Bola.net - Oleh: Ari Prayoga
Sejak terpilihnya Brasil menjadi tuan rumah Piala Dunia edisi 2014, salah satu landmark beken di Rio de Janeiro, Cristo Redentor alias Christ the Redeemer atau Yesus Sang Penebus dalam Bahasa Indonesia menjadi sering muncul di iklan-iklan.
Bahkan, saking terkenalnya patung ini, sehari sebelum upacara pembukaan digelar, FIFA menerangi patung ini dengan warna 32 negara peserta secara bergantian.
Patung Cristo Redentor dengan latar belakang Estadio Maracana Telegraph
Patung Cristo Redentor dengan latar belakang Estadio Maracana
Sebelum laga kontra , dihantui tren meredupnya tim unggulan di matchday 2 Brasil 2014. Usai tampil impresif di laga perdana, dua unggulan lainnya, Brasil dan Italia tak mampu meraih kemenangan di laga kedua mereka. Dan sepertinya hal itu akan menjadi kenyataan di atas rumput Estadio Mineirao, Belo Horizonte.
Seakan ingin mengemulasi Sang Kristus, Lionel Messi melakukan penebusan di laga ini. Bukan semata penebusan karena ia tampil kurang maksimal sepanjang hampir 90 menit laga itu berjalan, melainkan juga menebus 'dosa' para rekan-rekannya yang tak kunjung mampu membongkar pertahanan Team Melli.
Salah satu pemain yang sedikit meredup di laga ini adalah Angel Di Maria. Sebagai pemain kunci yang menyambung antara lini tengah dan depan, passing rate Di Maria hanya mencapai 73 persen. Yang lebih parah, ia hanya menciptakan peluang sebanyak tiga kali yang semuanya berasal dari sepak pojok.
Peluang yang dikreasi Angel Di Maria, semua berasal dari sepak pojok Squawka
Tiga peluang yang dikreasi Angel Di Maria, semuanya berasal dari sepak pojok
Selain Di Maria, yang patut disorot adalah penampilan cukup -kalau tidak mau dibilang sangat- buruk dari Gonzalo Higuain. Dua key pass yang ia lepaskan sepanjang 77 menit berada di atas lapangan semuanya mengarah ke samping, bukannya ke depan. Selain itu, bomber Napoli ini tercatat hanya membuat sekali tembakan tepat sasaran ke gawang Iran.
Penampilan pas-pasan Argentina juga dipengaruhi oleh performa impresif yang ditunjukkan Iran. Dicatat Squawka, sepanjang laga anak asuh Carlos Queiroz melakukan 43 clearences dan 17 blocks. Selain itu, para pemain Iran juga dominan saat berduel satu lawan satu dengan melakukan 16 tekel sukses serta memenangi 9 duel udara.
Total clearence yang dilakukan pemain Iran Squawka
Total clearence yang dilakukan pemain Iran
Sedikit prestasi yang dilakukan Alejandro Sabella di laga ini adalah keputusan memasukkan Ezequiel Lavezzi menggantikan Sergio Aguero - yang juga tampil melempem. Dua peluang yang dikreasi Lavezzi salah satunya berujung menjadi gol Messi di masa injury time.
Ya, saat laga sepertinya akan berakhir dengan skor imbang tanpa gol, Messiah muncul dengan tendangan placing kaki kiri khas dirinya. Kali ini Alireza Haghighi pun tak mampu berbuat banyak.
Gol Messi sudah cukup untuk menghadirkan tiga poin kedua bagi Argentina sekaligus meloloskan timnya ke fase 16 besar di mana mereka akan berjumpa dengan runner-up Grup E.
Well, jika Messi mampu mempertahankan performanya dan membawa Albiceleste menjadi jawara di Maracana pada 14 Juli mendatang, bukan tak mungkin ia akan dipuja bagai Yesus Sang Penebus oleh rakyat Argentina.
Data statistik oleh: Squawka. (bola/pra)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inilah Barisan Striker Piala Dunia yang Memikat Van Gaal
Piala Dunia 22 Juni 2014, 22:35
-
Piala Dunia 22 Juni 2014, 22:16

-
Argentina Tak Maksimal, Messi Sebut Lapangan Terlalu Kering
Piala Dunia 22 Juni 2014, 18:44
-
Pendukung Iran Berpesta Di Teheran
Piala Dunia 22 Juni 2014, 16:55
-
Sabella Klaim Dua Kiper Tak Bakal Sanggup Hentikan Messi
Piala Dunia 22 Juni 2014, 16:40
LATEST UPDATE
-
Xabi Alonso Tegaskan Bakal Rayakan Gol Chelsea ke Gawang Liverpool
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 12:36
-
Manchester United Bisa Tiru Langkah Arsenal untuk Bangkit dari Keterpurukan
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 12:06
-
Lamine Yamal Buka Suara Usai Gagal Raih Ballon d'Or 2026: Giliran Saya Akan Tiba
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 11:56
-
Joao Pedro Dipastikan Absen Lawan Liverpool, Chelsea Kehilangan Mesin Gol Andalan
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 11:56
-
Andoni Iraola Optimistis Florian Wirtz Bisa Tampil saat Liverpool Hadapi Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 11:16
-
Gara-Gara Julian Alvarez, Barcelona Dijatuhi Denda oleh Federasi Sepak Bola Spanyol
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 10:36
-
Malam Memalukan Arsenal, Kalah dari Fleetwood meski Nilai Skuad Jauh Lebih Tinggi
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 09:56
-
Terinspirasi Grimsby yang Singkirkan Man Utd, Fleetwood Town Kini Permalukan Arsenal
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 09:16
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 28 Oktober 2026, 07:56
-
Mikel Arteta Sebut Arsenal Alami Hari Menyedihkan Usai Disingkirkan Tim Divisi Empat
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol 6-2, AS Roma Menang, Como Comeback
Liga Italia 28 Oktober 2026, 04:51
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR