Bola.net - Bola.net - Sebelum tahun 2008, hanya ada satu klub yang muncul dibenak para pecinta sepakbola ketika mendengar kata 'Manchester'. Ya, nama Manchester United sudah melekat sebagai ikon dari kota industri Manchester selama bertahun-tahun. Hal ini tidak terlepas dari bagaimana pencapaian mereka dalam meraih kesuksesan baik di level domestik maupun di level Internasional.
Namun semenjak investor kaya raya asal Abu Dhabi yang dimpimpin oleh Mansour bin Zayed Al Nahyan atau yang lebih dikenal Sheikh Mansour mengambil alih Manchester City pada tahun 2008, dominasi Manchester United sebagai ikon kota Manchester perlahan semakin memudar.
Manchester City yang pada saat itu hanya finish di peringkat 10 klasemen langsung mengalami peningkatan signifikan yaitu menduduki posisi 5 klasemen di musim 2009/2010 dan masuk di peringkat ketiga setahun kemudian. Semakin menguatnya Manchester City secara otomatis membuat gengsi Derby Manchester yang sebelumnya hanya pertandingan timpang menjadi pertandingan sarat gengsi dan lebih kompetitif dari sebelumnya.
Bukti semakin kompetitifnya Derby Manchester terlihat jelas pada musim 2011/2012, dimana Manchester United harus dipermalukan dalam dua pertandingan musim itu. Salah satu kejadian yang paling iconic saat itu ketika Manchester City mengalahkan United dengan skor 6-1 di Old Trafford, dimana pada saat itu Mario Balotelli melakukan selebrasi terkenalnya 'Why Always Me?'.
Pada pertemuan keduanya pun Manchester City kembali mengalahkan Manchester United dengan skor tipis 1-0 berkat gol Vincent Kompany. Manchester United pun harus membayar mahal atas dua kekalahan itu, ketika Sergio Aguero merebut Tittle Premier League dimenit-menit akhir di pertandingan terakhir musim itu.
Di musim 2012/2013 Derby Manchester juga kembali sengit. Pada leg pertama Robin van Persie memenangkan Derby Manhester perdananya bersama Manchester United dengan mencetak gol penentu dimenit-menit akhir laga. Kekalahan itu pun dibayar lunas oleh Manchester City dengan mengalahkan United di Old Trafford, kendati mereka harus merelakan gelar juara mereka direbut kembali oleh tetangga mereka tersebut.
Semenjak ditinggalkan Sir Alex Fergusson, Dominasi Manchester City semakin menguat kala mengandaskan Setan Merah yang dipimpin oleh David Moyes di dua leg tersebut. Kekalahan 4-1 dan 0-3 menjadi bukti bahwa dominasi United di kota Manchester semakin melemah. Derby Manchester pun menjadi tidak kompetitif kembali, karena pada musim sebelumnya Derby Manchester adalah salah satu laga yang menentukan siapa juara Premier League. Namun pada musim itu, Manchester United di era Moyes menjadi tim pesakitan berbanding terbalik dengan Manchester City yang berada di puncak persaingan memperebutkan gelar juara Premier League.
Kedatangan Louis van Gaal sebagi Manajer baru Manchester United secara tidak langsung membuat Derby Manchester kembali menemukan gairahnya. Musim 2014/2015 Derby Manchester berakhir imbang, dimana di Leg Pertama Manchester City mengalahkan United dengan skor 1-0 namun di leg kedua Manchester United sukses membalas kekalahan mereka dengan skor yang cukup telak 4-2.
Musim ini Louis van Gaal sudah mulai membangun kestabilan di kubu Manchester United sedangkan Manuel Pellegrini sudah menemukan racikan yang tepat pada timnya. Sama-sama menjadi tim papan atas klasemen sementara Premier League, bukan hal yang mustahil jika Derby Manchester tahun ini tidak hanya menentukan siapa penguasa kota Manchester, tetapi juga menentukan siapa Juara Liga Inggris musim ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pellegrini Anggap Aguero Juga Pantas Menangi Ballon d'Or
Liga Inggris 20 Oktober 2015, 23:26
-
Skuat MU Sudah Siap Tempur Hadapi CSKA Moscow
Liga Champions 20 Oktober 2015, 22:23
-
Kurang Dihargai di Ballon d'Or, Yaya Frustasi
Piala Dunia 20 Oktober 2015, 19:05
-
Ward: Sterling Tak Pernah Kontak Dengan Barcelona
Liga Inggris 20 Oktober 2015, 18:21
-
Agen Sterling: Rodgers Bukan Manajer Bagus
Liga Inggris 20 Oktober 2015, 18:01
LATEST UPDATE
-
Marah-Marah Saat Diganti, Lamine Yamal Malah Dapat Pujian dari Hansi Flick
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 05:26
-
Liverpool Menang Sih, Tapi Memang Main Buruk Lawan Nottingham Forest
Liga Inggris 23 Februari 2026, 05:18
-
Hasil AS Roma vs Cremonese: Gawang Emil Audero Diberondong Tiga Gol
Liga Italia 23 Februari 2026, 04:59
-
Tottenham vs Arsenal 1-4: Panggung Pembuktian Pemain dan Karakter Juara Meriam London
Liga Inggris 23 Februari 2026, 04:50
-
Man of the Match AC Milan vs Parma: Mariano Troilo
Liga Italia 23 Februari 2026, 02:59
-
Man of the Match Tottenham vs Arsenal: Viktor Gyokeres
Liga Inggris 23 Februari 2026, 02:42
-
Hasil Milan vs Parma: Dipermalukan di Kandang, Rossoneri Semakin Tertinggal dari Inter
Liga Italia 23 Februari 2026, 02:27
-
Hasil Tottenham vs Arsenal: The Gunners Pesta Gol di Kandang Spurs
Liga Inggris 23 Februari 2026, 01:49
-
Hasil Atalanta vs Napoli 2-1: La Dea Bangkit, Partenopei Tersentak di Gewiss
Liga Italia 23 Februari 2026, 01:28
-
Man of the Match Barcelona vs Levante: Joao Cancelo
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 00:52
-
Hasil Barcelona vs Levante: Menang 3-0, Blaugrana Kudeta Puncak
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 00:24
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR