10 Tahun Gianni Infantino Pimpin FIFA, Erick Thohir Paparkan Banyaknya Pengaruh dan Dampak untuk Indonesia

10 Tahun Gianni Infantino Pimpin FIFA, Erick Thohir Paparkan Banyaknya Pengaruh dan Dampak untuk Indonesia
Penyerang Maroko, Brahim Abdelkader Diaz ketika menerima sepatu emas Piala Afrika 2025 dari Presiden FIFA, President Gianni Infantino. (c) AP Photo/Themba Hadebe

Bola.net - Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir, memberikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Gianni Infantino yang telah genap sepuluh tahun menjabat sebagai Presiden FIFA. Selama satu dekade terakhir, organisasi sepak bola tertinggi dunia tersebut dinilai berhasil meluncurkan berbagai program strategis yang transformatif.

"Kini telah 10 tahun sejak Presiden Gianni Infantino memulai kepemimpinannya di FIFA," ujar Erick Thohir.

"Selama satu dekade terakhir, FIFA meluncurkan berbagai program strategis yang berkontribusi signifikan terhadap perkembangan sepak bola di seluruh dunia. FIFA juga menghadirkan inisiatif transformatif yang membentuk ulang wajah sepak bola secara global," katanya menambahkan.

Terobosan penting seperti Seri FIFA telah membuka akses kompetisi antarbenua bagi asosiasi anggota yang sebelumnya sulit untuk diwujudkan secara mandiri. Selain itu, perubahan format Piala Dunia U-17 yang kini digelar setiap tahun menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan penemuan bakat muda.

1 dari 4 halaman

Terobosan FIFA

Piala Dunia 2026 juga akan mengalami perluasan peserta dari 32 tim menjadi 48 tim untuk meningkatkan representasi global. Sementara itu, format baru Piala Dunia Antarklub diharapkan mampu memperkuat eksistensi kompetisi level klub di kancah internasional.

"Seri FIFA menjadi terobosan penting dengan membuka kompetisi antarbenua bagi berbagai asosiasi anggota yang sebelumnya sulit terwujud. Piala Dunia U-17 FIFA kini digelar setiap tahun guna memastikan penemuan bakat berlangsung secara berkelanjutan," tegas Erick Thohir.

"Piala Dunia akan diperluas dari 32 menjadi 48 tim pada 2026 untuk memperluas partisipasi dan representasi global, sementara Piala Dunia Antarklub memperkuat eksistensi sepak bola klub dunia melalui format turnamen yang baru," lanjutnya.

2 dari 4 halaman

Sepak Bola Wanita

Erick Thohir juga menyoroti program pengembangan sepak bola wanita yang bertujuan untuk memprofesionalkan olahraga tersebut secara inklusif. Inisiatif kolektif ini memungkinkan negara-negara anggota, termasuk Indonesia, untuk meningkatkan daya saing mereka di tingkat Asia maupun dunia.

"Bersama dengan program pengembangan sepak bola wanita, upaya ini ditujukan untuk memprofesionalkan olahraga tersebut dan menciptakan ekosistem yang lebih inklusif," ucapnya.

"Secara kolektif, inisiatif ini memungkinkan negara-negara meningkatkan daya saing mereka di tingkat Asia maupun dunia. Perkembangan global tersebut juga tercermin jelas dalam pencapaian terbaru Indonesia," sambungnya.

3 dari 4 halaman

Dukungan FIFA

Pencapaian luar biasa Indonesia belakangan ini, seperti menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023, tidak lepas dari peran serta dukungan penuh FIFA. Timnas Indonesia kini juga mencetak sejarah dengan melaju hingga Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Dukungan konkret FIFA terlihat dari pendirian Kantor Regional di Jakarta serta bantuan melalui program FIFA Forward yang sangat bermanfaat. Salah satu hasil nyata dari kolaborasi ini adalah pembangunan pusat pelatihan berstandar internasional yang berlokasi di Ibu Kota Nusantara.

"Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 FIFA 2023, mengamankan tiket kompetitif pertamanya ke Piala Dunia U-17 FIFA 2025, serta menorehkan sejarah dengan melaju ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk tim nasional senior putra," kata Erick Thohir.

"FIFA memberikan dukungan konkret kepada asosiasi anggotanya, termasuk Indonesia, melalui pendirian Kantor Regional FIFA di Jakarta serta melalui Program FIFA Forward. Indonesia kini memiliki pusat pelatihan berstandar internasional di Nusantara sebagai ibu kota negara," tambahnya.


Manajemen Olahraga

Investasi jangka panjang ini dianggap sangat vital bagi pembinaan usia muda serta pertumbuhan sepak bola nasional secara menyeluruh. Ke depannya, PSSI berharap dapat memiliki kantor pusat representatif sendiri melalui program yang sama untuk menggantikan kantor sewa saat ini.

Selain infrastruktur, FIFA juga mendorong penguatan manajemen olahraga dan pendidikan sepak bola melalui inisiatif seperti Garuda Akademi. Program ini sudah memasuki tahap akhir dan siap menjadi wadah pengembangan talenta terbaik Indonesia dengan kurikulum kelas dunia.

"Hal ini menjadi investasi jangka panjang yang penting bagi pembinaan usia muda dan pertumbuhan sepak bola nasional. Ke depan, melalui program yang sama, diharapkan PSSI juga memiliki kantor pusat representatif milik sendiri, yang saat ini masih beroperasi dari kantor sewa," tegas Erick Thohir.

"Presiden Gianni melalui FIFA juga mendorong penguatan kapasitas manajemen olahraga dan pendidikan sepak bola melalui berbagai inisiatif seperti Garuda Akademi," bebernya.

4 dari 4 halaman

Erick Thohir Bangga

Upaya ini mencerminkan komitmen nyata untuk membangun sepak bola Indonesia baik dari sisi teknis maupun tata kelola manajemen profesional. Erick Thohir menyatakan rasa bangganya dapat berkontribusi dalam komunitas FIFA demi kemajuan sepak bola yang lebih kompetitif.

"Program tersebut kini memasuki tahap akhir dan menjadi wadah pengembangan talenta terbaik bangsa dengan panduan kurikulum kelas dunia dari FIFA. Ini mencerminkan komitmen nyata untuk membangun sepak bola tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga melalui tata kelola dan manajemen yang profesional," tutur Erick Thohir.

"Sebagai bagian dari perjalanan ini, saya bangga dipercaya untuk berkontribusi dalam komunitas FIFA serta menyaksikan kemajuan positif sepak bola yang semakin inklusif, kompetitif, dan berkelas dunia."

"Saya juga bangga membantu Indonesia memperoleh pengakuan internasional yang lebih luas melalui berbagai kolaborasi dan dukungan dari FIFA. Sekali lagi, terima kasih Presiden Gianni Infantino," imbuhnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL