Bola.net - Bola.net - Ini bukan iklan lampu, tapi ini tentang Jupp Heynckes, salah satu pelatih terbaik yang dimiliki Jerman. Di negeri asalnya sana, pelatih yang pernah membawa Bayern Munchen meraih treble Bundesliga, DFB Pokal dan Liga Champions 2012/13 itu memang punya satu julukan unik, yakni 'Osram'.
Pelatih 72 tahun itu dijuluki seperti nama perusahaan lampu multinasional asal Jerman tersebut bukan tanpa alasan. Dia mendapatkan julukan itu karena wajahnya kerap memerah setiap kali merasa tertekan atau gelisah di pinggir lapangan.
Berkat kembalinya si 'Osram' inilah, The Bavarians yang sempat meredup kini telah kembali menyala dengan terang.

Bayern baru saja memastikan diri lolos bersama PSG dari Grup B ke babak 16 besar Liga Champions 2017/18. Kepastian itu didapatkan Bayern setelah menang 2-1 di markas Celtic pada matchday 4, Rabu (01/11).
Di Celtic Park, tanpa striker utama Robert Lewandowski yang cedera, Bayern kekurangan daya dobrak. Namun itu tak mencegah mereka untuk membawa pulang poin maksimal.
Bayern unggul lewat gol Kingsley Coman dari assist Sven Ulreich pada menit 22, tapi Celtic bisa membalas melalui gol Callum McGregor di menit 74. Tiga menit berselang, Bayern mengunci kemenangan berkat gol Javi Martinez dari assist David Alaba.
Bayern pun pasti finis minimal peringkat dua, sekaligus memupus harapan Celtic untuk maju ke putaran selanjutnya. Selain keunggulan enam poin, Bayern juga mengantongi keunggulan head-to-head atas Celtic, yang mereka kalahkan 3-0 lewat gol-gol Thomas Muller, Joshua Kimmich dan Mats Hummels di Allianz Arena pada matchday sebelumnya.

Kelolosan Bayern ini tak lepas dari penunjukan kembali Heynckes, yang dipercaya untuk sekali lagi menangani sang raksasa Bavaria. Dia ditunjuk menggantikan Carlo Ancelotti yang dipecat.
Bagi klub sebesar Bayern, Liga Champions sudah ibarat standar baku. Meski sukses di pentas domestik, jika gagal di kompetisi elit Eropa ini, maka pelatih harus siap-siap cabut.
Itulah yang terjadi pada Ancelotti. Meski membawa Bayern juara DFL- Supercup dan Bundesliga di musim pertamanya setelah menggantikan Josep Guardiola (2016/17), Ancelotti gagal membawa Bayern melewati perempat final, di mana mereka disingkirkan salah satu mantan klub Ancelotti, Real Madrid.
Ancelotti diberi kesempatan sampai musim kedua. Tantangannya lebih berat. Bayern diundi satu grup dengan Celtic, , dan terutama PSG yang kini diperkuat Kylian Mbappe dan Neymar. Bayern melalui ujian pertama tanpa kesulitan, menang 3-0 atas Anderlecht lewat gol-gol Lewandowski, Thiago dan Kimmich di Allianz Arena. Matchday selanjutnya jadi mimpi buruk bagi mereka.
Tandang ke Paris, Bayern dihajar 0-3. Setelah menghabisi Celtic 5-0 di Glasgow, kali ini PSG menekuk anak-anak asuh Ancelotti lewat gol-gol Dani Alves, Edinson Cavani dan Neymar. Kekalahan itu membuat Bayern tertinggal tiga poin dari PSG, dan Ancelotti kehilangan pekerjaannya.


Bayern putar haluan. Pilihan Bayern jatuh pada Heynckes, yang pada tahun 2013 - setelah mempersembahkan treble - dilepas oleh General Manager Uli Hoeness karena ingin menunjuk Guardiola. Heynckes menerimanya, dan cinta lama pun bersemi kembali.
Bagi mantan pelatih Real Madrid tersebut, ini adalah periode keempatnya melatih Bayern, setelah 1987-1991, 1997-1998, dan 2011-2013.
Sejak resmi kembali dilatih Heynckes, Bayern telah meraih enam kemenangan beruntun di semua kompetisi. Berikut daftarnya:
14-10-2017 Bayern 5-0 Freiburg (Bundesliga)
19-10-2017 Bayern 3-0 Celtic (UCL)
21-10-2017 Hamburg 0-1 Bayern (Bundesliga)
26-10-2017 Leipzig 1-1 (penalti 4-5) Bayern (DFB Pokal)
28-10-2017 Bayern 2-0 Leipzig (Bundesliga)
01-11-2017 Celtic 1-2 Bayern (UCL).
"Dia meniupkan napas kehidupan baru pada tim ini dan menyatukan kami semua," kata winger Franck Ribery kepada Kicker.
"Dia menumbuhkan kembali kepercayaan diri para pemain. Saya sangat senang dia kembali ke sini, dia paham kemampuan saya."

Dengan mengalahkan Celtic, Heynckes juga menjadi pelatih Bayern pertama yang sanggup meraih tujuh kemenangan beruntun di Liga Champions. Rentetan kemenangan ini sendiri merupakan kelanjutan dari musim 2012/13, di mana Bayern berturut-turut mengalahkan Juventus (agregat 4-0), Barcelona (agregat 7-0) dan Borussia Dortmund (2-1) dari perempat final hingga final.
7 - Jupp Heynckes is the first @FCBayernEN coach to win 7 consecutive CL games. Record. #CFCFCB @FCBayernUS pic.twitter.com/KG4H1qPo2r
— OptaFranz (@OptaFranz) October 31, 2017
(c) Transfermarkt
Dengan dua matchday tersisa, di mana mereka akan melawan Anderlecht (away) dan menjamu PSG, tidak bakal mudah bagi Bayern untuk finis sebagai juara grup. Kendala utamanya tentu saja rekor head-to-head mereka dengan PSG.
"Kami sudah lolos, itu yang penting. Namun akan sulit untuk finis sebagai juara grup jika melihat rekor head-to-head kami," kata Heynckes.
Meski begitu, misi tersebut tidaklah mustahil untuk diwujudkan. Pasalnya, sang raksasa Bavaria telah menemukan kembali kepercayaan diri dan bentuk permainan terbaik mereka.
Itu semua berkat kembalinya si 'Osram' ke Allianz Arena.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dani Alves Masih Berambisi Main di Inggris
Liga Inggris 1 November 2017, 18:36
-
Inter Kembali Lirik Pastore Plus Mangala
Liga Italia 1 November 2017, 17:15
-
Dani Alves Akui Hampir Gabung Liverpool
Liga Inggris 1 November 2017, 15:40
-
The Bavarians Kembali Menyala Dengan Kembalinya si 'Osram'
Editorial 1 November 2017, 14:11
-
Bayern Akui Akan Sulit Kejar PSG
Liga Champions 1 November 2017, 09:20
LATEST UPDATE
-
Mikel Arteta Sebut Arsenal Alami Hari Menyedihkan Usai Disingkirkan Tim Divisi Empat
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol 6-2, AS Roma Menang, Como Comeback
Liga Italia 28 Oktober 2026, 04:51
-
Sikap Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026 Jadi Sorotan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 23:56
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR