Bola.net - Bambang Suryo, mantan runner pengatur pertandingan sepak bola di Indonesia, angkat bicara soal pintu masuk bandar untuk melakukan tindakan lancung tersebut. Pria yang karib disapa BS ini menyebut bahwa tumbuh suburnya match fixing tak lepas dari masalah finansial sebuah klub.
"Ya masalah finansial ini merupakan alasan utama," ujar Bambang Suryo, kala berbincang dengan sejumlah wartawan, beberapa waktu lalu.
"Mereka datang dengan menawarkan uang dalam jumlah besar pada klub yang kesulitan keuangan. Kira-kira bagaimana respon mereka? Omong kosong kalau ada yang menolak," sambungnya.
Pernyataan BS ini diamini Asisten Pelatih Metro FC, Gunawan. Ia membeber pengalamannya kala masih menangani Persipur Purwodadi, beberapa waktu silam.
"Waktu itu kami tak punya dana untuk persiapan tim jelang kompetisi. Kemudian ada bandar masuk dengan membawa uang banyak, sekitar Rp 2 miliar," tuturnya.
"Jadi kedatangan mereka ini juga bisa dibilang 'berdampak positif bagi klub yang kesulitan dana. Meski tentu saja ada embel-embelnya," ia menambahkan.
Sebelumnya, pembahasan match fixing mengemuka lagi belakangan ini. Hal tersebut dipicu sejumlah kejanggalan pada kompetisi di Indonesia.
Sementara itu, fenomena ini juga mengundang perhatian Save Our Soccer (SOS). Lembaga yang concern dengan pembenahan tata kelola sepak bola Indonesia ini juga menilai bahwa masalah finansial kerap menjadi pintu masuknya bandar pengatur pertandingan ke sebuah klub. Karenanya, Koordinator SOS, Akmal Marhali, menyebut bahwa seharusnya proses verifikasi sebelum kompetisi harus dilakukan sesuai regulasi, alih-alih sekadar lip service belaka.
"Klub yang tak punya kesehatan finansial berdasarkan regulasi lisensi klub profesional AFC harusnya tidak lolos verifikasi dan tidak berhak tampil di kompetisi profesional," tegas Akmal, pada Bola.net, Rabu (28/11).
"Krisis keuangan membuka jalan masuknya bandar-bandar judi untuk mengatur skor. Hal ini sudah pernah terjadi di liga negara besar seperti Seri A dan La Liga," pungkasnya.
Berita Video
Timnas Indonesia gagal tampil sesuai ekspektasi di Piala AFF 2018, lalu siapa yang mesti bertanggung jawab?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bandar Match Fixing Kerap Manfaatkan Kesulitan Finansial Klub
Bola Indonesia 28 November 2018, 23:21
-
Gede Widiade Ogah Komentari Tagar #EdyOut
Bola Indonesia 28 November 2018, 20:19
-
Edy Rahmayadi: PSSI Sanggup Bayar Luis Milla 30 Milyar Rupiah
Tim Nasional 28 November 2018, 07:59
-
PSSI Buka Peluang Rekrut Pelatih Juara Liga 1 untuk Tangani Timnas Indonesia
Tim Nasional 27 November 2018, 22:31
-
Didesak Mundur, Edy Rahmayadi: Nama Indonesia Bisa Jadi Jelek
Bola Indonesia 27 November 2018, 15:47
LATEST UPDATE
-
Bursa Transfer Sedikit Lagi Tutup, Wayne Rooney Minta MU Angkut Pemain Arsenal Ini
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 21:00
-
Fabio Capello Sebut Inter Milan Tak Punya Rival di Serie A
Liga Italia 21 Agustus 2026, 21:00
-
Manchester United Diprediksi Bawa Pulang 3 Poin dari Kandang Hull City
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 20:45
-
Manchester City Masih Minati Enzo Fernandez, Chelsea Tak Bergeming!
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 20:30
-
Arsenal Tutup Pintu untuk Real Madrid, Martin Zubimendi Tak Akan Dijual
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 20:24
-
Yan Diomande: Saya Terbebani Label Harga di Madrid? Ngapain!
Liga Spanyol 21 Agustus 2026, 20:15
-
Michael Carrick Pastikan MU Belum Berhenti Belanja Pemain Baru!
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 20:00
-
Youri Tielemans Dinilai Belum Layak Main untuk Manchester United
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 19:48
-
Carlos Baleba Dikabarkan Merapat ke MU, Begini Kata Pihak Brighton
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59




















KOMENTAR