Bola.net - Bola.net - Copa America Centenario 2016 sudah berjalan hampir satu pekan. Beberapa tim sudah mendapatkan hasil yang diharapkan dan tentu saja masih ada yang belum.
Sampai sejauh ini sudah ada delapan negara yang pernah menjuarai Copa America dan Uruguay tercatat sebagai yang terbanyak. Meskipun banyak pemain telah memenangkan Copa America, namun ada beberapa nama besar yang tidak pernah memiliki kesempatan untuk mengangkat trofi tersebut.
Siapa sajakah pemain yang dimaksud? Simak selengkapnya dalam rangkuman berikut ini.
Carlos Valderrama

Carlos Valderrama dianggap sebagai salah satu pemain terbaik Kolombia dari generasinya karena gaya permainannya yang liar dan eksentrik. Ia cukup mudah dikenali karena memiliki gaya rambut afro yang pirang.
Valderrama merupakan pemain nomor 10 klaseik yang bisa bermain di belakang penyerang. Ia mengemas 111 caps internasional untuk negaranya, tapi tidak pernah memenangkan trofi besar apapun meskipun menjadi bagian dari era emas Kolombia.
El Pibe berperan penting mengantarkan timnya mencapai final di Copa America 1991 tapi Kolombia tak mampu menjadi juara. Dua tahun berselang, perjalanan Valderrama di Copa America 1993 hanya sampai babak semifinal setelah kalah dari Argentina lewat adu penalti. Di Copa America 1995, timnya kalah lagi di semifinal ketika mereka berhadapan dengan Uruguay yang akhirnya menjadi juara.
Javier Zanetti

Javier Zanetti dianggap sebagai salah satu pemain terbaik Argentina setelah membuat rekor 143 caps untuk Argentina antara 1994-2011. Meskipun sudah bermain di Copa America sebanyak lima kali dalam karirnya, Zanetti tidak pernah mengangkat trofi tersebut.
Mantan pemain Inter Milan itu pernah terlibat dalam Copa America edisi 1995, 1999, 2004, 2007 dan 2011. Prestasi terbaiknya adalah mengantarkan negaranya sampai ke babak final pada tahun 2004 dan 2007, tapi selalu gagal menjadi juara setelah masing-masing takluk dari musuh abadinya Brasil.
Socrates

Socrates dianggap secara luas sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah dihasilkan Brasil. Socrates bermain untuk Brasil selama tujuh tahun, mencetak 22 gol dan membela negaranya dalam dua Piala Dunia.
Meskipun dianggap sebagai pemain hebat, Socrates tidak pernah memenangkan trofi di level internasional. Ia pernah tampil dalam dua Copa America dalam karir internasionalnya.
Pada Copa America 1979, Socrates membawa Brasil ke semifinal tapi secara mengejutkan kalah dari Paraguay yang akhirnya menjadi juara. Di turnamen berikutnya pada tahun 1983, Socrates bisa mengantarkan timnya mencapai final dan hanya tinggal selangkah lagi menjadi juara. Namun Brasil gagal memanfaatkan momentum setelah mereka kalah dari Uruguay di final leg pertama dan meraih hasil imbang di leg kedua.
Lionel Messi

Lionel Messi dianggap salah satu pemain Argentina terhebat pada generasi sekarang yang telah memenangkan banyak gelar di level klub. Meskipun begitu, Messi belum pernah memenangkan trofi di level Argentina selain medali emas di Olimpiade.
Messi sangat mendominasi di Spanyol bersama Barcelona tapi ia belum bisa mengantarkan Argentina ke level yang sama. La Pulga bahkan harus patah hati dua kali dalam dua tahun setelah Argentina kalah dari Jerman di final Piala Dunia 2014 dan diikuti dengan kekalahan dari Chile di Copa America pada tahun 2015.
Messi masih memiliki waktu untuk setidaknya memenangkan satu turnamen besar dengan Argentina dan Copa America tahun ini menjadi salah satu kesempatan yang terbaik. Terlebih pasukan Gerardo Martino melakoni laga perdana dengan kemenangan atas sang juara bertahan Chile.
Diego Maradona

Diego Maradona merupakan legenda hidup Argentina karena telah membantu negaranya memenangkan Piala Dunia 1986. Meskipun begitu, Maradona tidak pernah mengantarkan negaranya berjaya di Copa America.
Maradona membela Argentina di Copa America 1979, namun Argentina hanya finis terakhir di grup dan Maradona mencetak satu gol. Maradona mengalami cedera di Copa America 1983 di mana mereka memiliki kampanye suram lainnya setelah tersingkir di babak grup.
Maradona berhasil membawa Argentina menambus semifinal di Copa 1987 tapi gagal lolos ke final setelah dihentikan Uruguay. Begitu pula dengan turnamen berikutnya pada tahun 1989, Argentina mencapai putaran final tapi gagal juara.
Si Tangan Tuhan dilarang mengikuti Copa America 1991 karena gagal tes doping. Namun tanpa kehadiran Maradona, Argentina justru berhasil menjadi juara. Dua tahun berikutnya, Maradona dicoret dari skuat Argentina untuk Copa America 1993 karena perselisihan dengan timnya. Tidak ada Maradona, lagi-lagi Argentina bisa juara.
Pele

Pele dianggap sebagai salah satu pemain terbesar yang pernah dimiliki Brasil setelah memenangkan tiga Piala Dunia. Ia juga merupakan pemain pertama yang mencetak 1000 gol termasuk laga persahabatan.
Pele membawa Brasil tampil mendominasi di pentas dunia tapi tidak di level Amerika Selatan. Pele hanya bermain dalam satu Copa America pada tahun 1959 dan setelah itu tidak pernah bermain lagi di turnamen tersebut.
Di tahun 1959, Pele merupakan pencetak gol terbanyak turnamen setelah ia mencetak delapan gol dalam enam pertandingan. Pele mencetak gol di final juga, tapi pertandingan berakhir imbang 1-1. Gelar kemudian diserahkan kepada tuan rumah Argentina karena memiliki catatan yang lebih baik di turnamen.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Messi Lawan Paling Tangguh Yang Pernah Dihadapi Rooney
Liga Champions 9 Juni 2016, 21:05
-
Rayu Neymar, PSG Manfaatkan Thiago Silva
Liga Spanyol 9 Juni 2016, 10:59
-
6 Legenda Yang Tak Pernah Juara Copa America
Editorial 9 Juni 2016, 10:46
-
Demi Sang Anak, Ibu Ini Kejutkan Messi
Open Play 9 Juni 2016, 10:26
-
Rakitic: Messi Tak Perlu Berlari Sepanjang Pertandingan
Liga Spanyol 9 Juni 2016, 09:36
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Semen Padang 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:47
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persija 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:42
-
Dua Sisi Koin di Balik Performa Gemilang Virgil van Dijk
Liga Inggris 23 Februari 2026, 20:26
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 19:59
-
9 Laga Tanpa Gol, Paceklik Mohamed Salah Warnai Kemenangan Tipis Liverpool
Liga Inggris 23 Februari 2026, 19:54
-
Proliga 2026: Jakarta Livin Mandiri Tersenyum di Sentul, Penentuan Terakhir Menanti
Voli 23 Februari 2026, 19:41
-
Dua Gol Viktor Gyokeres yang Menjawab Keraguan
Liga Inggris 23 Februari 2026, 19:24
-
Harry Maguire dan Taruhan Besar Manchester United di Era Baru
Liga Inggris 23 Februari 2026, 18:56
-
Prediksi Susunan Pemain Manchester United vs Everton: Mbeumo Starter, Sesko Disimpan?
Liga Inggris 23 Februari 2026, 18:30
-
Tak Banyak Bicara, Michael Carrick Bawa Ketenangan ke Manchester United
Liga Inggris 23 Februari 2026, 18:28
-
Jadi Salah Satu Favorit Juara, Alex Marquez Merasa Lebih Siap Buru Gelar Dunia MotoGP 2026
Otomotif 23 Februari 2026, 18:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR