Bola.net - Ada aksi pembekuan kepengurusan PSSI yang akhir-akhir ini ramai di dunia maya, mendapat perhatian dari Komisi X DPR-RI, bidangi pemuda, olahraga, pendidikan dan kebudayaan.
Ketua Komisi X, Teuku Riefky Harsya, meminta semua pihak termasuk Kemenpora jangan terburu-buru dalam menyikapi hal tersebut. Diakui atau tidak, PSSI yang mempunyai otoritas penuh terhadap sepakbola Indonesia berada dalam wewenang penuh FIFA.
"Jadi, tidak bisa begitu saja pemerintah membekukan PSSI. Dalam statuta dan regulasi yang ada, tidak boleh ada intervensi oleh pihak manapun termasuk Kemenpora," tegas Teuku Riefky Harsya.
"Hanya anggota sah dan FIFA yang dapat membekukan kepengurusan PSSI. Jika pemerintah salah mengambil keputusan, bukan tidak mungkin sepakbola Indonesia malah akan langsung dibekukan oleh FIFA," imbuhnya.
Tercatat, hasil Kongres PSSI 2014, ada sekitar 777 anggota PSSI yang berhak menentukan nasib kepengurusan PSSI ke depannya. Lebih jauh dikatakannya, jika sepakbola Indonesia di sanksi FIFA karena ikut campurnya pemerintah, maka aktifitas sepak bola di Tanah Air akan terhenti. Yang paling mengkhawatirkan dari adanya sanksi FIFA, adalah terbengkalainya pembinaan kompetisi dan tentunya Indonesia akan terisolir dari aktivitas sepakbola internasional.
"Kami tentu tidak menginginkan hal tersebut terjadi. Jangan sampai, cita-cita para pejuang lapangan hijau ini terhenti karena arogansi dan intervensi pemerintah dalam kepengurusan PSSI," ujarnya.
"Fakta hukumnya, sepakbola adalah cabang yang mempunyai otonomi khusus dalam pengelolaannya. Organisasi ini (PSSI) berinduk ke FIFA bukan ke Kemenpora, karena hal ini sudah jelas dalam statuta PSSI sejak awal yang dipertegas kembali pada statuta 2014 yang lalu," tambahnya.
Menurut politisi Demokrat asal Aceh tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, harus terlebih dahulu mempelajari statuta dan regulasi yang ada. Sehingga, sikap yang diambil nantinya tidak merugikan sepakbola Indonesia.
"Wajarnya, Menpora ketemu PSSI. Kemudian tanyakan kendala dan dukungan yang diperlukan, pelajari aturan, baru kita sikapi," pungkasnya. [initial]
(esa/pra)
Ketua Komisi X, Teuku Riefky Harsya, meminta semua pihak termasuk Kemenpora jangan terburu-buru dalam menyikapi hal tersebut. Diakui atau tidak, PSSI yang mempunyai otoritas penuh terhadap sepakbola Indonesia berada dalam wewenang penuh FIFA.
"Jadi, tidak bisa begitu saja pemerintah membekukan PSSI. Dalam statuta dan regulasi yang ada, tidak boleh ada intervensi oleh pihak manapun termasuk Kemenpora," tegas Teuku Riefky Harsya.
"Hanya anggota sah dan FIFA yang dapat membekukan kepengurusan PSSI. Jika pemerintah salah mengambil keputusan, bukan tidak mungkin sepakbola Indonesia malah akan langsung dibekukan oleh FIFA," imbuhnya.
Tercatat, hasil Kongres PSSI 2014, ada sekitar 777 anggota PSSI yang berhak menentukan nasib kepengurusan PSSI ke depannya. Lebih jauh dikatakannya, jika sepakbola Indonesia di sanksi FIFA karena ikut campurnya pemerintah, maka aktifitas sepak bola di Tanah Air akan terhenti. Yang paling mengkhawatirkan dari adanya sanksi FIFA, adalah terbengkalainya pembinaan kompetisi dan tentunya Indonesia akan terisolir dari aktivitas sepakbola internasional.
"Kami tentu tidak menginginkan hal tersebut terjadi. Jangan sampai, cita-cita para pejuang lapangan hijau ini terhenti karena arogansi dan intervensi pemerintah dalam kepengurusan PSSI," ujarnya.
"Fakta hukumnya, sepakbola adalah cabang yang mempunyai otonomi khusus dalam pengelolaannya. Organisasi ini (PSSI) berinduk ke FIFA bukan ke Kemenpora, karena hal ini sudah jelas dalam statuta PSSI sejak awal yang dipertegas kembali pada statuta 2014 yang lalu," tambahnya.
Menurut politisi Demokrat asal Aceh tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, harus terlebih dahulu mempelajari statuta dan regulasi yang ada. Sehingga, sikap yang diambil nantinya tidak merugikan sepakbola Indonesia.
"Wajarnya, Menpora ketemu PSSI. Kemudian tanyakan kendala dan dukungan yang diperlukan, pelajari aturan, baru kita sikapi," pungkasnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Huistra Janji Buat Buku Pedoman Pembinaan Usia Muda
Bola Indonesia 15 Desember 2014, 17:42
-
Puji Kinerja PSSI, Jakmania Bandingkan Prestasi Indonesia dengan Inggris
Bola Indonesia 15 Desember 2014, 17:02
-
Jakmania Ingatkan Suporter Tak Terpancing Pembekuan PSSI
Bola Indonesia 15 Desember 2014, 16:16
-
Ketua Komisi X DPR RI Ingatkan Kemenpora Soal PSSI
Bola Indonesia 15 Desember 2014, 10:29
-
Sepakbola Milik Siapa, FIFA atau Masyarakat?
Bola Indonesia 15 Desember 2014, 00:46
LATEST UPDATE
-
Atletico Madrid Tutup Pintu Bagi Barcelona dan Arsenal untuk Transfer Julian Alvarez
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 23:32
-
Marc Guehi Puji Mentalitas Manchester City Usai Comeback Dramatis atas Bournemouth
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 23:22
-
Man of the Match Man City vs Bournemouth: Marc Guehi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 22:12
-
Hasil Man City vs Bournemouth: Dua Bek Bawa City Epic Comeback di Laga Perdana EPL!
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:58
-
Al-Hilal Goda Gabriel Martinelli untuk Cabut dari Arsenal
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:25
-
Here We Go! Man City Keluarkan Rp 2 Triliun untuk Datangkan Ayyoub Bouaddi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:07
-
Wow! Barcelona Bakal Lepas Alejandro Balde ke Manchester United?
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 20:00
-
Dipermalukan Tim Promosi, Luke Shaw Yakin MU Bakal Bersinar di Musim 2026/2027
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 19:30
-
Peringatan Inter Milan untuk Barcelona: Lautaro Martinez Tidak Dijual, Titik!
Liga Italia 23 Agustus 2026, 19:00
-
Mantap! Como Segera Datangkan Mantan Bek Manchester United
Liga Italia 23 Agustus 2026, 18:30
-
Absen Lawan Hull City, Seberapa Parah Cedera Amad Diallo?
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 18:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR