Bola.net - Sebelum sohor sebagai pelatih papan atas Indonesia, nama Djadjang Nurdjaman lebih dulu tenar sebagai pemain. Pria yang akrab disapa Djanur itu sangat lekat dengan Persib Bandung saat menjadi pemain.
Saat masih bermain, tepatnya pada era 1980-an, Djanur mengakui bahwa ada banyak kasus sepak bola gajah. Selain itu, kompetisi di Galatama juga rentan dengan kasus suap. Selain di Persib, Djanur juga pernah bermain di Mercu Buana Medan.
"Memang banyak sepak bola gajah, suap sana sini tapi saya masih bertahan di Galatama dan saya keluar dari Mercu Buana Medan karena memang timnya bubar setelah tidak ada Galatama," jelas Djanur dalam channel YouTube Jurnal Opah.
Selama bermain di Galatama, Djanur mengaku sempat mengajak rekan-rekannya yang ada di Persib untuk bergabung seperti Dede Iskandar dan Yusuf Bachtiar. "Tapi mereka tidak mau, mungkin mereka memilih kerja," cetus Djanur.
Djanur dan Persib Bandung
Diakui Djanur, ketertarikannya bermain di Galatama karena memang sudah ada uangnya, berbeda dengan Perserikatan tidak mendapat apa-apa.
"Tapi setelah membawa Persib juara tahun 1986, saya mendapat pekerjaan jadi pegawai di salah satu BUMN di PLN. Itu lebih menenangkan secara pribadi dan keluarga," seloroh Djanur.
Keluar dari Mercu Buana Medan, Djanur memang kembali ke Bandung dan mendapat tawaran balik lagi ke Persib Bandung pada tahun 1985 sampai akhir karirnya sebagai pemain di Persib dan membawa juara pada tahun 1986 dan 1990.
"Selama di Persib saya selalu jadi pemain utama, termasuk saat di Brunai saya main juga," tutur Djanur yang juga pernah membawa Persib juara dengan posisi sebagai pelatih pada tahun 2014.
Djanur mengaku kembali ke Persib Bandung karena mendapat panggilan langsung dari pelatihnya saat itu Nandar Iskandar dan manajernya almarhum Yayat Ruhiyat.
Sempat Kontrak Rumah dalam Gang
Kembali ke Bandung, Djanur harus berjuang kembali untuk meniti karirnya sebagai pemain sepak bola walau sampai di Bandung belum memiliki rumah pribadi sendiri dan harus mengontrak rumah di sebuah gang di sekitar Jalan Gurame, Kota Bandung.
"Tapi saya patut bersyukur juga karena yang mengontrakan rumah dalam gang itu pengurus Persib. Jadi saya harus bersyukur karena memang saya dibutuhkan dan karena tahu kemampuan saya," ujar Djanur.
"Jujur saja waktu itu Galatama levelnya ada di atas, sehingga saya lebih percaya diri saat bergabung dengan Persib yang sudah masuk final dua kali dan saya langsung pilihan utama siapapun pelatihnya," ungkap Djanur.
Padahal saat itu posisi Djanur di Persib sudah ada Kosasih dan Wawan Kurniawan, juga Dede Rosadi. "Tapi boleh dikatakan kemampuannya tidak jauh berbeda dan saya tidak pernah tergusur, mungkin karena pelatih yang lebih tahu dengan kemampuan saya di winger baik kiri atau kanan, dan saya punya kecepatan," ungkap Djanur.
Disadur dari Bola.com (Penulis: Gregah Nurikhsani, 24 Januari 2021)
Baca Ini Juga:
- Kiprah Mochamad Iriawan di PSSI dan 5 Keputusan Kontroversial yang Dibuat
- 3 Faktor yang Membuat Keperkasaan Liverpool Luntur dan Tertinggal Dari MU
- Petualangan Yeyen Tumena: Pemain Sepak Bola, Futsal, Komentator, Dirtek, Hingga Pelatih
- Frank Lampard dan 11 Manajer Chelsea Era Roman Abramovich, Siapa yang Terbaik?
- 5 Pemain Asing yang Mungkin Pindah Karena Status Shopee Liga 1 Belum Jelas
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bek Persib Bandung Ardi Idrus Dirumorkan Dilirik 5 Klub Luar Negeri
Bola Indonesia 25 Januari 2021, 14:31
-
Djadjang Nurdjaman Kenang Sepak Bola Gajah Era Galatama
Bola Indonesia 25 Januari 2021, 14:29
-
Tunggu Izin Persib, Beckham Putra Berpeluang Main di Montenegro Musim Depan
Bola Indonesia 25 Januari 2021, 09:15
-
Persib Bandung Pilih Pasif Tunggu Liga 1 2021, Ada Apa?
Bola Indonesia 25 Januari 2021, 09:12
-
Persib Rombak Pemain untuk Liga 1 2021?
Bola Indonesia 23 Januari 2021, 18:22
LATEST UPDATE
-
Prediksi Milan vs Genoa 9 Januari 2026
Liga Italia 8 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Atletico Madrid vs Real Madrid 9 Januari 2026
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 02:00
-
Tempat Menonton Man City vs Brighton: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 01:09
-
Prediksi PSG vs Marseille 9 Januari 2026
Liga Eropa Lain 8 Januari 2026, 01:00
-
Tempat Menonton Fulham vs Chelsea: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 00:35
-
BRI Super League: Persebaya Menggebrak dengan Pelatih dan 2 Pemain Asing Baru
Bola Indonesia 7 Januari 2026, 21:57
-
Rodrygo Naik Level: Dari Cadangan Jadi Andalan Baru Real Madrid
Liga Spanyol 7 Januari 2026, 21:34
-
AC Milan Pilih Jadi Penonton Persaingan Scudetto Serie A 2025/2026
Liga Italia 7 Januari 2026, 20:48
-
Tiket Early Bird KLBB 2026 Ludes Secepat Kilat, Habis Tak Sampai Satu Jam
Lain Lain 7 Januari 2026, 20:38
-
Live Streaming Parma vs Inter - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 7 Januari 2026, 19:45
-
Ole Gunnar Solskjaer Muncul di Cheshire, Segera Kembali ke Manchester United?
Liga Inggris 7 Januari 2026, 19:42
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR