Bola.net - Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI telah rampung digelar pada Sabtu (2/11/2019) di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat. Mochamad Iriawan terpilih sebagai ketua umum (ketum), didampingi Cucu Sumantri dan Iwan Budianto sebagai wakilnya.
Plus, 12 orang menjadi anggota komite eksekutif (exco). Ke-12 Exco tersebut ialah Yoyok Sukawi, Dirk Soplanit, Endri Erawan, Haruna Soemitro, Hasnuryadi Sulaiman, Juni Rahman, Pieter Tanuri, Sonhadji, Ahmad Riyadh, Hasani Abdul Gani, Yunus Nusi, dan Vivin Cahyani.
Jalannya KLB dinilai banyak keanehan. Kejanggalan saat kongres tercium ketika enam calon ketum yaitu Vijaya Fitriyasa, Fary Djemi Francis, Aven Hinelo, Benny Erwin, Yesayas Oktavianus, dan Sarman El Hakim, diusir dari ruang kongres.
"Ada catatan menarik tentang KLB PSSI. Pertama, aroma kental politik uang. Meskipun tidak pernah diakui oleh siapa pun, nyatanya tetap terjadi. Modus ini seperti orang buang angin, baunya menyengat tapi wujudnya tak kelihatan," ujar Rudi S. Kamri, pemerhati sepak bola Indonesia.
"Kedua, aroma intimidasi. Semua pihak pasti mengelak melakukan hal ini, tapi nyatanya masih terjadi juga. Beberapa pemilik hak suara secara diam-diam melakukan testimoni meskipun dengan embel-embel minta jati dirinya tidak disebutkan," katanya menambahkan.
Rudi juga ragu dengan kompetensi anggota exco yang terpilih. Apalagi, menurutnya, banyak muka awam di sepak bola nasional.
"Adu kuat, adu uang, dan adu kuasa masih mewarnai kontestasi pimpinan PSSI. Tagline "sepak bola seharusnya diurus oleh orang yang mengerti bola", ternyata tidak berlaku di tubuh federasi sepak bola Indonesia. Sangat terlihat beberapa orang yang terpilih menjadi Exco PSSI orang yang baru di dunia sepak bola. Belum pernah ditemukan jejak digital mereka berbicara tentang sepak bola Indonesia selama ini. Bagaimana mungkin orang-orang yang seperti ini diharapkan mampu memperbaiki sepak bola nasional?" tegasnya.
Baca halaman berikutnya ya Bolaneters
Exco di Mata Rudi
Lima dari 12 exco PSSI adalah petahanan. Kelimanya adalah Yoyok Sukawi, Dirk Soplanit, Juni Rahman, Yunus Nusi, dan Pieter Tanuri.
"Beberapa exco PSSI yang terpilih juga terlihat orang-orang dari pengurus lama atau muka-muka lama. Mereka telah menunjukkan kegagalan dalam mengurus federasi sepak bola Indonesia, tapi masih ngotot ingin berkiprah di federasi sepak bola kembali. Di antara mereka malah terindikasi kuat terlibat dalam drama pengaturan skor pertandingan. Bagaimana mungkin orang-orang dengan reputasi jeblok seperti mereka bisa diharapkan mampu meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia?" tutur Rudi.
"Belum lagi adanya konflik kepentingan. Di antara exco yang terpilih ternyata merupakan pemilik atau pengurus klub sepak bola. Bagaimana mungkin seorang regulator dalam genggaman satu tangan dengan objek regulasi, atau wasit sekaligus merangkap pemain?" tambahnya.
Soroti Voters
Rudi juga menyayangkan voters PSSI masih memilih orang-orang lama di sepak bola nasional. Pasalnya, masa depan PSSI ada di tangan voters.
"Kalau ditelisik secara lebih rinci, asal-muasal kekisruhan yang terjadi dalam tubuh PSSI adalah kurang teguhnya para voter PSSI. Mereka tidak mempunyai kemauan untuk berubah. Alasan pragmatisme uang, main aman dan ketakutan ditekan adalah alasan klise yang selalu digaungkan oleh para voter. Mereka tidak punya nyali untuk melawan praktik uang haram dan kuatnya tekanan. Tindakan pengecut mereka secara tidak langsung telah mengkhianati masyarakat sepak bola Indonesia," kata Rudi.
"Dengan fenomena dan rentetan peristiwa yang terjadi, masihkah kita berharap kepada PSSI dengan pengurus baru? Secara pribadi saya sudah tidak punya harapan lagi. Kapasitas, kapabilitas dan rekam jejak para pengurus federasi sepak bola Indonesia yang baru sangat tidak bisa diharapkan memperbaiki tata kelola persepakbolaan nasional. Masa depan persepakbolaan Indonesia telah disuramkan oleh para pemangku kepentingannya sendiri. Mudah- mudahan saya salah. Alhasil, sepak bola Indonesia masih tetap tidak berubah, penuh drama adu dana dan adu kuasa tanpa akhir cerita," imbuhnya.
(Bola.net/Fitri Apriani)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSSI akan Gelar Rapat Exco untuk Bahas Nasib Simon
Tim Nasional 4 November 2019, 23:45
-
Iwan Bule Ingin PSSI Punya Kantor Sendiri
Bola Indonesia 4 November 2019, 22:04
-
Ini Pendapat Arema Soal PR Kepengurusan PSSI Anyar
Bola Indonesia 4 November 2019, 22:00
-
Kepengurusan PSSI Anyar Terpilih, Arema Optimistis Sepak Bola Indonesia Lebih Baik
Bola Indonesia 4 November 2019, 20:25
LATEST UPDATE
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
-
Manchester United Catat Kerugian Transfer Terbesar di Eropa
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:41
-
Raphinha Dipanggil Timnas Brasil, Barcelona Kembali Khawatir
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:33
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
-
Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:24
-
Arda Guler Bikin Jose Mourinho Sulit Mencadangkannya Lagi
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:51
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





















KOMENTAR