Juara Bukan Jaminan Aman: 5 Manajer yang Dipecat Setelah Angkat Trofi Premier League, Arne Slot Berikutnya?

Bola.net - Menjuarai Premier League seharusnya menjadi puncak prestasi seorang manajer. Namun sejarah menunjukkan bahwa gelar tidak selalu menjadi tameng dari pemecatan.
Arne Slot mungkin merasa posisinya aman setelah membawa timnya juara. Akan tetapi, sejumlah nama besar pernah mengalami nasib berbeda hanya semusim setelah mengangkat trofi.
Liverpool sendiri tengah menghadapi periode sulit dengan sembilan kekalahan musim ini. Jumlah tersebut menyamai rekor terburuk mereka dalam satu dekade terakhir, dengan sembilan laga tersisa.
Jika ada anggapan bahwa status juara memberi waktu lebih panjang, kenyataannya tidak selalu demikian. Tekanan di klub elite kerap membuat kesabaran menjadi barang langka.
Berikut lima manajer top yang dipecat setelah menjadi juara Premier League. Daftar ini diurutkan dari keputusan yang relatif masuk akal hingga yang terasa paling kejam.
5. Jose Mourinho (Chelsea)

Musim 2015 2016 menjadi runtuhnya pertahanan gelar Chelsea di bawah Jose Mourinho. Hanya enam bulan setelah menjadi juara Premier League dan meraih Piala Liga, ia berpisah pada pertengahan Desember.
Chelsea terpuruk di papan bawah klasemen dan hanya meraih empat kemenangan dari 16 pertandingan terakhirnya. Kekalahan 2 1 dari Leicester menjadi titik akhir masa jabatannya.
Hubungan Mourinho dengan pemain dan staf juga memburuk, termasuk konflik dengan tim medis. Keputusan pemilik klub saat itu, Roman Abramovich, akhirnya dianggap sebagai langkah logis.
4. Antonio Conte (Chelsea)

Antonio Conte sebenarnya dipecat pada Juli 2018, jelang musim ketiganya. Hubungannya dengan manajemen sudah retak sejak beberapa bulan sebelumnya.
Chelsea finis di posisi kelima dan gagal lolos ke Liga Champions. Situasi itu memperburuk relasi antara Conte dan jajaran direksi.
Klub bahkan berusaha menghindari pembayaran kompensasi sebesar 9 juta pounds terkait pesan singkat kepada Diego Costa. Namun persidangan memenangkan Conte dan ia menerima kompensasi penuh.
3. Roberto Mancini (Manchester City)
Roberto Mancini membawa Manchester City juara pada 2012. Namun semusim kemudian, gelar kembali ke tangan Manchester United.
City memang finis kedua, tetapi kalah bersaing dalam perburuan gelar. Kekalahan di final Piala FA dari Wigan yang sudah terdegradasi menjadi pukulan telak.
Dua hari setelah final di Wembley, Mancini dipecat. Meski demikian, para pendukung City tetap memberi penghormatan atas jasanya.
2. Claudio Ranieri (Leicester City)
Claudio Ranieri menciptakan salah satu kisah paling luar biasa dalam sejarah sepak bola saat membawa Leicester juara. Namun musim berikutnya berjalan sangat berbeda.
Leicester terjerembap dekat zona degradasi dan hanya unggul satu poin dari dasar klasemen. Ancaman menjadi juara bertahan pertama yang terdegradasi sejak 1938 membayangi.
Keputusan pemecatan menuai kritik tajam, termasuk dari Gary Lineker. Meski menyakitkan, manajemen klub menilai perubahan kepemimpinan diperlukan demi kelangsungan tim.
1. Carlo Ancelotti (Chelsea)

Carlo Ancelotti membawa Chelsea meraih gelar ganda pada musim 2009/2010. Namun musim berikutnya berakhir tanpa trofi.
Chelsea finis sembilan poin di belakang Manchester United. Hasil itu dianggap tidak memenuhi ekspektasi manajemen.
Ancelotti dipecat segera setelah laga terakhir musim 2010/2011 di Goodison Park. Keputusan tersebut sering dinilai sebagai salah satu yang paling kejam dalam sejarah Premier League.
Sumber: Football365
Baca Juga:
- 5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
- 7 Bintang Dunia yang Bisa Gabung MLS di 2026, Termasuk Griezmann dan Casemiro
- Chelsea Terancam Jual Superstar, 5 Nama Besar yang Bisa Dilepas Musim Panas Ini
- Butuh Tembok Baru, 5 Bek Tengah Kidal yang Bisa Direkrut Barcelona
- Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Wolves vs Liverpool 7 Maret 2026
Liga Inggris 5 Maret 2026, 20:17
-
Liverpool vs Manchester United: Duel Panas Rebut Gelandang Juventus
Liga Inggris 5 Maret 2026, 19:15
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di Vidio, 4-6 Maret 2026
Liga Inggris 5 Maret 2026, 17:30
LATEST UPDATE
-
Baru Pekan ke-2, Bek Asing Bali United Cedera Parah dan Absen Hingga Akhir Musim
Bola Indonesia 11 September 2026, 22:36
-
Janji Shin Tae-yong: Persija Dapat 3 Poin Lawan Persib
Bola Indonesia 11 September 2026, 21:50
-
Hasil BRI Super League: Duel Dewa United vs Bhayangkara Berakhir Imbang 2-2
Bola Indonesia 11 September 2026, 21:14
-
Prediksi Madrid vs Rayo 13 September 2026
Liga Spanyol 11 September 2026, 21:10
-
Menpora Erick Thohir Minta Olahraga Dianggap Sebagai Investasi, Bukan Beban Biaya
Bola Indonesia 11 September 2026, 20:30
-
Prediksi Sunderland vs Arsenal 13 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 20:09
-
Balsa Sekulic Tertantang Bobol Gawang Persija Lagi
Bola Indonesia 11 September 2026, 20:02
-
Teja Paku Alam Siap Tampil di Laga Persija vs Persib
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:36
-
Prediksi BRI Super League: Bali United vs Isenmulang FC 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:20
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Borneo FC 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:16
-
Prediksi Lazio vs Milan 12 September 2026
Liga Italia 11 September 2026, 19:07
-
Hasil BRI Super League: Dwigol Jose Enrique Bawa Persik Tenggelamkan Garudayaksa
Bola Indonesia 11 September 2026, 17:31
-
Prediksi BRI Super League: PSS Sleman vs Madura United 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 16:56
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

























KOMENTAR