Maurizio Sarri sekarang sudah menjadi pelatih baru Juventus. Mantan pelatih Napoli itu menandatangani kontrak tiga tahun dengan juara Serie A tersebut.
Pria berusia 60 tahun itu sekarang punya kesempatan untuk melatih skuat yang sangat berbakat yang dipimpin oleh Cristiano Ronaldo. Sarri akhirnya mendapatkan pekerjaan impiannya setelah periode yang sulit di Chelsea.
Sebelum tiba di Stamford Bridge, Sarri belum pernah memenangkan trofi di pentas domestik maupun Eropa. Namun, ia berhasil mengakhiri rekor buruk tersebut dengan meraih trofi Liga Europa bersama The Blues.
Namun, pengalaman Sarri di Inggris bisa dibilang tidak terlalu menyenangkan. Ia kerap mendapatkan banyak kritik dari fans dan juga pengamat sepak bola terkait dengan gaya permainannya.
Alhasil, Sarri akhirnya memutuskan berpisah dengan Chelsea pada musim panas ini. Kegagalan Sarri di London sebagian disebabkan oleh taktiknya tetapi para pemain juga memainkan peran.
Berikut ini tiga pemain Chelsea yang paling mengecewakan Maurizio Sarri seperti dilansir Sportskeeda.
Jorginho

Maurizio Sarri berharap banyak pada Jorginho. Direkrut dengan biaya 50 juta pounds, pemain kelahiran Brasil itu akan menjadi dasar dari permainan Sarri-Ball di Chelsea.
Statistik passing Jorginho yang luar biasa disorot sebagai kekuatan utamanya dan ia bisa membawa kualitas ke Stamford Bridge. Musim lalu, pemain berusia 27 tahun itu mempunyai akurasi operan 89,3%, membuat 3,118 operan sepanjang musim Premier League.
Di atas kertas itu menyenangkan, pada kenyataannya, performa Jorginho tidak yang sama seperti di Serie A, terutama mengingat ia tidak bisa membuat satu assist.
Sepak bola Inggris dimainkan pada level yang jauh lebih cepat dan ganas dibandingkan dengan Italia dan pada akhir musim, Jorginho masih tidak belum bisa menyesuaikan diri dengan tuntutan fisik di Premier League.
Marcos Alonso

Salah satu pemain penting di era Antonio Conte, Marcos Alonso didatangkan karena kualitas menyerang yang lebih baik daripada atribut defensifnya. Dalam serangan, Alonso dikenal sangat produktif dengan berkontribusi 26 gol dalam 120 penampilan di Premier League.
Namun, seiring berjalannya waktu, Alonso menjadi titik lemah Chelsea di belakang dan sering meninggalkan ruang kosong di pertahanan. Ruang itu bisa dieksploitasi beberapa tim lawan pada musim lalu.
Pada pertengahan musim, para penggemar sering meminta agar Emerson dimainkan ketimbang Alonso. Sarri akhirnya mengakui kesalahannya dan memberi kesempatan Emerson dalam 10 penampilan di Premier League.
Alonso mengecewakan manajernya dengan semua penampilan buruknya. Pemain Spanyol itu tidak mampu meningkatkan performa buruknya dan akhirnya kehilangan tempatnya di tim nasional Spanyol.
David Luiz

David Luiz merupakan salah satu sosok yang sangat identik dengan Chelsea selama sepuluh tahun terakhir. Meski sempat hengkang ke Perancis, penggemar Chelsea masih menganggap Luiz sebagai legenda The Blues dan sosok penting di klub.
Sarri mempercayai David Luiz dengan sepenuh hati untuk menjadi kapten dan pemimpin di pertahanannya. Dia dan Antonio Rudiger menjadi pilihan utama Sarri. Sementara itu, Andreas Christensen dan Gary Cahill tidak mendapat kesempatan. Namun, meski sudah mendapat kepercayaan penuh dari Sarri, pemain Brasil itu tidak bisa membalasnya.
Pemain berusia 33 tahun itu tidak bisa tampil sesuai yang diharapkan. Alih-alih menjadi pemimpin, Luiz malah harus berada di bawah bayang-bayang Rudiger sepanjang musim.
Jika bukan karena hukuman larangan transfer selama satu musim, The Blues pasti sudah berada di bursa transfer untuk mencari bek tengah baru sebagai rekan duet Rudiger.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gary Cahill, Opsi Rasional untuk Pertahanan Manchester United
Liga Inggris 4 Juli 2019, 21:20
-
Didier Drogba Susul Frank Lampard ke Chelsea?
Liga Inggris 4 Juli 2019, 20:20
-
Dengan Lampard, Fans Chelsea Diminta Bersikap Realistis
Liga Inggris 4 Juli 2019, 18:25
-
Empat Tugas Besar yang Menanti Frank Lampard di Chelsea
Liga Inggris 4 Juli 2019, 17:55
-
Resmi! Frank Lampard Jadi Pelatih Anyar Chelsea
Liga Inggris 4 Juli 2019, 15:15
LATEST UPDATE
-
Tantang Chelsea, MU Siap Diperkuat Sang Jendral Lini Tengah Mereka
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:21
-
Bruno Fernandes Baikan dengan Michael Carrick, Siap Starter Lawan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:14
-
Borussia Monchengladbach Ungkap Penyebab Hilangnya Kevin Diks pada 2 Laga Beruntun
Tim Nasional 28 Oktober 2026, 19:42
-
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 19:14
-
Barcelona Terancam Sanksi Usai El Clasico, 10 Insiden Suporter Masuk Laporan La Liga
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:44
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 18:26
-
Hansi Flick dengan Sengaja Batasi Menit Bermain Pedri di Barcelona
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:14
-
Krisis Bek Barcelona yang Parah: Hansi Flick Punya 4 Opsi untuk Rombak Lini Belakang
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 17:33
-
Usai Kalah dari Brighton, Chelsea Bidik Kemenangan di Kandang Liverpool
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:28
-
Lagi On Fire, Liverpool Siap Ladeni Perlawanan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:18
-
Kedewasaan Como yang Makin Teruji
Liga Italia 28 Oktober 2026, 17:09
-
Antonio Conte, Sosok yang Sempurna untuk Disiplinkan Skuad Bebal MU!
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:06
-
Michael Carrick Diberi Tiga Laga untuk Selamatkan Pekerjaannya di Manchester United
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 16:56
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


























KOMENTAR