Ini Perbedaan Manajer dan Pelatih yang jadi Polemik di Balik Pemecatan Ruben Amorim dari Manchester United

Ini Perbedaan Manajer dan Pelatih yang jadi Polemik di Balik Pemecatan Ruben Amorim dari Manchester United
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Pemecatan Ruben Amorim dari Manchester United bukan hanya soal hasil buruk di lapangan. Ada persoalan mendasar yang ikut memperkeruh situasi, yakni perbedaan tafsir soal peran dan kewenangan antara pelatih dan manajer.

Isu itu mencuat ke ruang publik saat Amorim berbicara keras dalam sesi jumpa pers usai laga melawan Leeds United. Ia menegaskan datang ke Old Trafford sebagai manajer, bukan sekadar pelatih.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena sejak awal Manchester United memperkenalkan Amorim dengan status pelatih kepala. Perbedaan istilah ini ternyata membawa konsekuensi struktural.

Di sinilah polemik bermula. Ketika definisi peran tak sejalan, konflik kepentingan pun sulit dihindari dan akhirnya berujung pada pemecatan.

1 dari 4 halaman

Status Pelatih Kepala yang Sejak Awal Mengikat

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, seusai pertandingan Liga Inggris melawan West Ham di Old Trafford, Minggu (11/5/2025). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, seusai pertandingan Liga Inggris melawan West Ham di Old Trafford, Minggu (11/5/2025). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Ketika Manchester United merekrut Ruben Amorim pada 1 November 2024, menurut BBC Sport, statusnya adalah pelatih kepala. Status itu bukan sekadar istilah, akan tetapi terkait dengan tugas.

Dalam struktur tersebut, peran teknis dan taktis menjadi fokus utama. Urusan perekrutan pemain dan arah kebijakan klub berada di tangan departemen lain.

Masalah muncul ketika Amorim merasa ruang geraknya terlalu dibatasi. Ia menilai perannya tidak sesuai dengan ekspektasi seorang manajer yang mengendalikan tim secara utuh.

Perbedaan pandangan ini kian terasa di tengah performa yang menurun. Sebelum dipecat, Amorim hanya memenangkan satu dari lima laga terakhir di Premier League.

2 dari 4 halaman

Pernyataan Publik yang Mempercepat Krisis

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim bereaksi dari pinggir lapangan pada laga Liga Inggris melawan Wolves, 31 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Dave Thompson

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim bereaksi dari pinggir lapangan pada laga Liga Inggris melawan Wolves, 31 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Dave Thompson

Ketegangan memuncak setelah hasil imbang melawan Leeds. Amorim secara terbuka menegaskan posisi yang ia yakini selama ini.

"Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya datang ke sini untuk menjadi manajer, bukan untuk menjadi pelatih," kata Amorim dikutip dari BBC Sport.

Pernyataan itu dinilai sebagai kritik langsung terhadap struktur klub. Bagi manajemen, hal tersebut dianggap melampaui batas komunikasi internal.

Statistik juga tidak membantunya. Amorim menutup masa baktinya dengan 24 kemenangan, 18 imbang, dan 21 kekalahan dari 63 laga, dengan persentase kemenangan 38,1 persen.

3 dari 4 halaman

Manajer vs Pelatih: Perbedaan yang Tak Sepele

Ruben Amorim dalam laga Premier League antara Manchester United vs Bournemouth, Selasa (16/12/2025). (c) AP Photo/Jon Super

Ruben Amorim dalam laga Premier League antara Manchester United vs Bournemouth, Selasa (16/12/2025). (c) AP Photo/Jon Super

Manajer dan pelatih kepala memiliki cakupan kerja yang berbeda di sepak bola modern. Hal ini ditegaskan oleh pelatih UEFA, Pedro Mendonca.

"Perbedaan utama antara pelatih dan manajer adalah bahwa fokus utama pelatih kepala selalu pada tim, dalam permainan, mengembangkan aspek taktis dan teknis permainan," kata Pedro kepada Football Now.

"Manajer lebih fokus pada pengembangan tim. Mengembangkan aspek pelatihan, tetapi juga fasilitas, proses pencarian bakat, dan negosiasi dengan para pemain," jelas Pedro.

Dalam konteks Manchester United, perbedaan inilah yang tak pernah benar-benar diselaraskan. Amorim merasa dirinya manajer, sementara klub memperlakukannya sebagai pelatih kepala. Sebuah polemik istilah yang akhirnya berujung pada perpisahan.

Sumber: BBC Sport, Euro News


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL