Bola.net - Akademi Sepakbola Flexi (FFS) akan menggelar kursus kepelatihan bersertifikat lisensi C nasional, 4-18 Maret mendatang di Makassar. Kursus tersebut merupakan salah satu program PSSI Sulawesi Selatan dan menyerahkan kepada FFS untuk menyelenggarakannya.
Pelatih FFS, Atto Suharto, mengatakan, kursus ini akan dibuka untuk peserta asal Makassar dan kawasan Indonesia Timur. Panitia mulai membuka pendaftaran pada 11-25 Februari. Panitia menargetkan peserta sekitar 30 orang.
Untuk menjadi peserta, panitia memberlakukan dua syarat utama. Yang utama adalah pendaftar merupakan pemegang lisensi D nasional, dan masih aktif sebagai pelatih minimal dalam waktu setahun terakhir.
Selain itu calon peserta juga diwajibkan sehat jasmani dan rohani. Peserta harus memenuhi sejumlah syarat administrasi, termasuk biaya kontribusi sebesar Rp 6,5 juta.
Lisensi C Nasional merupakan salah satu tahapan dalam karir seorang pelatih. Atto menyebutkan, lisensi tersebut merupakan syarat utama pagi pelatih untuk menangani tim Divisi I atau II di Liga Indonesia.
Itu juga berlaku bagi tim sepakbola kota/ kabupaten peserta Pekan Olahraga Daerah. "PSSI Sulsel mendukung penuh karena ini membantu program mereka," terang Atto.
Sekretaris panitia, Syarif Lili, menambahkan sertifikat para peserta yang lulus nantinya akan diterima paling lambat tiga pekan setelah kursus. Menurut Syarif, selama ini sering terjadi penipuan berkedok kursus kepelatihan.
Untuk menjamin kursus berjalan lancar, panitia juga berencana mendatangkan langsung pimpinan PSSI untuk memantau. "Kalau perlu kita datangkan Pak Djohar (Arifin Husin, Ketua PSSI)," ujarnya. (nda/dzi)
Pelatih FFS, Atto Suharto, mengatakan, kursus ini akan dibuka untuk peserta asal Makassar dan kawasan Indonesia Timur. Panitia mulai membuka pendaftaran pada 11-25 Februari. Panitia menargetkan peserta sekitar 30 orang.
Untuk menjadi peserta, panitia memberlakukan dua syarat utama. Yang utama adalah pendaftar merupakan pemegang lisensi D nasional, dan masih aktif sebagai pelatih minimal dalam waktu setahun terakhir.
Selain itu calon peserta juga diwajibkan sehat jasmani dan rohani. Peserta harus memenuhi sejumlah syarat administrasi, termasuk biaya kontribusi sebesar Rp 6,5 juta.
Lisensi C Nasional merupakan salah satu tahapan dalam karir seorang pelatih. Atto menyebutkan, lisensi tersebut merupakan syarat utama pagi pelatih untuk menangani tim Divisi I atau II di Liga Indonesia.
Itu juga berlaku bagi tim sepakbola kota/ kabupaten peserta Pekan Olahraga Daerah. "PSSI Sulsel mendukung penuh karena ini membantu program mereka," terang Atto.
Sekretaris panitia, Syarif Lili, menambahkan sertifikat para peserta yang lulus nantinya akan diterima paling lambat tiga pekan setelah kursus. Menurut Syarif, selama ini sering terjadi penipuan berkedok kursus kepelatihan.
Untuk menjamin kursus berjalan lancar, panitia juga berencana mendatangkan langsung pimpinan PSSI untuk memantau. "Kalau perlu kita datangkan Pak Djohar (Arifin Husin, Ketua PSSI)," ujarnya. (nda/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
FFS Buka Kursus Kepelatihan Lisensi C
Bola Indonesia 6 Februari 2013, 21:45
-
Terkait Lisensi Pelatih, Tim Pelatih PSM Penuhi Syarat
Bola Indonesia 18 Januari 2013, 18:30
LATEST UPDATE
-
Puasa Gol Christian Pulisic Kian Panjang di Tahun 2026
Liga Italia 7 April 2026, 23:32
-
Tempat Menonton Sporting CP vs Arsenal: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:02
-
Tempat Menonton Madrid vs Bayern: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 7 April 2026, 22:01
-
Bagaimana Update Naturalisasi Luke Vickery untuk Bela Timnas Indonesia?
Tim Nasional 7 April 2026, 21:25
-
Real Madrid Unggul Telak atas Bayern Munchen Secara Sejarah
Liga Champions 7 April 2026, 20:38
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32























KOMENTAR