Persija Jakarta Raja Kartu Merah di BRI Super League 2025/2026: Tanda Bahaya di Tengah Perburuan Gelar!

Persija Jakarta Raja Kartu Merah di BRI Super League 2025/2026: Tanda Bahaya di Tengah Perburuan Gelar!
Aksi Jordi Amat ketika membela Persija Jakarta pada laga BRI Super League 2025/2026 (c) Abdul Aziz

Bola.net - Persija Jakarta menghadapi masalah serius di BRI Super League 2025/2026. Bukan soal taktik atau kualitas pemain. Namun, disiplin di lapangan yang terus jadi sorotan.

Hingga pekan ke-26, Persija menjadi salah satu tim dengan kartu merah terbanyak. Catatan ini menjadi ironi di tengah ambisi mereka bersaing di papan atas.

Macan Kemayoran sudah menerima delapan kartu merah. Jumlah itu hanya kalah dari Arema FC dalam daftar tim paling sering kehilangan pemain.

Situasi ini jelas merugikan. Bermain dengan 10 pemain membuat keseimbangan tim terganggu. Momentum pertandingan pun sering berubah.

Kini, masalah disiplin menjadi pekerjaan rumah besar. Jika tidak dibenahi, peluang Persija untuk bersaing dalam perebutan gelar bisa semakin menipis.

1 dari 3 halaman

Deretan Kartu Merah dan Dampaknya di Lapangan

Aksi Allano Lima pada laga Bhayangkara FC vs Persija Jakarta di pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. Persija Jakarta

Aksi Allano Lima pada laga Bhayangkara FC vs Persija Jakarta di pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. Persija Jakarta

Delapan kartu merah Persija datang dari beberapa nama penting. Jordi Amat menjadi penyumbang terbanyak dengan dua kartu merah.

Selain itu, nama seperti Bruno Tubarao, Fabio Calonego, hingga Rio Fahmi juga masuk daftar. Allano Lima, Aditya Warman, dan Figo Denis juga pernah dapat kartu merah. Ini menunjukkan masalah terjadi secara kolektif.

Kasus terbaru terjadi saat melawan Bhayangkara FC. Jordi Amat diusir setelah menerima dua kartu kuning.

Saat itu, skor masih imbang 1-1. Namun, setelah kehilangan satu pemain, Persija gagal menjaga keunggulan dan akhirnya kalah 2-3.

Kartu merah bukan sekadar angka statistik. Dampaknya langsung terasa pada hasil pertandingan.

2 dari 3 halaman

Emosi Tak Stabil, Ambisi Gelar Terancam

Logo Persija Jakarta (c) Dok. Persija

Logo Persija Jakarta (c) Dok. Persija

Masalah Persija tidak berhenti pada kartu merah. Mereka juga dominan dalam jumlah kartu kuning.

Allano Lima menjadi pemain dengan kartu kuning terbanyak. Jordi Amat juga masuk daftar teratas dalam kategori ini.

Hal ini menunjukkan pola yang sama. Permainan keras dan emosi yang tidak terkontrol menjadi akar masalah.

Manajemen sudah memberi peringatan. Namun, perubahan belum terlihat signifikan di lapangan.

Akibatnya, Persija kini tertinggal dalam persaingan gelar. Mereka berada di posisi ketiga dengan selisih poin dari Persib Bandung dan Borneo FC.

Jika disiplin tidak segera dibenahi, ambisi juara bisa berubah jadi penyesalan di akhir musim.

Disadur dari: Bola.com/Muhammad Adi Yaksa


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL