
Ketua Komdis PSSI, Ahmad Yulianto, menuturkan bahwa hal tersebut sebenarnya tergolong berstatus match setting dan bukan match fixing.
"Ini karena untuk menghindari Borneo FC. Sehingga, bukan match fixing. Ternyata, di sepak bola ada persoalan match setting dan match fixing. Match setting untuk menang dan kalah. Lalu kalau match fixing, berkaitan dengan judi sehingga diatur menangnya, termasuk menit golnya," tuturnya.
Sebelumnya, Komdis PSSI juga telah mendapatkan keterangan dari mantan Manajer PSS, Supardjiono dalam sidang Komdis PSSI yang kembali digelar di Kantor PSSI, Senayan, Kamis (10/9).
Dalam kesempatan tersebut Supardjiono hadir bersama Asisten Pelatih PSS saat terjadinya sepak bola gajah, Edi Broto, dan Panpel laga PSS, Erry Febrianto alias Ableh setelah adanya panggilan ketiga. Dua nama lain, yakni Rumadi dan mantan pengurus PSS, Subardi, tidak hadir.
Supardjiono dan kawan-kawan dipanggil setelah empat mantan pemain PSS, yaitu Hermawan Putra Jati, Satrio Aji, Ridwan Awaludin, dan Moniega Bagus memberikan keterangan kepada Komdis PSSI saat sidang, Selasa (18/8). Supardjiono, yang sebelumnya lolos dari hukuman Komisi Disiplin, disebut-sebut terlibat karena ikut menyuruh mengalah.
Selain itu, bekas pemain PSS juga menjelaskan adanya skenario sebelum menghadap Komdis PSSI, yang saat itu masih dipimpin Hinca Panjaitan. Skenario tersebut dibuat untuk menutupi aktor dan dipersiapkan sebelum berangkat menghadap dan mengikuti sidang Komdis PSSI.
"Sesuai keterangannya, Supardjiono memberi gambaran dan hitung-hitungan kalau bertemu dengan Borneo FC. Ini karena ada catatan dalam beberapa pertandingan Borneo memperoleh 11 penalti. Supardjiono kemudian mempersilakan pelatih kepala dan asistennya mengimplementasikan," ujar Ahmad Yulianto.
"Keterangan ini tak sepenuhnya sama saat dia diperiksa Ketua Komdis sebelumnya, Hinca Panjaitan. Saat sidang dengan Hinca, seakan-akan Ableh, tapi saat pertandingan PSS melawan PSIS, dia tak ada di sana karena berada di Kalimantan Selatan sehingga tidak bisa jadi kambing hitam. Supardjiono kemudian tidak bisa mengelak, begitu juga yang lainnya. Faktanya begitu, anak-anak PSS juga berada di bawah tekanan manajemen," pungkasnya (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Menpora Diminta Tak Hanya Urusi Sepakbola
Bola Indonesia 11 September 2015, 16:12
-
Komdis PSSI: Kasus PSS Itu Match Setting, Bukan Match Fixing
Bola Indonesia 11 September 2015, 13:57
-
Iran Sambut Hangat Rencana Kerjasama Dengan Indonesia
Bola Indonesia 9 September 2015, 14:27
-
Menpora Sebut Akan Belajar Olahraga dan Sepakbola ke Iran
Bola Indonesia 9 September 2015, 14:21
-
La Nyalla Nilai Menpora Hendak Kudeta Kepengurusan PSSI
Bola Indonesia 7 September 2015, 14:46
LATEST UPDATE
-
Terinspirasi Grimsby yang Singkirkan Man Utd, Fleetwood Town Kini Permalukan Arsenal
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 09:16
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 28 Oktober 2026, 07:56
-
Mikel Arteta Sebut Arsenal Alami Hari Menyedihkan Usai Disingkirkan Tim Divisi Empat
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol 6-2, AS Roma Menang, Como Comeback
Liga Italia 28 Oktober 2026, 04:51
-
Sikap Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026 Jadi Sorotan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 23:56
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




















KOMENTAR