
Bola.net - Koalisi Masyarakat Sipil menyoroti perilaku oknum aparat yang melakukan pengamanan sidang terhadap para terdakwa Tragedi Kanjuruhan, Rabu 15 Februari 2023.
Koalisi yang terdiri dari LBH pos Malang, LBH Surabaya, LPBHNU Kota Malang, YLBHI, KontraS, Lokataru, IM57+ Institute, ICJR, ICW, AJI, dan PBHI ini menilai bahwa perilaku para oknum aparat tersebut merupakan penghinaan terhadap pengadilan.
"Kami menilai perilaku puluhan aparat Brimob tersebut merupakan bentuk dari penghinaan terhadap pengadilan (Contempt of Court) karena sikap tersebut merupakan perilaku tercela dan tidak pantas dilakukan di pengadilan dengan melakukan perbuatan yang menimbulkan kegaduhan dan dinilai merupakan bentuk intimidasi terhadap Jaksa Penuntut Umum," tulis Koalisi Masyarakat Sipil dalam rilis mereka, Rabu (15/02).
"Perilaku tercela tersebut justru menunjukkan kurangnya profesionalitas aparat Brimob dalam melakukan pengawalan dan pengamanan pagar betis di Pengadilan Negeri Surabaya," sambung mereka.
Menurut Koalisi Masyarakat Sipil, tindakan oknum aparat ini merupakan bentuk intimidasi dan unjuk kekuasaan yang dapat mempengaruhi proses persidangan. Apalagi, persidangan kali ini sudah memasuki tahapan persidangan yang paling krusial yakni tahap pembuktian dan penuntutan.
"Dampak tindakan yang dinilai intimidatif tersebut pada faktanya, saat pemeriksaan ahli, menjadikan JPU sama sekali tidak mengajukan pertanyaan melainkan hanya mengajukan keberatan kepada majelis karena semua pertanyaan penasehat hukum bersifat menyimpulkan fakta persidangan secara sepihak," papar mereka.
Sebelumnya, dalam persidangan ke-12 dalam kasus tragedi Kanjuruhan dengan Nomor Perkara 11/Pid.B/2023/PN.Sby;12/Pid.B/2023/N.Sby; dan 13/Pid.B/2023/PN.Sby yang dilangsungkan di Pengadilan Negeri Surabaya, ruang sidang dipenuhi oleh anggota Brimob dan anggota Polri lainnya.
Dalam video yang banyak beredar di media sosial, puluhan anggota Brimob berteriak dan menyoraki para Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang akan memasuki ruang sidang Cakra bersamaan dengan tiga terdakwa anggota Polri kasus tragedi Kanjuruhan yaitu AKP Hasdarmawan, AKP Bambang Sidik Achmadi dan Kompol Wahyu Setyo Pranoto. Pihak keamanan pengadilan bahkan sampai berkali-kali mengingatkan puluhan anggota Brimob ini untuk tidak membuat kegaduhan saat persidangan.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Penuh Kejanggalan
Koalisi Masyarakat Sipil sendiri menilai bahwa pengungkapan Tragedi Kanjuruhan ini penuh dengan kejanggalan. Selain kepentingan keluarga korban yang kurang diperhatikan dalam proses persidangan, kejanggalan juga berupa pengalihan gelaran persidangan ke PN Surabaya.
Diterimanya Anggota Polri sebagai penasihat hukum tiga terdakwa yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, hingga pembatasan terhadap akses media dalam meliput siaran langsung proses persidangan.
Koalisi Masyarakat Sipil sendiri tak tinggal diam dengan kondisi seperti ini. Mereka mengecam tindakan oknum anggota Polri yang arogan, intimidatif, dan mengarah pada penghinaan terhadap pengadilan.
Selain itu, mereka juga mendesak Kapolri dan Kapolda Jawa Timur untuk menghentikan tindakan pengamanan yang mengarah kepada penghinaan terhadap pengadilan (Contempt of Court) melalui sikap perilaku aparat yang mengganggu jalannya imparsialitas dan integritas jalannya persidangan melalui bentuk tindakan-tindakan intimidatif.
"Selain itu, mendesak (Kapolri dan Kapolda Jatim) untuk memberikan sanksi tegas terhadap dugaan pelanggaran kode etik (oleh Propam) bagi anggota Brimob yang melakukan penghinaan terhadap pengadilan (contempt of court) pada saat berlangsungnya proses persidangan, serta melanjutkannya pada proses penyidikan ketika terindikasi tindak pidana contempt of court," tandas mereka.
(Dendy Gandakusumah/Bola.net)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Saksikan lagi Debut Witan Sulaeman dan Kemenangan 2-0 Persija atas Arema
Open Play 12 Februari 2023, 17:31
-
Hasil BRI Liga 1 2022/2023 Persija Jakarta vs Arema FC: Skor 2-0
Bola Indonesia 12 Februari 2023, 16:58
-
Nonton Live Streaming BRI Liga 1 di Indosiar Hari Ini: Persija Jakarta vs Arema FC
Bola Indonesia 12 Februari 2023, 14:02
-
Persija Vs Arema FC di BRI Liga 1: Witan Berpeluang Debut, Yusuf Helal Terancam Absen
Bola Indonesia 11 Februari 2023, 23:35
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


















KOMENTAR