
Bola.net - Juventus tengah menghadapi situasi sulit setelah serangkaian hasil buruk di bawah kepemimpinan Igor Tudor. Kekalahan 0-2 dari Como membuat pelatih asal Kroasia itu belum pernah menang dalam enam pertandingan terakhir.
Tekanan semakin besar karena hubungan Tudor dengan direktur olahraga Damien Comolli dikabarkan memburuk. Situasi ini memicu pembicaraan internal soal kemungkinan pergantian pelatih.
Padahal, Tudor sempat memberi harapan baru saat membawa Juventus finis di posisi keempat musim lalu. Prestasi itu memastikan Bianconeri kembali ke Liga Champions.
Namun, penurunan performa musim ini membuat manajemen mempertimbangkan langkah drastis. Sejumlah nama besar pun mulai dikaitkan sebagai calon pengganti di kursi panas Turin.
1. Roberto Mancini

Roberto Mancini menjadi kandidat utama untuk menggantikan Igor Tudor di Juventus. Pelatih berusia 60 tahun itu punya rekam jejak gemilang di Serie A bersama Inter Milan dengan tiga gelar juara liga.
Selain itu, ia juga pernah meraih trofi Coppa Italia bersama Inter, Fiorentina, dan Lazio. Mancini bahkan sukses membawa Italia menjuarai Euro 2020 dan pernah menaklukkan Premier League bersama Manchester City.
Saat ini Mancini berstatus tanpa klub setelah berpisah dengan tim nasional Italia. Statusnya sebagai pelatih bebas kontrak membuatnya menjadi pilihan yang realistis bagi Juventus.
2. Luciano Spalletti

Nama Luciano Spalletti juga masuk dalam radar Juventus. Pelatih yang membawa Napoli juara Serie A musim 2022/2023 itu dikenal memiliki gaya permainan menyerang dan efisien.
Meski begitu, Spalletti belum kembali melatih sejak meninggalkan tim nasional Italia pada Juni lalu. Ia disebut tengah menunggu proyek yang sesuai dengan visinya.
Juventus bisa jadi destinasi ideal bagi Spalletti untuk kembali ke dunia kepelatihan. Dengan skuad bertalenta dan ambisi besar, peluang untuk sukses terbuka lebar.
3. Raffaele Palladino
Raffaele Palladino menjadi opsi menarik karena usianya yang masih muda dan pemahamannya terhadap sepak bola modern. Eks pelatih Fiorentina itu dikenal mampu membangun tim dengan karakter kuat dan intensitas tinggi.
Palladino juga dianggap sebagai pelatih yang dekat dengan pemain muda, sesuatu yang sangat dibutuhkan Juventus saat ini. Klub sedang dalam fase transisi dengan banyak pemain muda yang baru naik ke tim utama.
Meski belum berpengalaman di level tertinggi seperti Mancini atau Spalletti, Palladino bisa menjadi investasi jangka panjang bagi Bianconeri. Gaya kepelatihannya yang progresif bisa membawa angin segar ke Turin.
4. Thiago Motta

Thiago Motta secara mengejutkan juga masuk dalam daftar calon pengganti Tudor. Ia sempat melatih Juventus sebelum digantikan oleh Tudor pada Maret lalu.
Meski begitu, kontraknya dengan klub masih berlaku dan hubungannya dengan Damien Comolli dikabarkan tetap baik. Hanya saja, hubungannya dengan beberapa pemain tidak terlalu harmonis.
Jika kembali, Motta diharapkan bisa memperbaiki dinamika ruang ganti dan mengembalikan performa tim. Namun, peluang comeback-nya bergantung pada kondisi internal Juventus sendiri.
5. Edin Terzic

Edin Terzic menjadi salah satu nama yang menarik dalam bursa calon pengganti Igor Tudor. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu dikenal memiliki pendekatan taktis yang fleksibel dan mampu memaksimalkan potensi pemain muda.
Selama menukangi Dortmund, Terzic berhasil membawa klub tampil kompetitif di Bundesliga dan Liga Champions. Ia juga dikenal sebagai pelatih yang dekat dengan para pemain dan pandai menjaga suasana ruang ganti.
Pengalaman Terzic dalam mengelola tim besar dengan tekanan tinggi membuatnya cocok untuk tantangan di Turin. Juventus bisa melihatnya sebagai proyek jangka menengah untuk membangun stabilitas kembali.
6. Marco Rose

Marco Rose juga disebut-sebut sebagai kandidat potensial untuk kursi pelatih Juventus. Eks pelatih RB Leipzig itu dikenal memiliki filosofi permainan cepat dan agresif yang menekankan pressing tinggi.
Selama di Bundesliga, Rose mampu membangun tim yang solid dan menarik secara taktik. Ia juga sukses mengembangkan pemain muda menjadi bintang utama di timnya.
Dengan pengalaman di kompetisi Eropa dan reputasi sebagai pelatih modern, Rose bisa menjadi opsi menarik bagi Juventus. Ia bisa memberikan warna baru dalam strategi permainan Bianconeri yang sedang mencari identitas.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Real Madrid vs Juventus 23 Oktober 2025
Liga Champions 21 Oktober 2025, 22:29
-
6 Kandidat Pengganti Igor Tudor di Juventus: Ada Eks Inter Milan
Editorial 21 Oktober 2025, 22:27
-
Dilema Juventus: Biaya Pemecatan Igor Tudor dan Beban Finansial Klub
Liga Italia 21 Oktober 2025, 21:47
LATEST UPDATE
-
3 Kekalahan Beruntun, Kursi Marcos Santos di Arema FC Mulai Panas?
Bola Indonesia 11 Maret 2026, 23:04
-
Hasil PSIM vs Persijap: Drama 4 Gol, VAR, dan Lampu Padam
Bola Indonesia 11 Maret 2026, 22:54
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Penentu di Laga Madrid vs Man City
Liga Champions 11 Maret 2026, 22:21
-
Khvicha Kvaratskhelia Selalu Tampil Berbeda di Liga Champions Bersama PSG
Liga Champions 11 Maret 2026, 21:58
-
Joao Pedro Jadi Andalan Chelsea Dalam Duel Kontra PSG di Liga Champions
Liga Champions 11 Maret 2026, 21:39
-
Prediksi BRI Super League: Persis vs Bali United 12 Maret 2025
Bola Indonesia 11 Maret 2026, 21:27
-
Iran Pastikan Tak Ikut Piala Dunia 2026
Piala Dunia 11 Maret 2026, 21:24
-
Live Streaming Leverkusen vs Arsenal - Link Nonton Liga Champions di Vidio
Liga Champions 11 Maret 2026, 21:02
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Man City: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 11 Maret 2026, 21:00
-
Prediksi Dewa United vs Manila Digger 12 Maret 2025
Bola Indonesia 11 Maret 2026, 20:58
-
Live Streaming PSG vs Chelsea - Link Nonton Liga Champions di Vidio
Liga Champions 11 Maret 2026, 20:52
LATEST EDITORIAL
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54
-
11 Pemain yang Pernah Membela PSG dan Chelsea, Ada Legenda Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:44
-
5 Pelatih dengan Kartu Merah Terbanyak, Jose Mourinho Jauh di Puncak
Editorial 10 Maret 2026, 20:41

























KOMENTAR