Bola.net - Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin, terus mendapatkan perlawanan dari 14 caretaker Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI. Dibantu dua kuasa hukum kondang, Elza Syarief dan Rufinus Hotmaulana, mereka menggugat Djohar dengan pelanggaran hukum pidana dan perdata.
Salah satu perwakilan 14 caretaker Pengprov PSSI tersebut, Hasan, kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap Djohar. Sekretaris Pengprov Kalimantan Timur tersebut menceritakan, pemicunya akibat Djohar yang mengambil keputusan untuk mencabut Surat Keterangan (SK) pembentukan caretaker Pengprov PSSI.
Pengprov-Pengprov PSSI tersebut dibentuk dan dilantik langsung Djohar untuk mempertahankan posisinya. Pembentukan caretaker Pengprov PSSI, bertujuan untuk membendung gempuran Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) yang berupaya merebut posisi Djohar.
Malangnya lagi, ketika PSSI menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) pada 17 Maret, para caretaker tersebut dicoret dari daftar peserta dan memasukkan voters sesuai SK No.SKEP/32/JAH/III/2013.
"Kami meminta Djohar bertanggungjawab. Apa yang sudah Djohar mulai, harus diakhiri. Djohar meninggalkan kami yang sudah ikut berjuang," kata Hasan.
"Djohar yang untung, namun kami yang buntung. Padahal, kami berjuang untuk sepak bola Indonesia yang lebih baik. Hingga kini, kami merasa sah sebagai Pengprov PSSI karena mendapatkan legalisasi dari Djohar," lanjutnya.
Kini, Hasan dan kawan-kawan bertekad untuk terus memperjuangkan keadilan. Tidak hanya itu saja, melainkan untuk mereformasi sepakbola Indonesia. Bahkan, perlawanan yang diberikan kepada Djohar akan ikut dilaporkan ke FIFA.
Ditambahkannya, upaya yang kini dilakukan hanya bisa diselesaikan melalui jalur hukum. Sebab, pihaknya tidak membuka peluang untuk diselesaikan secara kekeluargaan.
"Kami akan terus beraksi hingga Djohar mengakui kesalahannya. Apalagi, tim kuasa hukum kami terus mengumpulkan bukti-bukti kesalahan Djohar. PSSI harus dikembalikan ke jalan yang benar dan harus sesuai aturan," tutupnya. (esa/mac)
Salah satu perwakilan 14 caretaker Pengprov PSSI tersebut, Hasan, kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap Djohar. Sekretaris Pengprov Kalimantan Timur tersebut menceritakan, pemicunya akibat Djohar yang mengambil keputusan untuk mencabut Surat Keterangan (SK) pembentukan caretaker Pengprov PSSI.
Pengprov-Pengprov PSSI tersebut dibentuk dan dilantik langsung Djohar untuk mempertahankan posisinya. Pembentukan caretaker Pengprov PSSI, bertujuan untuk membendung gempuran Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) yang berupaya merebut posisi Djohar.
Malangnya lagi, ketika PSSI menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) pada 17 Maret, para caretaker tersebut dicoret dari daftar peserta dan memasukkan voters sesuai SK No.SKEP/32/JAH/III/2013.
"Kami meminta Djohar bertanggungjawab. Apa yang sudah Djohar mulai, harus diakhiri. Djohar meninggalkan kami yang sudah ikut berjuang," kata Hasan.
"Djohar yang untung, namun kami yang buntung. Padahal, kami berjuang untuk sepak bola Indonesia yang lebih baik. Hingga kini, kami merasa sah sebagai Pengprov PSSI karena mendapatkan legalisasi dari Djohar," lanjutnya.
Kini, Hasan dan kawan-kawan bertekad untuk terus memperjuangkan keadilan. Tidak hanya itu saja, melainkan untuk mereformasi sepakbola Indonesia. Bahkan, perlawanan yang diberikan kepada Djohar akan ikut dilaporkan ke FIFA.
Ditambahkannya, upaya yang kini dilakukan hanya bisa diselesaikan melalui jalur hukum. Sebab, pihaknya tidak membuka peluang untuk diselesaikan secara kekeluargaan.
"Kami akan terus beraksi hingga Djohar mengakui kesalahannya. Apalagi, tim kuasa hukum kami terus mengumpulkan bukti-bukti kesalahan Djohar. PSSI harus dikembalikan ke jalan yang benar dan harus sesuai aturan," tutupnya. (esa/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
14 Caretaker Pengprov Pastikan Tidak Ikuti Langkah La Nyalla
Bola Indonesia 2 Mei 2013, 08:40
-
Gugatan Hukum Untuk Ketum PSSI Sudah Bulat
Bola Indonesia 2 Mei 2013, 08:26
-
APSI: Gugatan Hukum Membuat Citra PSSI Semakin Buruk
Tim Nasional 1 Mei 2013, 22:51
-
PSSI Persilahkan Luis Manuel Blanco Lakukan Gugatan
Tim Nasional 1 Mei 2013, 19:52
-
Rangkap Jabatan Pengurus PSSI Dinilai Menyalahi Aturan
Bola Indonesia 1 Mei 2013, 08:41
LATEST UPDATE
-
Luka Modric Akui AC Milan Layak Kalah dari Bologna: Kami Tidak Menduganya
Liga Italia 29 Oktober 2026, 13:10
-
Menang Berkat Dua Gol Bunuh Diri, Cristian Chivu Akui Inter Milan Beruntung
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:45
-
Kalah dari Genoa, Statistik Lini Serang Juventus Kian Mengkhawatirkan
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:23
-
Andoni Iraola Puas Liverpool Singkirkan Chelsea, Soroti Performa Pemain Muda
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 10:23
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 29 Oktober 2026, 10:18
-
Rapor Pemain Juventus saat Kalah dari Genoa: Kesalahan Pierre Kalulu Berujung Petaka
Liga Italia 29 Oktober 2026, 09:18
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:56
-
Man of the Match Liverpool vs Chelsea: Morgan Rogers
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 07:38
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


























KOMENTAR