Bola.net - Setelah adanya putusan sela dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), yang mengabulkan permohonan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), PT Liga Indonesia (PT LI) masih dapat memberikan perencanaan format turnamen pra-musim.
Putusan PTUN tersebut, membuat Surat Keputusan (SK) Menpora per 17 April berupa pembekuan PSSI, sementara tidak berlaku. Tim Transisi yang sebelumnya dibentuk untuk menjalankan kompetisi, mengelola tim nasional Indonesia, dan membentuk kepengurusan PSSI yang baru pun harus berhenti.
"Kami akan berkoordinasi dengan PSSI lebih dulu. Saya mendengar Komite Eksekutif PSSI akan mengadakan rapat untuk menyikapi perkembangan terakhir. Posisi Liga Indonesia, menyiapkan semua opsi yang rasional. Mungkin saja, dalam 2 hingga 3 hari ke depan," terang CEO PT LI, Joko Driyono.
"Kami masih harus mendalami dan dibicarakan dengan patner, yang sebelumnya telah dibatalkan. Yang jelas, event itu ada tiga tahapan penting. Pertama inovasi event atau produknya dalam konteks bisnis. Itu dibarengi aspek teknis. Kemudian tahap ketiga implementasi, perizinan dan sebagainya," imbuhnua
Dilanjutkannya lagi, menyikapi persoalan saat ini, tahap ketiga harus berada di nomor satu sesuai pengalaman. Karena itu, pihaknya justru ingin benar-benar memastikan hal mendasar tersebut terpenuhi.
"Dengan demikian, agar fase berikut terkait produk, jadwal, pasti dengan patner. Itu saya rasa perlu pembicaraan lanjutan," pungkasnya. (esa/dzi)
Putusan PTUN tersebut, membuat Surat Keputusan (SK) Menpora per 17 April berupa pembekuan PSSI, sementara tidak berlaku. Tim Transisi yang sebelumnya dibentuk untuk menjalankan kompetisi, mengelola tim nasional Indonesia, dan membentuk kepengurusan PSSI yang baru pun harus berhenti.
"Kami akan berkoordinasi dengan PSSI lebih dulu. Saya mendengar Komite Eksekutif PSSI akan mengadakan rapat untuk menyikapi perkembangan terakhir. Posisi Liga Indonesia, menyiapkan semua opsi yang rasional. Mungkin saja, dalam 2 hingga 3 hari ke depan," terang CEO PT LI, Joko Driyono.
"Kami masih harus mendalami dan dibicarakan dengan patner, yang sebelumnya telah dibatalkan. Yang jelas, event itu ada tiga tahapan penting. Pertama inovasi event atau produknya dalam konteks bisnis. Itu dibarengi aspek teknis. Kemudian tahap ketiga implementasi, perizinan dan sebagainya," imbuhnua
Dilanjutkannya lagi, menyikapi persoalan saat ini, tahap ketiga harus berada di nomor satu sesuai pengalaman. Karena itu, pihaknya justru ingin benar-benar memastikan hal mendasar tersebut terpenuhi.
"Dengan demikian, agar fase berikut terkait produk, jadwal, pasti dengan patner. Itu saya rasa perlu pembicaraan lanjutan," pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kepastian Turnamen Pramusim, PT LI Koordinasi Dengan PSSI
Bola Indonesia 26 Mei 2015, 22:33
-
Turnamen Pra-Musim PT Liga Indonesia Resmi Batal
Bola Indonesia 20 Mei 2015, 14:31
-
Persipura dan Persib Bisa Wakili Indonesia Lagi di Piala AFC 2016
Bola Indonesia 16 Mei 2015, 20:36
-
PT LI Terapkan Peningkatan Administrasi di Level Klub
Bola Indonesia 15 Mei 2015, 03:21
-
Turnamen Pra-Musim, PT LI Tak Perkenankan Klub Memakai Pemain Baru
Bola Indonesia 14 Mei 2015, 23:31
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia 11 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:30
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris 12 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:01
-
3 Alasan Bikin Fede Valverde Terancam Gagal jadi Kapten Real Madrid
Liga Spanyol 8 Juli 2026, 20:16
-
RESMI: PSIM Yogyakarta dan Fahreza Sudin Berpisah
Bola Indonesia 8 Juli 2026, 19:46
-
Enzo Fernandez dan Gol Terpenting dalam Kariernya
Piala Dunia 8 Juli 2026, 16:58
-
Prancis Punya Michael Olise, Maroko Punya Achraf Hakimi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 16:22
-
Maroko yang Kini Berani Mendominasi Laga
Piala Dunia 8 Juli 2026, 15:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR