Bola.net - Bola.net - Barcelona sukses mencatatkan treble winners kedua mereka sepanjang sejarah klub usai membekuk Juventus lewat skor 3-1. Keberhasilan ini seakan membungkam kritik yang sempat ditujukan kepada Barca di awal musim.
Jalan Barca merengkuh treble tak berjalan mulus. Kasus pajak Lionel Messi, kasus transfer , kisruh di jajaran elit klub turut mewarnai pasang surutnya performa Barca musim ini.
Lalu apa yang membuat Barca bisa bangkit dan mencatatkan treble winners? Berikut 5 alasan disertai ulasan singkat versi .
Barca Percaya Kepada Suarez

Suarez dibeli Barca saat sang pemain tengah berada dalam sorotan akibat aksi gigitannya kepada Giorgio Chiellini di ajang Piala Dunia. Kontan FIFA langsung menjatuhkan sanksi 4 bulan yang melarang Suarez terlibat dalam laga resmi.
Di tengah keterpurukan Suarez, Barca tetap menaruh kepercayaan kepada striker asal Uruguay tersebut dan hasilnya berbuah manis. Suarez menjelma menjadi pahlawan Barca berkat gol krusialnya.
Gol kedua Barca yang dicetak Suarez mampu membawa timnya kembali unggul setelah Alvaro Morata berhasil menyamakan kedudukan. Suarez juga mencetak gol krusial saat Barca menang 2-1 dari Real Madrid yang membuka jalan Blaugrana ke tahta La Liga.
Suarez juga mencetak dua gol di kandang Manchester City dan serta kembali mencetak gol di kandang PSG untuk membuka jalan Barca ke final Liga Champions.
Barca Lebih Dari Sekedar Messi

Suksesnya Barca musim ini seringkali identik dengan penampilan gemilang Messi. Meski hal itu tidak sepenuhnya salah, tetapi nyatanya kesuksesan Barca juga dibantu performa tim secara keseluruhan.
Lihat saja di gol pertama Barca yang lahir dari assist cantik Andres Iniesta, meski saat itu Iniesta juga punya kans untuk mencetak gol. Barisan pertahanan Barca juga tampil solid untuk membendung serangan balik Juve di babak kedua.
Terakhir, Pedro mengutamakan kepentingan tim saat membantu Neymar mencetak gol ketiga Barca yang sekaligus menyegel trofi Liga Champions. Semangat kebersamaan di kubu Blaugrana menunjukkan jika tim ini tak hanya bergantung kepada Messi.
Buffon Tak Cukup Tangguh Untuk Barca

Buffon membuat banyak penyelamatan di laga final, salah satunya ketika menyelamatkan gawangnya dari aksi Dani Alves dan Luis Suarez. Tetapi pada akhirnya ia tetap tanpa trofi Liga Champions, setelah sebelumnya juga gagal saat kalah melawan AC Milan di final tahun 2003.
Adaptasi Neymar

Tetapi semua masalah di musim pertamanya seakan terhapus dengan penampilan apik di musim kedua. Kerjasama Neymar dengan Messi menjadi semakin padu dan mampu menjadi trisula maut di lini depan Barca seiring kedatangan Luis Suarez.
Perselisihan Neymar dengan Luis Enrique di awal musim ini malah membuatnya semakin dewasa. Tak diragukan lagi jika adaptasi Neymar di Barca pada musim keduanya ini menjadi salah satu kunci kesuksesan timnya.
Rakitic Lebih Baik Dari Cesc

Tetapi nyatanya kehadiran Rakitic mampu melebur dengan baik dengan Sergio Busquets, Xavi dan Andres Iniesta di lini tengah Barca. Pergerakan serta kerjasama Rakitic di lini tengah lebih baik jika dibandingkan dengan performa Fabregas selama 3 tahun berseragam Barcelona.
Sebagai gambaran akhir, tak ada yang lebih baik menjelaskan kontribusi Rakitic selain gol cepatnya ke gawang Juventus. Penyelesaian yang apik memanfaatkan umpan manis Iniesta menjadi start bagus Barca menuju treble winners musim ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sumringah, Messi Sarapan Bareng Trofi Liga Champions
Bolatainment 7 Juni 2015, 23:32
-
Barcelona dan Daftar Tim Eropa Peraih Treble Winners
Editorial 7 Juni 2015, 22:35
-
Neymar Bawa Barcelona Juara Liga Champions, Brasil Ikut Bahagia
Liga Champions 7 Juni 2015, 20:21
-
Bawa Barcelona Treble, Luis enrique Dipuji Sang Presiden
Liga Champions 7 Juni 2015, 19:46
-
Dikalahkan Barcelona, Allegri Ingin Tingkatkan Kualitas Juventus
Liga Champions 7 Juni 2015, 18:21
LATEST UPDATE
-
Xabi Alonso dan Taktik yang Bisa Mengubah Wajah Chelsea
Liga Inggris 21 Mei 2026, 01:00
-
Link Live Streaming Final Liga Europa: Freiburg vs Aston Villa
Liga Eropa UEFA 21 Mei 2026, 00:20
-
AC Milan Diminta Penuhi 4 Jaminan agar Modric Bertahan
Liga Italia 20 Mei 2026, 23:22
-
Luka Modric Siap Main di Laga Terakhir AC Milan Musim Ini
Liga Italia 20 Mei 2026, 23:16
-
Rafael Leao Dianggap Tak Layak ke Piala Dunia 2026
Piala Dunia 20 Mei 2026, 23:05
-
Bisakah Juventus Datangkan Bernardo Silva Tanpa Liga Champions?
Liga Italia 20 Mei 2026, 21:58
-
Juventus Dikritik, Pemain Dinilai Tak Punya Ambisi ke Liga Champions
Liga Italia 20 Mei 2026, 21:55
-
Jadwal Lengkap Piala Asia U-17 2026
Tim Nasional 20 Mei 2026, 21:55
-
Juventus Gagal Rekrut Antonio Rudiger, Real Madrid Kunci Bek Andalan
Liga Italia 20 Mei 2026, 21:51
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
























KOMENTAR