proses Pengawasan

Keterlibatan tim medis tidak berhenti pada tahap perencanaan, melainkan juga menyentuh proses pengawasan di lapangan. Sejak sebelum Ramadan dimulai, asesmen kondisi fisik pemain telah dilakukan untuk memetakan kebutuhan masing-masing pemain.
Pemeriksaan berat badan dan komposisi lemak menjadi bagian dari evaluasi awal yang dilakukan bersama pelatih fisik. Data tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan pendekatan nutrisi selama satu bulan penuh.
"Benar, terlibat langsung dalam penyusunan menu. Pengawasan bersama pelatih fisik dimulai sejak sebelum Ramadan dengan assessment berat badan, komposisi lemak, dan sebagainya," tegas Arfada.
"Dalam sahur dan berbuka kami lakukan dengan cara mengamati isi piring pemain saat selesai mengambil menu. Monitoring harian juga dilakukan dengan memantau tingkat hidrasi pemain melalui keluhan subjektif, data GPS, dan sebagainya," lanjutnya.
Penyesuaian Asupan Cairan

Tak hanya makanan padat, cairan juga mendapat perhatian khusus karena waktu minum menjadi terbatas. Pola rehidrasi pun diatur agar tidak dilakukan sekaligus dalam jumlah besar.
"Asupan cairan di bulan Ramadan kita lakukan penyesuaian. Selain terkait periode waktu minum yang berubah, pemain juga perlu memastikan rehidrasi cairan dilakukan interval atau tidak langsung banyak dalam satu waktu," beber Arfada.
"Supaya cairan tidak hanya numpang lewat tanpa difilter dan diambil oleh tubuh dengan baik," sambungnya.
Momen Berbuka

Momen berbuka pada hari pertandingan juga mendapatkan perhatian khusus. Fokus utama diarahkan pada pemulihan cepat agar pemain tetap siap menjalani laga dengan intensitas tinggi.
"Saat matchday, iftar pemain terfokus pada fast rehydration dan recovery meals, lalu makan berat setelah match," tutur Arfada.
Menu yang tersaji di meja sahur dan berbuka pun dirancang dengan komposisi berbeda sesuai kebutuhan energi. Kurma dan buah potong berkadar air tinggi menjadi pembuka, disusul sup bening, sumber protein, karbohidrat, serta sayuran berserat.
"Menu berbuka dan sahur kami di antaranya kurma, buah potong segar tinggi kadar air, sup bening, protein, karbohidrat, dan sayur serat. Antara sahur dan berbuka akan berbeda di persentase komposisinya," imbuh Arfada.
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Cerita Alaaeddine Ajaraie soal Berkah Ramadan Perdana di Indonesia dan Gol Pertama untuk Persija: Allah SWT Memberikan Kekuatan Lebih di Bulan Puasa
- Mauricio Souza Kecewa VAR Inactive saat Persija Gilas PSM 2-1: Sudah Diberitahu Sebelum Laga dan Kami Tidak Bisa Berbuat Apa-apa
- Persija Menang atas PSM Berkat Blunder Reza Arya, Mauricio Souza Soroti Kondisi Lapangan JIS: Merugikan Kami dan Lawan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Begini Cara Tim Medis Barcelona Jaga Performa Lamine Yamal Selama Puasa Ramadan
Liga Spanyol 19 Februari 2026, 16:00
LATEST UPDATE
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09























KOMENTAR