Bola.net - Oleh: Alexander Wibowo
Gelar scudetto Serie A akhirnya kembali ke kota Turin, ini adalah gelar pertama Si Kekasih Italia semenjak kasus Calciopoli yang menghancurkan mereka di 2006 silam.
Di bawah arahan Antonio Conte, pria yang pernah menjadi kapten mereka akhirnya Juve bisa menjadi Campione d'Italia, dalam perjalanannya musim ini mereka terbilang spesial, belum sekali pun tersentuh kekalahan hingga musim kompetisi Liga menyisakan satu giornata lagi.
Conte dan para pemain-pemain andalannya, ibarat sosok katalis bagi kembalinya Juve yang besar, kehadiran orang-orang ini mempercepat proses kembalinya Juve disegani di Italia.
Setelah sempat pontang-panting dengan keluar masuknya pelatih macam Claudio Ranieri, Ciro Ferrara, Alberto Zaccheroni maupun Luigi del Neri selepas mereka balik ke Serie A, dan berikut ini para sosok katalis yang layak dikedepankan di perjalanan Si Nyonya Tua musim ini.
Andrea Pirlo (36 pertandingan/3 gol)
Setahun silam, AC Milan memutuskan bahwa masa-masa terbaik pengatur serangan ini sudah berlalu, dan memilih untuk tidak menawarinya perpanjangan kontrak.
Faktanya, Pirlo lebih banyak menghabiskan musim itu dengan lilitan cedera, sehingga ia jauh dari penampilan terbaiknya, dan kehilangan posisi setelah Milan mendatangkan Mark van Bommel pada bursa transfer Januari.
Setelah 10 tahun bergelimang kesuksesan dengan seragam merah-hitam, Pirlo dipersilakan pergi dengan status free transfer.
Klub tujuan Pirlo mengejutkan banyak pihak, sebab kini ia telah melengkapi karirnya dengan bermain di tiga tim terbesar Italia, setelah menghabiskan masa-masa awal karirnya di Inter Milan.
Ia telah berusia 32 tahun saat bergabung dengan Juventus, yang berniat membangun kembali tim setelah melalui dua musim yang buruk, di mana mereka berturut-turut hanya finish di peringkat ketujuh dan gagal lolos ke kompetisi Eropa.
Gelandang yang rapuh dan menua memang tidak menjadi pilihan utama bagi Milan, namun Pirlo telah menjadi katalis di balik kesuksesan Juve.
Ia telah membuktikan bahwa dirinya tidak kehilangan satu pun andalannya, visi atau jangkauan operannya, dan telah menjadi salah satu pemain terbaik, bukan hanya untuk klubnya, namun di keseluruhan liga.
Pirlo mengatur kecepatan, irama, dan tempo yang dimainkan Juve, dan membawa rekan-rekan setim di sekelilingnya pada permainan, dan meletakkan mereka di posisi yang berbahaya.
Arturo Vidal (33 penampilan/7 gol)
Gelandang Cili ini mungkin menjadi pembelian terbaik Juve di masa pra musim. Operator lapangan tengah yang dinamis dan enerjik ini telah membuktikan nilainya di Bayer Leverkusen di Liga Jerman.
Bagaimanapun, sejarah telah membuktikan bahwa transfer Juve belakangan ini lebih banyak yang gagal, dan pembelian besar terakhir mereka dari klub Jerman, Werder Bremen, terhadap Diego benar-benar merupakan kegagalan.
Setelah awal yang meyakinkan, Diego kesulitan menyesuaikan diri dengan sistem permainan yang berganti dan tanpa mendapatkan peran vital, ia dicampakkan setelah menjalani musim yang buruk.
Dampak yang diperlihatkan Vidal, telah menjadi sukses tersendiri, bukan saja karena banyaknya gol yang ia ciptakan dari lapangan tengah, meski ia termasuk pemain jangkar.
Ia telah menjalin kerja sama apik dengan Pirlo dan juga Claudio Marchisio, dalam formasi tiga pemain tengah yang dipakai pelatih Antonio Conte.
Dan hampir pada tiap pertandingan, Juve mendominasi lawan-lawan mereka di lapangan tengah pada musim ini.
Claudio Marchisio (36 penampilan/9 gol)
Seorang pahlawan tanpa tanda jasa yang merupakan pemain lokal, gelandang ini telah memberi kontribusi penting bagi kesuksesan Juventus.
Juve tidak memiliki penyerang dominan pada musim ini, dan fakta bahwa hanya Alessandro Matri, dengan sepuluh gol liga, yang mampu mencapai dua digit, membuat sang penyerang sangat jauh dari posisi pencetak gol terbanyak liga.
Tetapi Marchisio telah mencetak sembilan gol dari lapangan tengah, dan berpadu dengan Vidal, mereka berdua telah menjadi sangat vital.
Faktanya, dua gol Marchisio saat mereka menang 2-0 atas AC Milan pada awal Oktober, adalah salah satu titik balik di musim ini.
Tipe permainan Marchisio serupa dengan gelandang Chelsea, Frank Lampard. Meski ia tidak memiliki kekuatan yang sangat mengagumkan, namun kecerdikan pemain ini telah menjadi salah satu kekuatannya.
Pemahamannya terhadap pertandingan, pengaturan waktu untuk berlari dan menemukan ruang, menjadikan Marchisio seorang master di lapangan tengah.
Gianluigi Buffon (35 penampilan/0 gol).
Kiper Italia ini absen pada sebagian besar pertandingan musim lalu karena cedera serius, absennya Buffon membuat Juve kehilangan salah satu pemimpin di lini belakang.
Di saat ia tidak begitu spektakuler di musim ini, kehadirannya sangat membawa rasa aman bagi pemain-pemain belakang Juventus.
Pengalamannya telah menjadi sangat penting, sehingga Buffon sering ditunjuk sebagai kapten, di saat kapten utama klub, Alessandro Del Piero, lebih sering menghuni bangku pemain cadangan.
Mengatur para pemain belakang yang berada di depannya, Buffon telah menjadi acuan dan sosok vital pada barisan pertahanan terbaik di liga. (afp/lex)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Del Piero Bangga Menjadi Bagian Sejarah Indah Juve
Liga Italia 8 Mei 2012, 16:01
-
Mereka Para Katalis Kembalinya Juventus
Editorial 8 Mei 2012, 14:59 -
Agnelli: Akan Ada Kejutan Indah Bagi Juventini
Liga Italia 8 Mei 2012, 13:00
-
Buffon: Terima Kasih Juga Untuk Inter!
Liga Italia 8 Mei 2012, 12:03
-
Ibra: Scudetto Juve 'Pemberian' Dari Milan
Liga Italia 8 Mei 2012, 11:01
LATEST UPDATE
-
Hasil Frosinone vs Juventus: Bianconeri Amankan Tiga Poin di Laga Perdana!
Liga Italia 24 Agustus 2026, 01:32
-
Man of the Match Newcastle vs Liverpool: Dominik Szoboszlai
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 00:45
-
Atletico Madrid Tutup Pintu Bagi Barcelona dan Arsenal untuk Transfer Julian Alvarez
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 23:32
-
Marc Guehi Puji Mentalitas Manchester City Usai Comeback Dramatis atas Bournemouth
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 23:22
-
Man of the Match Man City vs Bournemouth: Marc Guehi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 22:12
-
Hasil Man City vs Bournemouth: Dua Bek Bawa City Epic Comeback di Laga Perdana EPL!
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:58
-
Al-Hilal Goda Gabriel Martinelli untuk Cabut dari Arsenal
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:25
-
Here We Go! Man City Keluarkan Rp 2 Triliun untuk Datangkan Ayyoub Bouaddi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:07
-
Wow! Barcelona Bakal Lepas Alejandro Balde ke Manchester United?
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 20:00
-
Dipermalukan Tim Promosi, Luke Shaw Yakin MU Bakal Bersinar di Musim 2026/2027
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 19:30
-
Peringatan Inter Milan untuk Barcelona: Lautaro Martinez Tidak Dijual, Titik!
Liga Italia 23 Agustus 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR