
Bola.net - Liverpool tengah melaju kencang di Premier League musim ini. Mereka berpeluang mencetak sejarah baru dalam hal selisih poin dari peringkat kedua.
Setelah kemenangan 2-1 atas West Ham pada 13 April, The Reds unggul 13 poin di puncak klasemen. Dengan hanya enam pertandingan tersisa, posisi mereka semakin sulit dikejar.
Menurut simulasi Opta sebanyak 10.000 kali, Liverpool keluar sebagai juara di 99,9% skenario. Artinya, peluang mereka kehilangan gelar hampir tidak ada.
Kini, yang jadi pertanyaan adalah: apakah Liverpool bisa melampaui rekor selisih poin terbesar sepanjang sejarah Premier League?
Berikut ini lima juara Premier League dengan selisih poin terbesar.
5. Manchester City 2020/2021 – Selisih 12 Poin

Setelah Liverpool tampil dominan di musim sebelumnya, Manchester City membalas di musim 2020/2021. Mereka memanfaatkan performa menurun klub-klub pesaing.
Jurgen Klopp hanya membawa Liverpool mengoleksi 69 poin. Sementara itu, City mengakhiri musim dengan 86 poin, unggul 12 dari Manchester United.
Kunci sukses mereka adalah 15 kemenangan beruntun sejak Desember. Sayangnya, empat kekalahan dalam 11 laga terakhir membuat selisih poin tidak lebih besar lagi.
4. Chelsea 2004/2005 - Selisih 12 Poin

Musim debut José Mourinho langsung menghasilkan gelar Premier League. Ia membawa Chelsea meraih gelar liga pertama dalam 50 tahun.
Chelsea mencetak 95 poin dan meraih 29 kemenangan, rekor saat itu. Mereka juga mencatatkan 25 clean sheets dan hanya kebobolan 15 gol—rekor yang masih bertahan.
Chelsea unggul 12 poin atas Arsenal di posisi kedua, menjadikan musim itu salah satu performa defensif terbaik dalam sejarah liga.
3. Liverpool 2019/2020 - Selisih 18 Poin

Liverpool hampir memecahkan rekor Manchester City pada musim 2019/2020. Sayangnya, mereka hanya menyamai rekor selisih 18 poin milik United.
Musim itu dihentikan sementara akibat pandemi COVID-19 dan kembali digelar tanpa penonton. Meski begitu, Liverpool tetap tampil luar biasa dan mencetak 99 poin.
Mereka memastikan gelar dengan tujuh laga tersisa, rekor tercepat sekaligus paling lambat karena pandemi. Kekalahan dari City dan Arsenal membuat mereka gagal menambah jarak lebih jauh.
2. Manchester United 1999/2000 - Selisih 18 Poin

Setahun setelah meraih treble, Manchester United tampil lebih dominan di liga. Musim 1999/2000 jadi salah satu performa terbaik mereka di era modern.
Didukung duet Dwight Yorke dan Andy Cole serta kreativitas David Beckham dan Ryan Giggs, United mengakhiri musim dengan 11 kemenangan beruntun. Mereka mencetak 37 gol dalam rentang tersebut.
Meski kebobolan 45 kali—jumlah terbanyak dalam sejarah juara Premier League—United tetap tak terkejar. Mereka unggul 18 poin atas Arsenal.
1. Manchester City 2017/2018 - Selisih 19 Poin

Musim 2017/2018 menjadi musim luar biasa bagi Manchester City. Di bawah asuhan Pep Guardiola, mereka tampil dominan sepanjang kompetisi.
City mencetak banyak rekor baru saat itu, termasuk poin tertinggi (100), kemenangan terbanyak (32), dan gol terbanyak (106). Selisih gol mereka mencapai +79, tertinggi dalam sejarah Premier League.
Puncaknya adalah jarak 19 poin dari Manchester United di posisi kedua. Ini menjadi selisih poin terbesar sepanjang masa antara juara dan runner-up Premier League.
Sumber: Opta
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Diincar AC Milan, Liverpool Tetapkan Harga Jual Federico Chiesa
Liga Inggris 14 April 2025, 19:48
-
4 Pundit yang Sempat Prediksi MU Finis di Atas Liverpool Musim Ini
Editorial 14 April 2025, 14:33
-
Liverpool Menyusul? 5 Juara Premier League dengan Jarak Poin Terbesar
Editorial 14 April 2025, 08:35
LATEST UPDATE
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 22 Februari 2026
Voli 22 Februari 2026, 04:00
-
Man of the Match Lecce vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 22 Februari 2026, 03:18
-
Pertandingan 'Gila' di Championship: Wrexham Jungkalkan Ipswich Town 5-3
Liga Inggris 22 Februari 2026, 03:02
-
Man of the Match Osasuna vs Madrid: Ante Budimir
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:47
-
Man of the Match Chelsea vs Burnley: Joao Pedro
Liga Inggris 22 Februari 2026, 02:41
-
Hasil Osasuna vs Madrid: Bobol Menit Akhir, Los Blancos Tersungkur di El Sadar
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:38
-
Hasil Lecce vs Inter: Jungkalkan I Giallorossi, Nerrazurri Menjauh Dari Kejaran AC Milan
Liga Italia 22 Februari 2026, 02:15
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09























KOMENTAR