Bola.net - Pihak Kepolisian belum dapat memastikan apakah izin keramaian untuk menggelar kompetisi, harus mendapatkan rekomendasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Meski demikian, Agus Rianto dari Mabes Polri, masih menunggu dan tidak ingin salah langkah.
Selain kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015/2016 yang rencananya akan diputar mulai Oktober 2015, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) juga akan menggulirkan Divisi Utama, sejak minggu kedua November 2015.
PSSI tetap berusaha memperoleh izin tersebut langsung dari pihak Kepolisian dan tanpa melalui BOPI. Sebab PSSI menganggap, BOPI tidak diperlukan karena ada induk cabang olahraga.
"Memang izin keramaian diminta kepada Polri. Hanya memang mekanisme tetap ada. Tentu mereka, penyelenggara, panitia, atau pihak terkait sudah mengerti mekanisme yang akan dilalui. Kami akan lihat seperti apa, apakah memenuhi persyaratan yang diperlukan dan diharuskan," ujar Agus Rianto
"Karena itu, kami akan lihat seperti apa. Kami juga tidak mau dianggap menghambat, untuk peningkatan prestasi keolahragaan kita. Tapi, kami juga tidak mau disalahkan karena tidak sesuai ketentuan. Kami meminta semua pihak memahami, pasti kan ada solusi. Ini demi anak bangsa, ada baiknya dikomunikasikan," pungkasnya. (esa/dzi)
Selain kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015/2016 yang rencananya akan diputar mulai Oktober 2015, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) juga akan menggulirkan Divisi Utama, sejak minggu kedua November 2015.
PSSI tetap berusaha memperoleh izin tersebut langsung dari pihak Kepolisian dan tanpa melalui BOPI. Sebab PSSI menganggap, BOPI tidak diperlukan karena ada induk cabang olahraga.
"Memang izin keramaian diminta kepada Polri. Hanya memang mekanisme tetap ada. Tentu mereka, penyelenggara, panitia, atau pihak terkait sudah mengerti mekanisme yang akan dilalui. Kami akan lihat seperti apa, apakah memenuhi persyaratan yang diperlukan dan diharuskan," ujar Agus Rianto
"Karena itu, kami akan lihat seperti apa. Kami juga tidak mau dianggap menghambat, untuk peningkatan prestasi keolahragaan kita. Tapi, kami juga tidak mau disalahkan karena tidak sesuai ketentuan. Kami meminta semua pihak memahami, pasti kan ada solusi. Ini demi anak bangsa, ada baiknya dikomunikasikan," pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Izin Kompetisi PSSI, Kepolisian Pilih Wait and See
Bola Indonesia 7 Agustus 2015, 17:47
-
Siap Gulirkan Kompetisi, PSSI Kirim Surat ke Kepolisian
Bola Indonesia 7 Agustus 2015, 17:23
-
Manajemen Persija Penuh Ketidakpastian
Bola Indonesia 7 Agustus 2015, 17:19
-
Kemenpora: Kompetisi Tak Mungkin Jalan Tanpa Izin Kepolisian
Bola Indonesia 6 Agustus 2015, 15:09
-
Inginkan Rendi Irawan, Persebaya 'Jewer' Persija
Bola Indonesia 6 Agustus 2015, 12:51
LATEST UPDATE
-
Hasil Venezia vs Inter: Dua Gol Bunuh Diri Bawa Nerazzurri ke Puncak Serie A
Liga Italia 29 Oktober 2026, 04:03
-
Tempat Menonton Liverpool vs Chelsea di Carabao Cup, 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:59
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
-
Saingi MU, Chelsea Juga Kejar Bek TImnas Inggris Ini
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 21:55
-
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR