Bola.net - Meskipun gagal tampil bersama tim KPSI di Piala AFF 2012, Alfred Riedl tampaknya akan tetap dipertahankan untuk melatih tim KPSI.
Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara tim KPSI, Togar Manahan Nero. Menurutnya, Riedl akan tetap bersama tim KPSI sebagai persiapan untuk terjun di Piala Asia 2013.
"Dia akan tetap menangani tim KPSI yang akan dipersiapkan ke Piala Asia 2013," ujar Togar.
Selain itu, Togar menambahkan, dipertahankannya Riedl karena KPSI berpatokan pada amanat Kongres PSSI di Ancol. Dalam kongres tersebut disebutkan bahwa Timnas harus diisi oleh para pemain terbaik dari kompetisi tertinggi.
"Tim yang dilatih Riedl merupakan pemain dari klub yang berkompetisi pada level teratas, sama seperti tim-tim negara lain mana pun di dunia. Kompetisi Indonesia Super League diikuti oleh 18 klub sehingga sebuah tim bertanding sebanyak 34 kali dalam setahun," tambahnya.
Selain tetap akan mempertahankan pelatih asal Austria tersebut. KPSI juga menegaskan, Riedl diberikan kewenangan memilih pemain dari kompetisi mana pun.
"Siapa pun yang dipanggil Riedl, itu merupakan kewenangannya 100 persen. Dari kompetisi mana pun kalau memang menurut dia pantas masuk Timnas, kami tak akan pernah ikut campur, bahkan anggota Exco sekali pun. Tak ada pihak yang lebih berwenang selain pelatih kepala," tandasnya. (ant/dzi)
Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara tim KPSI, Togar Manahan Nero. Menurutnya, Riedl akan tetap bersama tim KPSI sebagai persiapan untuk terjun di Piala Asia 2013.
"Dia akan tetap menangani tim KPSI yang akan dipersiapkan ke Piala Asia 2013," ujar Togar.
Selain itu, Togar menambahkan, dipertahankannya Riedl karena KPSI berpatokan pada amanat Kongres PSSI di Ancol. Dalam kongres tersebut disebutkan bahwa Timnas harus diisi oleh para pemain terbaik dari kompetisi tertinggi.
"Tim yang dilatih Riedl merupakan pemain dari klub yang berkompetisi pada level teratas, sama seperti tim-tim negara lain mana pun di dunia. Kompetisi Indonesia Super League diikuti oleh 18 klub sehingga sebuah tim bertanding sebanyak 34 kali dalam setahun," tambahnya.
Selain tetap akan mempertahankan pelatih asal Austria tersebut. KPSI juga menegaskan, Riedl diberikan kewenangan memilih pemain dari kompetisi mana pun.
"Siapa pun yang dipanggil Riedl, itu merupakan kewenangannya 100 persen. Dari kompetisi mana pun kalau memang menurut dia pantas masuk Timnas, kami tak akan pernah ikut campur, bahkan anggota Exco sekali pun. Tak ada pihak yang lebih berwenang selain pelatih kepala," tandasnya. (ant/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gagal ke Piala AFF, Riedl Tetap Latih Tim KPSI
Bola Indonesia 1 November 2012, 18:10
-
"Bukan Wewenang JC Tunjuk Pelatih Timnas"
Tim Nasional 24 Oktober 2012, 22:50
-
Rencana KPSI Pertemukan Riedl Tak Diacuhkan Nil Maizar
Bola Indonesia 24 Oktober 2012, 07:54
-
PSSI: JC Berpotensi Ganggu Stabilitas Timnas
Bola Indonesia 23 Oktober 2012, 20:04
-
PSSI: JC Tak Berhak Menentukan Pelatih
Tim Nasional 22 Oktober 2012, 20:45
LATEST UPDATE
-
Luis De La Fuente: Belgia Dulu, Baru Prancis!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 15:00
-
Romelu Lukaku: Belgia Punya Semua yang Dibutuhkan untuk Jegal Spanyol!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 14:30
-
AC Milan Segera Rampungkan Rekrutan Kedua di Musim Panas Ini
Liga Italia 10 Juli 2026, 14:06
-
Pelatih Ungkap Alasan Persib Bandung Terus Buru Pemain Baru
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 13:34
-
Ederson Ternyata Sudah di Manchester, Sedikit Lagi Jadi Pemain MU?
Liga Inggris 10 Juli 2026, 10:59
-
Dari Lapangan Sampai Nongkrong, Ini Cara Tetap Segar Setelah Main Bola
Lain Lain 10 Juli 2026, 09:21
-
Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026, Timnas Prancis Catatkan Rekor Baru!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 09:02
-
Tes Medis Lancar, MU Resmikan Transfer Andrey Santos Hari Ini
Liga Inggris 10 Juli 2026, 08:37
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR