Saat pertama kali muncul tahun 2011 silam, PT MMIB memiliki komposisi sebagai berikut; 70 persen atau 1.400 lembar saham milik Diar Kusuma Putra sebagai direktur, dan 30 persen atau 600 lembar milik klub anggota yang direpresentasikan oleh Ketua Persebaya ex officio Ketua Pengcab PSSI Surabaya saat itu, Wisnu Wardhana.
Komposisi saham ini diperkirakan bertahan hingga akhir 2013, atau awal tahun 2014. Pada perhelatan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014, saham mayoritas PT MMIB dibeli oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk, disingkat PT Emtek. Dalam wawancara dengan , April 2015 lalu, Gede Widiade menjelaskan bahwa Emtek menguasai 51 persen saham di PT MMIB.
Sedangkan sisanya, yakni 49 persen saham dimiliki oleh dua orang, yaitu Diar Kusuma Putra dan Ali Affandi. Nama terakhir merupakan putra sulung La Nyalla Mahmud Mattalitti, mantan Ketua Umum PSSI. Hanya saja, belum diketahui secara jelas bagaimana porsi saham kedua nama ini di sisa 49 persen tersebut.
Kerap tekor sepanjang kompetisi tahun 2014 disebut-sebut menjadi alasan utama Emtek meninggalkan Surabaya. Setelah itu, seperti yang diketahui bersama, Gede Widiade melalui perusahaannya, yaitu PT Permata Sejahtera Nusantara (PSN), menguasai 100 persen saham PT MMIB. Era baru di PT MMIB dimulai sejak April 2015.
Setahun setelah menjadi pemilik tunggal PT MMIB, Gede mendapat partner. Ia menjual 39 persen sahamnya ke Primer Koperasi Kepolisian (Primkoppol). Nama klub berubah menjadi Bhayangkara Surabaya United (BSU). Empat bulan setelahnya, Gede tak lagi menjadi pemegang saham mayoritas. Sebab 90 persen saham di MMIB dikuasai Polri. Gede cuma kebagian 10 persen.
Lalu, kemana 30 persen saham yang sebelumnya diperuntukkan klub anggota? Tak ada penjelasan resmi tentang hal ini. Yang jelas, porsi untuk klub anggota 'mendadak' raib.
Besar kemungkinan saham klub anggota dikuasakan oleh salah satu pihak. Tidak ada sharing profit ke klub induk bisa menjadi alasan utamanya. Apalagi saat itu Persebaya ISL sebagai klub induk, mengalami kerugian terus menerus akibat minimnya pendapatan, utamanya dari sektor penonton. Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) melompong (faw/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kemana Saham Klub Anggota di PT MMIB?
Bola Indonesia 9 Agustus 2016, 10:24
-
PTTUN Kembali Kandaskan Gugatan PT MMIB Pada BOPI
Bola Indonesia 12 Februari 2016, 20:46
LATEST UPDATE
-
Catatan Menarik Arsenal Coventry: Arteta Cetak Rekor, Havertz Makin Tajam
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 06:55
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 22-25 Agustus 2026
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 06:38
-
Jadwal Timnas Voli Putri Indonesia di AVC Womens Continental 2026: Disiarkan MOJI dan Vidio
Voli 22 Agustus 2026, 06:35
-
Manchester United Sepakat Datangkan Carlos Baleba dari Brighton
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 05:39
-
Inter Milan Resmi Rekrut Curtis Jones dari Liverpool
Liga Italia 22 Agustus 2026, 05:09
-
Hasil Liga Arab Saudi: Cristiano Ronaldo Cetak Gol, Al-Nassr Hajar Al-Riyadh 4-0
Asia 22 Agustus 2026, 04:57
-
Man of the Match Arsenal vs Coventry City: Martin Odegaard
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 04:33
-
Hasil Arsenal vs Coventry City: The Gunners Langsung Tancap Gas di Pekan Pembuka
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 04:07
-
Link Streaming Arsenal vs Coventry City 22 Agustus 2026
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 23:59
-
Andoni Iraola Waspadai Wajah Baru Newcastle bersama Matthias Jaissle
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 23:30
-
Barcelona Kesusahan, Arsenal Tancap Gas untuk Transfer Julian Alvarez
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 23:00
-
Resmi! Arsenal Datangkan Ezri Konsa dari Aston Villa
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 22:26
-
Mengungkap Misteri Menghilangnya Mason Mount dari Skuad MU
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 22:05
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59























KOMENTAR