Bola.net - Belakangan ini santer terdengar kabar kemungkinan kembalinya Zlatan Ibrahimovic ke , klub asal Turin itu pun terbelah menyikapi hal ini, sebagian pro namun ada juga yang kontra.
Pavel Nedved yang kini menjadi salah satu direktur Bianconeri pernah bermain dengannya, dia sadar betul kemampuan pemain yang satu itu "Apa saya menyukainya? Saya tak bisa membantah dan itu benar. Saya pikir tiga pemain teratas di dunia adalah Messi, Ronaldo dan Ibra," tukas Nedved.
"Dia punya kesempatan membuat tim Anda semakin kuat. Jika dibela pemain seperti dirinya, tim hanya akan mendapatkan keuntungan."
Namun pendapat berbeda dilayangkan CEO Juventus, John Elkann. Ia menyatakan pihaknya tidak membutuhkan orang Swedia itu "Dia (Ibrahimovic) hanya masa lalu Juventus. Bagaimanapun, tim ini tidak membutuhkan pemain bintang," Ujar Elkann seperti dilansir Football italia.
"Kekuatan Juventus yang sesungguhnya adalah kolektivitas tim," Tegasnya. Kami sendiri coba mengupas alasan-alasan kenapa nantinya Juve tak bakal mendatangkan Ibra lagi ke Juventus Stadium musim panas nanti. Berikut ini kami sajikan. (foti/lex)
Ibra Tak Murah

Perihal bandrol harga mungkin bukan masalah besar untuk Juventus, toh dulunya dengan kualitas seperti itu ia 'hanya' dibeli seharga 20 juta euro oleh PSG dari AC Milan. Untuk pemain sekelas Ibra hal ini jelas terhitung murah. Namun hal yang memberatkan adalah pos gaji yang harus ditanggung nantinya.
Pemain ini punya slip gaji bertuliskan angka 12 juta euro per musimnya, dan angka ini yang dirasa bakal sulit untuk diakomodir Juve. Selain akan ada finansial fair play, Juve sendiri sudah mulai menekan pos gaji musiman.
Contoh paling aktual adalah Buffon, saat ini ia masih pemain dengan gaji tertinggi di Juve yakni 6 juta euro per musim, namun hal itu akan menjadi 4 juta saja per musim depan dengan kesepakatan kontrak yang baru.
Ibra Tak Lagi Muda

Investasi pemain tidak hanya perkara nominal uang, namun juga menghitung potensi masa abdi dan rentang waktu produktif yang bakal sanggup ia tawarakan.
Tak dipungkiri kemampuan Ibra saat ini masih amat mumpuni, namun pada Oktober nanti ia bakal berusia 32 tahun. Sekali pun ia dijual lagi di masa depan pun jelas tak bakal untung.
Sejak Marotta datang ke Juve ia terus menggerus rataan usia skuad, di luar Iaquinta yang dibekukan saat ini hanya ada Andrea Barzagli, Andrea Pirlo dan Nicolas Anelka yang berkepala 3. Lagi pula ada target lain yang masih muda yang diincar Marotta di antaranya Gonzalo Higuain & Karim Benzema (keduanya 25), Jovetic (23), Cavani (26) dan Falcao (27).
Ibra Tak Jamin Sukses Liga Champions

Setelah Scudetto tercapai dan sepertinya hal itu masih akan dipertahankan di akhir musim ini, maka jelas Juve membidik gelar yang lebih tinggi, yakni Liga Champions di level kompetisi Eropa.
Untuk itu mereka butuh bantuan pemain bernama besar, namun Ibra sepertinya bukan pilihan tepat. Selain Ibra punya jinx (nasib buruk di ajang ini) Juve diyakini baru akan mapan dan sanggup bersaing menjadi juara Eropa sekitar 2 atau 3 tahun lagi.
Ketika level itu tercapai Ibra jelas di usia senja, untuk ukuran striker terkadang usia itu sudah memuncuklan grafik declining (menurun) jadi dia sepertinya tak bakal masuk kategori ini.
Ibra Tak Benar-Benar Diinginkan

Masalahnya gosip kembalinya Ibra sepertinya memang sengaja diciptakan oleh media di Italia. Baik itu media cetak maupun media pertelevisian negeri spaghetti tersebut.
Kapan hari Giuseppe Marotta selaku orang yang bertugas mencari pemain Juve sempat berucap, "Untuk membeli pemain yang lebih baik dari yang sudah kami miliki akan membutuhkan banyak biaya."
"Saat ini kami tidak memiliki itu (uang berlimpah) dan kami tidak ingin menghabiskan hal itu hanya untuk satu pemain," imbuh Beppe Marotta.
Ibra Tak Setia

Bagi sebagian Juventini dia mungkin masih tetap dianggap sebagai pahlawan, namun ada pula bagian dari Juventini yang mengecapnya sebagai sosok Judas sang pengkhianat.
Saat Juve dulu didemosi ke Serie B, gara-gara kasus Calciopoli Ibra adalah salah satu pihak yang enggan bertahan dan mau dijual. Parahnya ia minta pindah ke Inter Milan yang sejatinya salah satu rival Juve, termasuk dalam urusan sengketa Calciopoli dikemudian harinya.
Dia pun dianggap tidak punya cukup bukti kesetiaan semangat khas Bianconeri. Beda halnya dengan Buffon, Nedved, Alessandro Del Piero, Camoranesi hingga David Trezeguet yang kala itu memilih bertahan dan mengembalikan Juve ke kasta semestinya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Imbas Le Classique, Drogba Berharap Sua PSG di UCL
Liga Champions 14 Maret 2013, 16:15
-
5 Alasan Zlatan Ibrahimovic Tak Akan Balik ke Juventus
Editorial 14 Maret 2013, 15:23
-
Sakho: Target PSG Menangi Liga Champions
Liga Champions 14 Maret 2013, 14:15
-
PSG Siap Seret Nasri Pulang ke Prancis
Liga Inggris 14 Maret 2013, 12:42
-
Liga Italia 13 Maret 2013, 12:12

LATEST UPDATE
-
Generasi Baru Spanyol vs Pilar-pilar Senior Belgia
Piala Dunia 9 Juli 2026, 19:35
-
Thibaut Courtois: Dibesarkan Belgia, Ditempa Spanyol
Piala Dunia 9 Juli 2026, 19:26
-
Brahim Diaz, Harapan Maroko untuk Membongkar Lini Pertahanan Prancis
Piala Dunia 9 Juli 2026, 18:56
-
Piala Dunia 2026: Fakta-fakta Seputar Babak Perempat Final
Piala Dunia 9 Juli 2026, 18:25
-
8 Besar Piala Dunia 2026: Prancis Terdepan di Ranking FIFA
Piala Dunia 9 Juli 2026, 17:58
-
Marcus Rashford Bakal Stay di MU Pada Awal Musim 2025/2026, Tapi...
Liga Inggris 9 Juli 2026, 17:24
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR