Bola.net - Rivalitas Brasil dan Argentina adalah salah satu rivalitas paling bergengsi, tak hanya di Amerika Selatan namun juga di kancah persepakbolaan dunia. Kedua negara ini selalu diberkahi pemain-pemain berkualitas dari masa ke masa.
Pertemuan Brasil dan Argentina selalu mampu menarik perhatian. Sudah banyak pertandingan tak terlupakan di antara mereka. Salah satunya adalah yang tersaji pada 3 September 2006.
Pertandingan ini memang cuma berstatus uji coba internasional. Namun pertandingan yang dimenangi Brasil 3-0 ini meninggalkan kesan yang begitu mendalam. Penyebabnya adalah sebuah gol solo sensasional karya salah satu pesepakbola terbaik yang pernah ada.
Ricardo Izecson dos Santos Leite, itulah namanya. Dunia mengenalnya dengan nama Kaka.
Di pertandingan tersebut, legenda Brasil itu menunjukkan kualitas terbaiknya sebagai seorang gelandang serang. Sebuah gol indah hasil perpaduan visi, teknik dan kecepatan dia ciptakan.
Dalam prosesnya, Kaka yang waktu itu berusia 24 tahun membelah lini pertahanan Argentina dengan melewati beberapa pemain La Albiceleste dari wilayahnya sendiri. Termasuk di antaranya adalah pemuda 19 tahun yang tiga tahun setelah pertandingan ini bakal meraih trofi Ballon d'Or pertama dari kelimanya, yakni Lionel Messi.
Messi muda berusaha sekuat tenaga untuk mengejar Kaka, yang notabene sedang mendribel bola dengan kecepatan luar biasa menuju gawang Argentina. Namun, meminjam istilah dari dunia balap, Kaka 'mengasapinya'.
Scroll terus ke bawah.
Emirates Stadium Jadi Saksi
Emirates Stadium, London, Inggris, 3 September 2006.
Brasil vs Argentina didaulat menjadi pertandingan Internasional pertama yang digelar di stadion baru klub Arsenal. Hasilnya tidak mengecewakan.
Sebanyak 59.032 penonton yang menyaksikan langsung pertandingan tersebut menjadi saksi superioritas Brasil atas Argentina, juga kehebatan seorang Kaka.
Brasil, yang waktu itu dilatih Dunga, unggul cepat melalui gol Elano di menit 3. Eks gelandang Manchester City tersebut kemudian mencetak gol kedua di menit 67 dan menggandakan keunggulan Brasil atas Argentina.
Argentina, yang ditopang pemain-pemain seperti Juan Roman Riquelme, Carlos Tevez, hingga Messi, mencoba membalas di sisa waktu yang ada. Namun hingga hampir habis waktu normal, upaya-upaya Argentina tetap gagal.
Pada menit 89, terciptalah sebuah momen tak terlupakan. Kaka, yang baru masuk di awal-awal babak kedua, mengakhiri perlawanan Argentina dengan gol solo sensasionalnya.
Kaka merebut bola yang gagal dikuasai Messi dengan sempurna di wilayah Brasil, kemudian melakukan aksi slalom ke area Argentina. Eks bintang AC Milan itu mendribel dengan kecepatan fantastis, yang bahkan tanpa bola pun Messi tak kuasa mengejarnya.
Bek Gabriel Milito berusaha membaca gerakan Kaka demi coba menghentikannya, tapi sia-sia. Kaka melewatinya. Pada titik itu, Messi sudah berhenti mengejar, dan Kaka telah masuk ke dalam kotak penalti Area.
Kiper Roberto Abbondanzieri akhirnya keluar menerjang untuk menutup ruang tembak. Kaka tak terpengaruh olehnya. Dengan dingin, Kaka melepas tembakan rendah menyilang. Tembakannya tidak keras, tapi juga tak terlalu lemah. Itu sudah cukup untuk mengecoh Abbondanzieri sekaligus mematahkan upaya Pablo Zabaleta untuk menghalaunya di garis gawang.
Gol indah tercipta. Gol indah itu memastikan Brasil menang 3-0 atas Argentina.
Brasil XI: Gomes, Cicinho (Maicon 66), Lucio, Juan, Edmilson (Cearense 69), Gilberto, Elano (Julio Baptista 73), Silva, Fred (Vagner Love 80), Robinho (Rafael Sobis 89), Daniel Carvalho (Kaka 59).
Pelatih: Dunga.
Argentina XI: Abbondanzieri, Coloccini, Rodriguez (Samuel 46), Zabaleta, Mascherano (Somoza 46), Riquelme, Bilos (Insua 72), Tevez (Aguero 66), Milito, Gonzalez, Messi.
Pelatih: Alfio Basile.
Salah Satu Gol Terfavorit
Pada 2015 lalu, Kaka pernah ditanya tentang lima gol terfavorit yang pernah dicetaknya. Gol sensasional kontra Argentina di Emirates Stadium itu termasuk salah satu pilihannya.
"Saya mencuri bola dari Lionel Messi dan kemudian mendribel dengan kecepatan penuh. Dia coba mengejar saya, tapi saya tetap di depannya, lalu saya melewati Gabriel Milito dan mengakhirinya dengan finishing rendah menghindari sergapan Roberto Abbondanzieri."
Kaka di masa-masa keemasaannya, terutama pada periode pertama berseragam AC Milan, adalah pemain dengan kemampuan nyaris tanpa cela. Teknik, kecepatan, keseimbangan, kreativitas, kontrol bola, insting gol, dan permainannya yang elegan membuat dia diakui sebagai salah satu pesepakbola terbaik yang pernah ada.
Sao Paulo, Milan, Real Madrid, Orlando City, dan tim nasional Brasil sama-sama pernah menikmati kehebatannya. Dia pun telah memenangi hampir semuanya, termasuk Ballon d'Or 2007 dan Piala Dunia 2002.
Sepanjang kariernya, Kaka telah menciptakan banyak momen sensasional. Momen-momen itu pun tak mudah untuk dilupakan.
Salah satunya tentu saja ketika dia 'mengasapi' Messi muda dan membelah pertahanan Argentina di Emirates Stadium pada 3 September 2006.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Akan Ada 'Cristiano Ronaldo' di Arsenal Musim Depan
Liga Inggris 2 Juli 2019, 22:39
-
Lionel Messi, Sang Pengibar Bendera Argentina
Amerika Latin 2 Juli 2019, 13:00
-
Brasil vs Argentina: Ancaman Gabriel Jesus untuk Lionel Messi
Amerika Latin 2 Juli 2019, 12:30
-
Alisson Yakin Bisa Bungkam Messi di Semifinal Copa America
Amerika Latin 2 Juli 2019, 10:24
LATEST UPDATE
-
Fermin Lopez Siap Jadi False 9 Barcelona
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 15:13
-
29 Menit Yan Diomande, Indikasi Positif untuk Real Madrid
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 14:20
-
Daftar 18 Pemain Timnas Voli Putra Indonesia untuk Hadapi Kamboja
Voli 19 Agustus 2026, 13:34
-
Transfer Rodri ke Barcelona: Siapa yang Diuntungkan dan Siapa Saja yang Dirugikan?
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 13:25
-
Timnas Voli Putra Indonesia Uji Kekuatan Kamboja Jelang Asian Games 2026
Voli 19 Agustus 2026, 13:24
-
Diogo Dalot Berharap Rafael Leao Bertahan di AC Milan
Liga Italia 19 Agustus 2026, 13:01
-
Real Madrid Masih Mencari Pengganti Toni Kroos di Lini Tengah
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 12:27
-
Jude Bellingham Jadi Nomor 10, Arda Guler Bisa Berperan sebagai Nomor 6
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 11:21
-
Mourinho Ungkap Alasan Rodri Lebih Pilih Barcelona daripada Real Madrid
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 10:58
-
Jose Mourinho Dituntut Bawa Real Madrid Juara La Liga dan Kalahkan Barcelona
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 10:53
-
Diego Moreira, Amunisi Serbaguna untuk AC Milan
Liga Italia 19 Agustus 2026, 10:27
-
Liverpool Butuh Winger Anyar, Kebutuhan Mendesak di Lini Serang
Liga Inggris 19 Agustus 2026, 10:16
-
Timnas Voli Putri Indonesia Bawa Semangat HUT RI ke AVC Continental 2026
Voli 19 Agustus 2026, 09:20
-
Menanti Debut Rodri di Barcelona
Liga Spanyol 19 Agustus 2026, 09:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR