Tudingan Miring! Ruben Amorim Sengaja Cari Pemecatan demi Kompensasi Besar dari Man United?

Tudingan Miring! Ruben Amorim Sengaja Cari Pemecatan demi Kompensasi Besar dari Man United?
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, seusai pertandingan Liga Inggris melawan West Ham di Old Trafford, Minggu (11/5/2025). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Bola.net - Pemecatan Ruben Amorim dari Manchester United menyisakan polemik baru yang melampaui soal hasil di lapangan. Keputusan klub mengakhiri kerja sama itu datang hanya sehari setelah sang pelatih melontarkan komentar keras di hadapan publik.

Pernyataan tersebut disampaikan Amorim usai hasil imbang melawan Leeds United, ketika ia secara terbuka menyuarakan ketidakpuasan terhadap perannya di klub dan dugaan kurangnya dukungan dari internal manajemen.

Situasi ini memicu spekulasi luas, termasuk tudingan bahwa Amorim sejak awal sudah memperhitungkan konsekuensi dari kata-katanya. Salah satu suara paling keras datang dari Simon Jordan, yang menilai ada motif finansial di balik sikap pelatih asal Portugal itu.

1 dari 3 halaman

Pemecatan Resmi dan Latar Belakang Pernyataan Amorim

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim. (c) AP Photo/Dave Thompson

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim. (c) AP Photo/Dave Thompson

Manchester United mengonfirmasi pada Senin pagi bahwa Ruben Amorim telah dilepas dari jabatannya dengan efek langsung. Keputusan itu diambil tak lama setelah pernyataan sang pelatih yang menuai perhatian besar.

Dalam konferensi pers seusai laga di Elland Road, Amorim secara terbuka meminta agar dirinya disebut sebagai “manajer”, bukan “kepala pelatih”. Ia juga mendesak petinggi klub untuk membiarkannya bekerja tanpa campur tangan.

Menurut laporan, kemarahan Amorim dipicu oleh rasa kurangnya dukungan, yang juga berkaitan dengan perselisihan internal mengenai target transfer. Pernyataan publik itu kemudian menjadi pemicu utama keputusan klub.

2 dari 3 halaman

Simon Jordan Nilai Sikap Amorim Tidak Profesional

Menanggapi pemecatan tersebut di talkSPORT, Simon Jordan menyebut komentar Amorim memiliki pola yang mengarah pada keinginan untuk dipecat. Ia membandingkan situasi ini dengan kasus Enzo Maresca yang sebelumnya didepak Chelsea setelah konferensi pers bernada serupa.

“Saya mendengarkan Amorim kemarin dan juga mendengarkan Enzo Maresca, dan saya tidak merasa apa yang ia katakan itu terlalu kontroversial,” ujar Jordan.

“Ia sedang menyampaikan pandangannya tentang peran apa yang menurutnya harus ia miliki, tetapi meminta orang lain untuk melakukan tugasnya bukan hal yang sama dengan mengatakan bahwa ia mengalami 48 jam terburuk dalam hidupnya dan tidak mendapat dukungan.”

Jordan kemudian menilai cara penyampaian Amorim tetap bermasalah. “Jadi saya melihatnya sebagai sesuatu yang sangat tidak profesional, dan itulah yang terlalu sering ditunjukkan para manajer akhir-akhir ini. Saya juga menganggap Maresca tidak profesional.”

3 dari 3 halaman

Dugaan Motif Finansial di Balik Pernyataan Publik

Menurut Jordan, komunikasi melalui media untuk menyampaikan keluhan internal adalah tindakan yang keliru. Ia menilai standar yang sama seharusnya berlaku bagi pelatih maupun pemain.

“Gagasan bahwa Anda bisa berkomunikasi dengan orang-orang yang mempekerjakan Anda melalui media adalah hal yang tidak profesional,” katanya. “Anda tentu tidak ingin pemain keluar dan mengatakan hal buruk tentang Anda sebagai manajer.”

Ia mempertanyakan tujuan di balik bahasa yang digunakan Amorim dalam konferensi pers tersebut. “Ketika saya mendengarkannya, saya berpikir: ke mana arah pembicaraan ini, apa poinnya, dan apa yang ingin dicapai?”

Jordan lalu menyimpulkan dengan asumsi paling keras. “Saya berasumsi apa yang ia coba capai adalah dipecat dan dibayar. Saya berasumsi itulah hasil yang ia inginkan. Saya tidak bisa melihat cara lain jika melihat bahasa yang ia gunakan.”

Laporan The Athletic menyebut Manchester United harus membayar penuh sisa kontrak Amorim karena tidak ada klausul pemutusan yang memungkinkan pengakhiran dengan biaya lebih rendah.

Kontrak tersebut sejatinya berlaku hingga musim panas 2027, dengan opsi perpanjangan satu tahun, sehingga pemecatan dini ini berujung pada kompensasi besar bagi Amorim.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL