
Bola.net - Sriwijaya FC menapaki fase paling kelam dalam sejarahnya. Klub berjuluk Elang Andalas itu resmi menjadi tim pertama yang terdegradasi dari Pegadaian Championship musim 2025/2026, sebuah kenyataan pahit yang harus diterima meski kompetisi masih menyisakan enam pertandingan.
Hingga pekan ke-21, Sriwijaya FC baru mengoleksi dua poin dari rangkaian laga yang telah dijalani. Tim asal Palembang tersebut belum sekali pun merasakan kemenangan, sebuah indikator jelas betapa beratnya musim yang mereka jalani sejak awal kompetisi.
Situasi itu semakin menyesakkan setelah Sriwijaya FC tumbang 0-3 dari Sumsel United pada laga pekan ke-21 Pegadaian Championship.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya, Sabtu (28/2/2026) malam WIB itu sekaligus memastikan nasib mereka turun kasta ke Liga Nusantara musim depan.
Performa Terpuruk dan Masalah Tak Kunjung Usai
Secara matematis, Sriwijaya FC nyaris mustahil keluar dari dasar klasemen Grup A. Dengan raihan dua poin, jarak mereka dengan tim peringkat kesembilan—posisi aman terdekat—terlampau jauh.
Selisih poin dengan Persekat Tegal yang berada satu tingkat di atas mencapai 20 poin, sebuah jurang yang tak mungkin ditutup dalam sisa enam laga.
Degradasi ini sejatinya bukan kejutan. Sepanjang musim, Sriwijaya FC dibelit persoalan finansial serius. Kondisi tersebut memicu eksodus pemain secara bertahap dan berdampak langsung pada kualitas tim.
Bahkan, dalam beberapa laga tandang antarpulau, klub harus menempuh perjalanan darat menggunakan bus, alih-alih pesawat terbang sebagaimana lazimnya klub profesional.
Kejayaan yang Terancam Tinggal Kenangan
Didirikan pada 2004 setelah Pemerintah Sumatra Selatan mengakuisisi lisensi Persijatim, Sriwijaya FC sempat tumbuh pesat dan menjelma kekuatan baru di sepak bola nasional.
Dua gelar Liga Indonesia serta tiga trofi Copa/Piala Indonesia pernah mereka persembahkan, didukung deretan pemain bintang lokal maupun asing.
Namun, fondasi kejayaan itu perlahan rapuh. Pengelolaan klub yang jauh dari prinsip profesionalisme, terlalu bertumpu pada figur dan kepentingan politik, membuat Sriwijaya FC kehilangan arah.
Tanpa pembenahan menyeluruh dan manajemen yang sehat, bukan tidak mungkin seluruh prestasi masa lalu klub kebanggaan Palembang ini hanya akan menjadi catatan sejarah yang kian pudar dalam ingatan publik sepak bola Indonesia.
Disadur dari: Bola.com/Hery Kurniawan
Baca Ini Juga:
- Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini, Minggu 1 Maret 2026
- Prediksi BRI Super League: Persis Solo vs Persik Kediri 1 Maret 2026
- Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Bhayangkara FC 1 Maret 2026
- Hasil BRI Super League Bali United vs Persijap: Cuma Hasilkan Skor Kacamata
- Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Thomas Tuchel Jauhkan Inggris dari Label Favorit Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 10 Juni 2026, 14:12
-
Top Skor Sepanjang Masa Timnas Inggris: Harry Kane Ungguli Wayne Rooney
Piala Dunia 10 Juni 2026, 14:03
-
Piala Dunia 2026: Korea Selatan Bidik Awal Sempurna Saat Hadapi Ceko
Piala Dunia 10 Juni 2026, 13:46
-
Senegal Klarifikasi Video Pemeriksaan Keamanan Bandara di AS yang Viral
Piala Dunia 10 Juni 2026, 12:38
-
Kenan Yildiz Jadi Pemain Sakral Juventus, Arsenal Ditolak
Liga Italia 10 Juni 2026, 12:37
-
Merasa Sedang Prime, Harry Kane Bidik Trofi Piala Dunia Bersama Inggris
Piala Dunia 10 Juni 2026, 12:08
-
Benfica Resmi Lepas Jose Mourinho ke Real Madrid
Liga Spanyol 10 Juni 2026, 11:55
LATEST EDITORIAL
-
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersinar di Piala Dunia
Editorial 10 Juni 2026, 13:24
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
























KOMENTAR