Manchester United hanya mampu finis di peringkat keenam pada ajang Premier League musim kemarin. Akibatnya, mereka tidak bisa tampil di Liga Champions.
Situasi itu ternyata membuat Setan Merah sedikit kesulitan untuk menarik pemain baru ke klub di bursa transfer musim panas ini. Setan Merah juga kesulitan mempertahankan beberapa pemain berbakat mereka karena kekhawatiran tentang masa depan klub.
Paul Pogba adalah salah satu pemain yang berniat meninggalkan Manchester United pada musim panas ini. Sang pemain sudah mengatakan ingin mencari tantangan baru dalam kariernya.
Setelah kembali ke klub tiga tahun yang lalu dari Juventus, Pogba belum menunjukkan performa terbaiknya di klub. Pemain Prancis tidak bisa konsisten saat bermain untuk raksasa Premier League.
Namun, untuk negaranya, Pogba sangat konsisten dan berhasil mengantarkan Prancis meraih gelar Piala Dunia. Hal itu tentu saja membuat heran banyak pihak.
Pogba ingin mencari klub baru dalam waktu dekat ini. Namun, alangkah lebih baik jika sang pemain tetap bertahan di Old Trafford.
Berikut ini tiga alasan mengapa Manchester United masih menjadi klub terbaik untuk Paul Pogba saat ini seperti dilansir Sportskeeda.
Tokoh Sentral

Sejak kedatangannya di Manchester United, Pogba telah menjadi tokoh utama di klub. Baik itu untuk sisi komersil atau gaya taktik yang digunakan oleh manajer. Setiap keputusan yang diambil oleh klub sepertinya akan melibatkan Paul Pogba.
Itu dikarenakan potensi luar biasa yang dimiliki oleh pemain berusia 26 tahun dan performa menarik yang mampu ia tunjukkan. Yang paling penting, Pogba mungkin adalah pemain paling berbakat yang pernah muncul dari akademi Manchester United belakangan ini.
Paul Pogba juga bisa menjadi kapten klub berikutnya jika ia memutuskan untuk tetap bertahan.
Jika Pogba bergabung dengan Juventus atau Real Madrid, pemain-pemain seperti Cristiano Ronaldo dan Eden Hazard akan mengganggu statusnya di klub. Jika dia tampil buruk dalam beberapa pertandingan, Pogba akan mendapatkan lebih sedikit kesempatan di klub-klub itu daripada di Manchester United.
Ole Gunnar Solskjaer

Statistik menunjukkan bahwa fase terbaik dari karier Paul Pogba selama tiga tahun di Manchester United terjadi di bawah Ole Gunnar Solskjaer.
Selama beberapa bulan pertama masa jabatan Solskjaer di Manchester United, Pogba dimainkan dalam posisi menyerang. Pemain Prancis itu berkembang dan memungkinkannya untuk sering mencetak gol. Pogba adalah eksekutor penalti yang disukai Solskjaer dan sang pemain melakukannya dengan sangat baik.
Solskjaer juga menunjukkan bagaimana Manchester United bisa dengan pemain Prancis sebagai pusat permainan. Solskjaer hampir tidak pernah mencoret Pogba sehingga hal itu menunjukkan kepercayaan pelatih Norwegia itu kepada gelandang berusia 26 tahun itu. Ini pasti akan membantu Pogba tampil lebih baik dan menyadari potensi sejatinya di Manchester United.
Semangat Manchester United terletak di Solskjaer dan Pogba dan agar klub bisa tampil baik pada musim depan, keduanya harus dibiarkan untuk melanjutkan kerja sama mereka.
Tantangan yang Sulit

Dalam situasi sulit, potensi sejati dan karakter seorang atlet biasanya bisa muncul ke permukaan. Dengan situasi yang terjadi di Manchester United, Pogba punya peluang untuk bermain bagus dan membantu mengembalikan klubnya ke masa kejayaannya di masa lalu. Dalam prosesnya, ia juga bisa membuktikan bahwa orang yang meragukannya salah.
Beberapa hari yang lalu, Pogba mengatakan bahwa ia sedang menunggu tantangan baru dalam karirnya. Bermain di Real Madrid atau Juventus mungkin tidak akan memberikan itu kepada pemain Prancis tersebut. Dia bisa bermain di liga yang berbeda tetapi tantangan yang lebih berat adalah melanjutkan karirnya di Manchester United.
Manchester United pasti membutuhkan pemain yang berbakat seperti Pogba untuk menemukan sentuhannya kembali di Premier League. Klub sudah berinvestasi pada Pogba dan tidak bijaksana melepas sang pemain sekarang dan berharap bahwa mereka menuai hasilnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arti Penting Pra Musim Bagi Victor Lindelof
Liga Inggris 24 Juni 2019, 22:28
-
Manchester United Tawar Kembali Jadon Sancho
Liga Inggris 24 Juni 2019, 19:20
-
Manchester United Ramaikan Perburuan Junior Firpo
Liga Inggris 24 Juni 2019, 17:00
-
Manchester United Kesulitan Jual Alexis Sanchez
Liga Inggris 24 Juni 2019, 16:40
LATEST UPDATE
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR