Bola.net - Bola.net - Arsenal akhirnya tumbang. Ya, setelah 'dimanjakan' oleh sejumlah kemenangan tepat sebelum bergulirnya Premier League musim ini, The Gunners akhirnya harus menelan kekalahan dari tetangganya di sebelah timur London, West Ham.
Dalam pertandingan ini, West Ham -atau tepatnya Slaven Bilic- sangat cerdas melihat sedikit peluang yang terbuka. Manajer asal Kroasia tersebut benar-benar jeli melihat permainan cepat Arsenal dan adanya kerapuhan di lini belakang akibat memakai sistem High Defensive Line. Sehingga, opsi counter-attack menjadi pilihan yang paling realistis dalam menghadapi strategi seperti itu.
Jika melihat statistik selama pertandingan berlangsung, terlihat jelas bahwa tuan rumah memegang kendali di sepanjang pertandingan dengan possesion ball mencapai 63% berbanding 37%. Bahkan, di awal-awal laga, praktis Mauro Zarate dkk tidak diberikan ruang untuk bergerak.
Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan oleh Arsene Wenger memang bekerja dengan baik... sangat baik hingga pertandingan usai. Aliran bola dari 2-3 pemain di lini tengah tersebut sesuai dengan apa yang diharapkan Wenger -juga para pemain Arsenal-, yakni cepat dan tepat.
Pergerakan di sisi sayap yang secara bergantian diisi oleh Santi Cazorla - Nacho Monreal dan Alex Oxlade-Chamberlain - Mathieu Debuchy, membuat permainan Arsenal semakin berkembang. Terlebih, pergerakan aktif dari tiga pemain tengah benar-benar membuat para pemain bertahan West Ham harus bekerja secara ekstra.
Sirkulasi serangan yang datang dari berbagai arah juga menjadi keunggulan Arsenal, sayangnya pertahanan West Ham jauh lebih tangguh dari sekedar meriam kosong.
Sejumlah peluang sempat didapatkan oleh barisan depan The Gunners. Mulai dari Cazorla, Mesut Ozil, Chamberlain, Aaron Ramsey dan Olivier Giroud, sayangnya di sepanjang menit tersebut tidak ada yang mampu merobek gawang . Secara khusus, pujian patut diberikan oleh penjaga gawang yang lahir di , Spanyol itu.
Peluang emas bagi Arsenal hadir ketika sepakan Aaron Ramsey yang sempat mengenai salah satu pemain belakang West Ham hanya menerpa mistar gawang.
Melihat klubnya di'telanjangi', Bilic pun -dengan tepat waktu- segera menyadari bahwa ia perlu mengganti taktik sebelum sesuatu yang menakutkan -pemain Arsenal membuat gol- terjadi.
Dalam pertandingan ini, manajer asal Kroasia tersebut menerapkan formasi pakem 4-3-1-2 yang bisa bertransformasi menjadi 4-3-3. Pemain baru, Dimitri Payet, menjadi sosok sentral dalam permainan anak-anak asuhan Bilic tersebut. Terbukti dengan kemampuannya, ia sukses menjadi motor serangan yang dibangun oleh pasukan The Hammers.
Hasilnya? Bisa dilihat sendiri saat Arsenal terkejut menerima serangan balik cepat yang diawali oleh Payet, dan dengan terpaksa Ramsey harus menjatuhkannya di area final third Arsenal.
Mental yang semula meninggi akhirnya runtuh di menit ke-43 saat gelandang bertahan Cheikhou Kouyate mampu memanfaatkan tendangan bebas Payet. Terdapat dua hal yang menjadi perhatian di sini, yaitu jebakan offside yang gagal dan justru mejadi senjata makan tuan serta kesalahan Petr Cech dalam mengantisipasi bola yang datang.
Saat tendangan bebas akan dilakukan, terlihat jelas jika kuartet pertahanan Arsenal berharap banyak pada peraturan offside terbaru Premier League, akan tetapi hal yang diharapkan tersebut tak terjadi. Kouyate lepas dari jebakan tersebut dan akhirnya sukses 'memperawani' Arsenal dengan satu kali sentuhan.
Tidak berbeda jauh, di babak kedua pasukan Arsenal tetap bermain sama seperti di babak pertama, lugas, cepat dan tepat. Akan tetapi, penampilan apik di lini tengah tersebut tidak diimbangi dengan lini pertahanan. Dan di sinilah kembali terlihat bagaimana rapuhnya lini belakang Arsenal yang digalang oleh Per Mertesacker dan Laurent Koscielny itu.
Petaka pun hadir di menit ke-57, dengan cepat Zarate merebut bola yang terlalu lama dimainkan di daerah pertahanan Arsenal sendiri. Tak perlu menunggu waktu lama, ia langsung melepaskan tendangan dan tidak memberikan kesempatan bagi Koscielny untuk menutup ruang tembaknya. Alhasil, Cech yang sudah kehilangan posisinya gagal melakukan penyelamatan. Dalam hal ini, Bilic benar-benar patut berbangga pada dirinya sendiri.
Wenger yang mengalami kebuntuan dengan cepat langsung memutuskan untuk menurunkan pemain kesayangannya, Theo Walcott. Sama dengan sebelumnya, kehadiran pemain berkecepatan tinggi sekalipun belum mampu membuat anak asuhnya mencetak gol. Beberapa kali membuat peluang, berulang kali juga para pemain Meriam London gagal menembus jala gawang Adrian.
Dengan kekalahan ini, semoga Wenger menyadari bahwa timnya segera melakukan penambahan kekuatan di lini serang Arsenal dan juga pembenahan di sektor pertahanan. Terlebih, dengan hanya bermodalkan sejumlah striker yang 'apa-adanya' ditambah dengan buruknya koordinasi lini belakang, dipastikan tidak akan membuat Wenger dan skuadnya berbicara banyak musim ini -eh tapi, katanya mereka calon juara, ya?-
Lantas, apa yang harus dibenahi Arsenal selain lini belakang?
Dengan melihat pertandingan tadi, sebenarnya tidak ada yang salah dari taktik dan strategi yang disusun oleh Wenger. Lapangan tengah pun praktis mampu diamankan oleh Ozil dkk, namun masalah terbesarnya saat ini terletak pada posisi terdepan. Mantan pelatih AS Monaco tersebut memang harus segera menambah sosok penyerang di lini depan. Kita ketahui bersama bahwa hal ini sudah banyak yang menyarankan.
Seorang Giroud memang bukanlah pemain yang buruk-buruk amat, akan tetapi sebuah klub -terlebih di Premier League- setidaknya harus memiliki sejumlah striker berkelas jika ingin benar-benar bersaing untuk meraih gelar juara musim ini. Walcott? Opsi menempatkan pemain di barisan depan dengan hanya mengandalkan kecepatan saja tentu bukan sebuah jalan keluar.
Karim Benzema adalah satu-satunya kesempatan bagi Wenger jika mereka tidak ingin hanya selalu menang dalam perolehan statistik saja di musim ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kebuntuan Wenger dan Cerdasnya Bilic Dalam Membaca Pertandingan
Editorial 9 Agustus 2015, 23:01
-
Wenger Tak Terkejut Arsenal Dikalahkan West Ham
Liga Inggris 9 Agustus 2015, 22:45
-
Arsenal Tersungkur di Kandang Sendiri
Galeri 9 Agustus 2015, 22:43 -
Kalahkan Arsenal, Bilic Ucapkan Terima Kasih Pada Big Sam
Liga Inggris 9 Agustus 2015, 22:33
-
Wenger Akui Arsenal Memang Kurang Meyakinkan
Liga Inggris 9 Agustus 2015, 22:26
LATEST UPDATE
-
Burnley vs Man Utd: Misteri Menit 61, Mengapa Bruno Fernandes Ditarik Keluar?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:44
-
Man of the Match Parma vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 8 Januari 2026, 07:30
-
Man of the Match Man City vs Brighton: Erling Haaland
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:16
-
Man of the Match Barcelona vs Athletic Club: Raphinha
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 07:04
-
Hasil Parma vs Inter: Chivu Taklukkan Mantan Klub, Nerazzurri Melesat di Puncak
Liga Italia 8 Januari 2026, 06:32
-
Man of the Match Burnley vs Manchester United: Benjamin Sesko
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:12
-
Hasil Man City vs Brighton: Gol Bersejarah Haaland Terasa Hambar
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:08
-
Man of the Match Fulham vs Chelsea: Harry Wilson
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:01
-
Hasil Barcelona vs Athletic Club: Pesta Gol, Blaugrana ke Final
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 05:38
-
Hasil Burnley vs Man United: Dua Gol Benjamin Sesko Warnai Debut Darren Fletcher
Liga Inggris 8 Januari 2026, 05:31
-
Hasil Napoli vs Lecce: Partenopei Selamat dari Kekalahan Setelah Tertinggal 0-2
Liga Italia 8 Januari 2026, 03:37
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
























KOMENTAR