Bola.net - Bola.net - Chelsea memulai kampanye Liga Europa musim 2018/19 dengan kemenangan. Mereka menang tipis 1-0 atas PAOK Salonika di Stadio Toumbas, Kamis (20/9) malam WIB.
Willian mencetak gol tunggal kemenangan The Blues saat laga berjalan tujuh menit. Winger asal Brasil itu berhasil menuntaskan umpan terukur yang dilepaskan oleh Ross Barkley.
Hasil ini membuat Chelsea menempati peringkat dua klasemen sementara Grup L Liga Eropa. Mereka mengumpulkan tiga poin tapi kalah selisih gol saja dari BATE Borisov yang di saat bersamaan menang 2-0 atas juru kunci Videoton.
Meskipun begitu, tim asuhan Maurizio Sarri itu masih tetap diunggulkan untuk menjadi juara musim ini. Apalagi, penampilan Eden Hazard dkk sejauh ini sangat mengesankan.
Berikut ini empat alasan Chelsea bisa menjuarai Liga Europa musim ini seperti dilansir Sportskeeda.
Klub Terbaik di Kompetisi

Status Chelsea sebagai salah satu klub terbesar di dunia membuat mereka difavoritkan untuk memenangkan Liga Europa musim ini. Mereka di atas kertas dianggap lebih unggul dari 47 kontestan lainnya.
Juara Premier League 2017 itu tergabung satu grup Videoton, BATE Borisov dan PAOK, dan ketiganya bisa dibilang belum mendekati level Chelsea. Tim lain yang bisa menyulitkan Chelsea adalah Arsenal, Marseille, dan Lazio tapi level mereka masih berada di bawah The Blues.
Tim favorit biasanya punya peluang besar untuk memenangkan kompetisi dan itu ditunjukkan Manchester United dan Atletico Madrid pada tahun 2017 dan 2018. Kualitas pemain yang dimiliki Chelsea bisa membuat mereka mengangkat trofi Liga Eropa di Baku Olympic Stadium pada Mei tahun depan.
Jalan Pintas ke Liga Champions

Persaingan di kompetisi Premier League semakin ketat setiap tahunnya. Karenanya tidak mudah untuk bisa finis di posisi empat besar yang merupakan jatah tiket ke Liga Champions.
Mengingat persaingan di posisi empat besar sangat ketat, Chelsea bisa menggunakan Liga Europa sebagai jalan pintas untuk menuju Liga Champions. Sebab, juara Liga Europa akan mendapat tiket ke play-off Liga Champions pada musim berikutnya.
Manchester United pernah melakukannya pada tahun 2017. Mereka bisa tampil di kompetisi kasta teratas Eropa meski finis di peringkat keenam di Premier League.
Trofi Pertama Untuk Sarri

Maurizio Sarri diangkat menjadi manajer Chelsea untuk menggantikan rekan senegaranya Antonio Conte. Namun, pria Italia itu datang ke Inggris dengan reputasi belum pernah mencicipi gelar juara.
Pria berusia 51 tahun itu mulai mencuri perhatian di dunia sepakbola setelah membawa Empoli promosi dan mempertahankan mereka di Serie A. Setelah itu namanya semakin berkibar ketika menangani Napoli.
Di bawah Sarri, Partenopei menjelma menjadi salah satu tim menyerang yang menarik di Eropa. Bahkan Napoli bisa menjadi pesaing utama Juventus dalam perburuan gelar Serie A meski pada akhirnya selalu gagal menjadi juara.
Sarri tentu saja ingin memenangkan trofi bersama Chelsea dan Liga Europa menawarkan kesempatan besar kepada manajer Italia tersebut.
Ajang Pembuktian Pemain

Chelsea mengikuti beberapa kompetisi pada musim ini sehingga Maurizio Sarri harus pintar-pintar memilih skuatnya. Akibatnya, ada pemain yang tidak mendapat kesempatan bermain reguler pada musim ini.
Chelsea punya skuat yang sangat besar dan Liga Europa menawarkan kesempatan buat pemain seperti Cesc Fabregas, Davide Zappacosta, Andreas Christensen dan Alvaro Morata untuk mendapatkan kesempatan bermain.
Sebagian besar lapis kedua Chelsea adalah pemain bintang yang harus puas berada di bangku cadangan karena persaingan ketat di tim utama. Mereka jelas akan berusaha menunjukkan permainan terbaiknya di Liga Europa dan membuat Sarri memasukkan mereka ke dalam rencananya.
Tekad yang kuat untuk tampil bagus di Liga Europa bisa menjadi faktor pendorong bagi Chelsea untuk menjadi juara Liga Europa pada musim ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gianfranco Zola: Eden Hazard Belum 100 Persen
Liga Inggris 21 September 2018, 23:00
-
Statistik Laga PAOK Salonika vs Chelsea: The Blues Kuasai Liga Europa
Liga Eropa UEFA 21 September 2018, 17:26
-
Minta Istirahat, Hazard Dinilai Tak Akan Samai Level Ronaldo dan Messi
Liga Eropa UEFA 21 September 2018, 15:09
-
Mainkan Tim Kuat Lawan PAOK, Maurizio Sarri Dapat Kritikan Keras
Liga Eropa UEFA 21 September 2018, 15:00
-
Minta Istirahat, Hazard Dinilai Tak Akan Samai Level Ronaldo dan Messi
Liga Eropa UEFA 21 September 2018, 14:00
LATEST UPDATE
-
4 Pemain yang Berpotensi Dilepas Arsenal pada Musim Panas 2026/2027
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 00:27
-
Kabar Baik dari Persija Jakarta: Shin Tae-yong Ungkap Kondisi Radovan Pankov
Bola Indonesia 19 Agustus 2026, 23:25
-
Tijjani Reijnders Resmi Gabung Al-Qadsiah dengan Mahar Rp1,1 Triliun
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 22:50
-
Timnas Voli Putra Indonesia Menang 3-0 atas Kamboja, Modal Positif Jelang Asian Games 2026
Voli 19 Agustus 2026, 22:34
-
Final Piala AFF 2026: Vietnam Tantang Thailand, Leg Pertama Digelar di Bangkok
Tim Nasional 19 Agustus 2026, 22:17
-
Wayne Rooney Kirim Pesan untuk Marcus Rashford: Ini yang Harus Diubah
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 21:01
-
Manchester United Terancam Gagal Dapatkan Pengganti Luke Shaw
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 20:06
-
Barcelona Sempat Hubungi Inter Milan soal Lautaro Martinez
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:36
-
6 Transfer Besar yang Bisa Meledak Sepekan Jelang Premier League 2026/2027 Dimulai
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 19:21
-
Barcelona Siap Dengarkan Tawaran untuk Raphinha, Al-Hilal Mengintai
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 19:06
-
Arsenal Selangkah Lagi Dapatkan Ezri Konsa dari Aston Villa
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 18:36
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR