Mereka menolak anggapan jika masih ada masalah dualisme yang membelit di klub pujaan Bonek ini. "Secara legalitas, hari ini sudah tak ada dualisme," tegas sekretaris tim Persebaya, Ram Surahman kepada , Selasa (31/5) pagi.
"Pemerintah, dalam hal ini Depkumham sudah mengakui bahwa yang memiliki sertifikat hak merek dan logo Persebaya adalah PT Persebaya Indonesia," imbuh alumni Stikosa - AWS tersebut.
Persebaya Surabaya saat juara pada 1987
Di lapangan, cuma Persebaya Surabaya yang mendapat dukungan dari Bonek. Sedangkan tim lain yang menyantumkan nama Persebaya, memiliki basis pendukung yang berbeda dengan nama yang beda pula. Selain itu, tim lain tersebut juga tak bermarkas di Surabaya.
"Saya kira ini sudah clear dan tidak ada alasan bagi federasi, umpamanya, untuk mengatakan bahwa Persebaya masih ada dua. Atau masih ada tiga. Saya kira sudah jelas. Dokumen negara sudah menyatakan hal itu," pungkas Ram. (faw/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kata Siapa Persebaya Masih Dualisme?
Bola Indonesia 31 Mei 2016, 11:46
-
Bola Indonesia 31 Mei 2016, 00:13

-
Mereka yang Kecewa Atas Pencabutan SK Pembekuan PSSI
Bola Indonesia 31 Mei 2016, 00:12
-
Jika AKSI Buntu, ini Langkah Persebaya
Bola Indonesia 10 Mei 2016, 20:42
-
Persebaya: Masalah Sepakbola Indonesia Harus Dituntaskan
Bola Indonesia 10 Mei 2016, 20:32
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia
Piala Dunia 11 Juli 2026, 00:14
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia
Piala Dunia 10 Juli 2026, 22:19
-
Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 19:23
-
Prancis di Piala Dunia 2026: Terbaik, Skilful, dan Paling Berbahaya
Piala Dunia 10 Juli 2026, 17:53
-
Herdman Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Piala AFF 2026
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 17:37
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR