
Bola.net - Robert Rene Alberts membeber rencananya jika memang nantinya dipercaya menangani Timnas Indonesia. Pelatih asal Belanda ini mengaku bakal menyusun program Skuat Garuda, julukan Timnas Indonesia, selayaknya tim-tim nasional lain di seluruh penjuru dunia.
"Jika memang nantinya terpilih ke Timnas Indonesia, rencana pertama saya adalah mensiknronkan program-program dengan kalender FIFA," ujar Robert, pada Bola.net.
"Ini seperti yang lazim dilakukan tim-tim nasional lain di dunia. Hal ini juga harus dilakukan agar tak ada konflik," sambung pelatih yang saat ini menangani PSM Makassar tersebut.
Menurut Robert, FIFA selalu mengeluarkan kalender agenda mereka selama setahun. Yang harus dilakukan, sambung pelatih berusia 64 tahun ini, adalah mengikuti jadwal tersebut.
"Yang pasti, saya tak akan mengambil pemain dari tim ketika liga atau turnamen berjalan," tuturnya.
"Saya justru akan memilih pemain-pemain ke timnas berdasar dari kondisinya di tim. Saya rasa ini hal jamak terjadi di belahan dunia mana pun," Robert menambahkan.
Lebih lanjut, Robert mengaku tak anti dengan pemusatan latihan (TC) jangka panjang, yang kerap dilakukan pelatih Timnas Indonesia untuk menyiapkan tim. Namun, menurut pelatih yang pernah membawa Arema Indonesia menjuarai kompetisi Indonesia Super League ini menegaskan tetap akan menggelar TC jangka panjang tersebut sesuai kalender FIFA.
"Saya rasa, bisa saja menggelar TC jangka panjang jika memang sesuai dengan kalender FIFA. Tim-tim lain, seperti Malaysia, biasanya menggelar TC setelah kompetisi usai," tandasnya.
Sebelumnya, nama Robert disebut-sebut sebagai salah satu kandidat pelatih Timnas Indonesia, menggantikan Bima Sakti. Bima sendiri kemungkinan besar tak akan diperpanjang kontraknya karena dinilai gagal meraih target pada ajang Piala AFF 2018 lalu.
Masuknya nama Robert sebagai salah satu kandidat tersebut tak lepas dari kepiawaiannya membawa Laskar Juku Eja memuncaki klasemen sementara Gojek Liga 1 musim 2018 ini. Selain Robert, nama lain yang disebut sebagai kandidat pelatih Timnas Indonesia adalah Simon McMenemy, Pelatih Bhayangkara FC, yang musim lalu membawa timnya juara kompetisi musim lalu dan Stefano Cugurra Teco, pelatih Persija Jakarta yang saat ini menjadi saingan ketat PSM dalam menjuarai Liga 1 musim 2018.
Berita Video
Berita video time out yang membahas tentang para pesepak bola yang dicintai fans rival klubnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ini Program Prioritas Robert Alberts Jika Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Bola Indonesia 30 November 2018, 23:35
-
Ternyata, Edy Rahmayadi Sudah Pernah Minta Mundur dari PSSI
Bola Indonesia 30 November 2018, 08:00
-
Persija Ikhlas Lepas Teco Jika Diminta Timnas Indonesia
Bola Indonesia 28 November 2018, 22:45
-
Edy Rahmayadi: PSSI Sanggup Bayar Luis Milla 30 Milyar Rupiah
Tim Nasional 28 November 2018, 07:59
-
Usai Piala AFF 2018, Beto Goncalves Bakal Berjuang Selamatkan Sriwijaya
Bola Indonesia 28 November 2018, 07:48
LATEST UPDATE
-
Jalan Terjal Persib Menuju ACL Two 2026/2027: Hadapi Manila Digger dan Sanksi AFC
Bola Indonesia 18 Agustus 2026, 17:21
-
Tolak Galatasaray, MU Kebut Kontrak Baru Bruno Fernandes
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 17:14
-
KapanLagi Korea dan Kkuljaem Rayakan Kemerdekaan lewat Kelas Bahasa Korea Interaktif
Lain Lain 18 Agustus 2026, 16:42
-
Uji Coba RANS Nusantara vs Arema FC di Kanjuruhan, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya
Bola Indonesia 18 Agustus 2026, 15:55
-
Saga Rafael Leao Memanas: AS Roma Muncul sebagai Jalan Keluar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 15:44
-
Dilema Xavi Espart bagi Barcelona: Bek Kanan dengan Jiwa Gelandang
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 13:10
-
Carlos Espi, 2 Gol dari 5 Tembakan
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 12:05
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR