
Bola.net - Penyelesaian kemelut sepak bola nasional dianggap tak terlalu sulit untuk dilakukan. Hal ini diungkapkan Sekretaris Jenderal PSSI, Halim Mahfudz.
Menurut Halim, penyelesaian bisa dilihat secara gamblang di Undang-Undang No 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Halim menambahkan, kunci dari dualisme kompetisi, salah satu penyebab kemelut sepak bola nasional, bisa diselesaikan dengan berpegang pada pasal 51 ayat 2 UU no 3 tahun 2005 itu.
"Di pasal tersebut disebutkan bahwa penyelenggara kejuaraan olahraga yang mendatangkan penonton, wajib mendapat rekomendasi dari induk olahraga yang bersangkutan. Jika hal ini dilanggar, ada ancaman pidana paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 1 miliar," ujar pria yang karib disapa Gus Iim ini.
"Ini merupakan jalan keluar yang sangat sederhana yang saya maksud. Pertanyaannya sekarang, 'siapa yang dianggap sebagai induk olahraga sepak bola?'," dia menambahkan.
Lebih lanjut, Halim juga mempertanyakan alasan pemerintah tidak pernah menerapkan undang-undang ini dalam usaha menyelesaikan kemelut sepak bola Indonesia selama ini. Padahal, sambungnya, undang-undang ini telah disusun pemerintah bersama DPR untuk mengatur olahraga di Indonesia. Selain itu, UU ini juga kerap dikampanyekan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Kalau UU ini dilaksanakan, tak akan ada 'timnas' lain. Betapa elok kalau pemerintah justru melaksanakan UU yang mengatur olahraga ini. Karena itu, kami menghimbau pemerintah untuk mematuhi dan melaksanakan UU itu," dia menandaskan. (den/dzi)
Menurut Halim, penyelesaian bisa dilihat secara gamblang di Undang-Undang No 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Halim menambahkan, kunci dari dualisme kompetisi, salah satu penyebab kemelut sepak bola nasional, bisa diselesaikan dengan berpegang pada pasal 51 ayat 2 UU no 3 tahun 2005 itu.
"Di pasal tersebut disebutkan bahwa penyelenggara kejuaraan olahraga yang mendatangkan penonton, wajib mendapat rekomendasi dari induk olahraga yang bersangkutan. Jika hal ini dilanggar, ada ancaman pidana paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 1 miliar," ujar pria yang karib disapa Gus Iim ini.
"Ini merupakan jalan keluar yang sangat sederhana yang saya maksud. Pertanyaannya sekarang, 'siapa yang dianggap sebagai induk olahraga sepak bola?'," dia menambahkan.
Lebih lanjut, Halim juga mempertanyakan alasan pemerintah tidak pernah menerapkan undang-undang ini dalam usaha menyelesaikan kemelut sepak bola Indonesia selama ini. Padahal, sambungnya, undang-undang ini telah disusun pemerintah bersama DPR untuk mengatur olahraga di Indonesia. Selain itu, UU ini juga kerap dikampanyekan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Kalau UU ini dilaksanakan, tak akan ada 'timnas' lain. Betapa elok kalau pemerintah justru melaksanakan UU yang mengatur olahraga ini. Karena itu, kami menghimbau pemerintah untuk mematuhi dan melaksanakan UU itu," dia menandaskan. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Halim Mahfudz Beberkan Kunci Penyelesaian Kemelut Sepak Bola
Bola Indonesia 12 Desember 2012, 17:10
-
Penggabungan Kompetisi Tetap Sesuai Jadwal
Bola Indonesia 10 Desember 2012, 14:05
-
KLB PSSI Akan Dihadiri Voters Solo dan Palangkaraya
Bola Indonesia 8 Desember 2012, 04:15
-
'Asal Ikuti Statuta, FIFA Takkan Sanksi Indonesia'
Bola Indonesia 6 Desember 2012, 19:15
-
'Posisi Statuta Lebih Tinggi Dari MoU'
Bola Indonesia 6 Desember 2012, 14:40
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR