
Bola.net - Menjadi pelatih Persib Bandung ibarat duduk di kursi panas. Sebab, ada tekanan besar dari pihak suporter maupun manajemen. Tidak jarang pelatih memutuskan mundur sebelum kontraknya habis.
Persib merupakan klub yang selalu mendapat sorotan dalam setiap langkahnya. Mulai ketika merekrut pemain, hingga menjalani kompetisi.
Ketika performa tim apik, suporter akan memberikan pujian setinggi langit. Namun, ketika penampilan tim buruk, suporter akan memberikan kritik keras. Hal itu wajar karena mereka sudah totalitas dalam mendukung tim, baik di kandang maupun tandang.
Dalam perjalanan tim Maung Bandung sejak dulu, beberapa pelatih terpaksa harus mundur karena tidak tahan dengan tekanan.
Selain tekanan bobotoh, pelatih juga mundur karena tekanan dari manajemen lantaran tidak mampu menaikkan performa tim atau berbagai alasan lainnya.
Berikut pelatih-pelatih Persib Bandung yang mundur di tengah jalan lantaran mendapat tekanan.
Risnandar Soendoro

Sosok Risnandar merupakan pemain Persib Bandung yang terkenal pada era perserikatan. Meski tidak pernah membawa Persib juara, Risnandar pernah menjadi pemain terbaik pada tahun 1973.
Dengan prestasinya itu, Risnandar pun mendapat kepercayaan menjadi pelatih Persib pada tahun 2006 dengan asisten Encas Tonif dan Dedi Sutendi. Sayangnya, dalam menapaki sebagai pelatih, Risnandar dituntut mundur oleh bobotoh, tepatnya pada 19 Januari 2006.
Desakan bobotoh itu disebabkan Persib mengalami kekalahan dua kali di kandang sendiri, salah satunya saat kalah oleh Persijap Jepara di Stadion Siliwangi, Bandung.
Akibat kekalahan tersebut, ribuan bobotoh pun menyemut di depan Stadion Siliwangi Bandung dan menutup akses keluar bus yang membawa rombongan pemain dan pelatih.
Mereka menuntut tim pelatih untuk mundur. Desakan bobotoh tersebut terus menggema hingga membuat aparat menggunakan rantis untuk mengeluarkan tim dari stadion.
Bahkan, manajer Persib Bandung saat itu, Yossi Irianto turun tangan menenangkan bobotoh. Yossi pun akhirnya mengabulkan permintaan bobotoh untuk melengserkan Risnandar setelah melalui perdebatan panjang.
Setelah manajemen menghentikan Risnandar, dua asisten pelatihnya Encas Tonif dan Dedi Sutendi juga ikut mundur.
Arcan Iurie
Pelatih kelahiran Moldova ini mundur dari Persib Bandung setelah mengalami kekalahan dari Sriwijaya FC pada 27 November 2007. Sebelumnya, Persib pun mengalami kekalahan dua kali beruntun.
Arcan Iurie mampu membawa Persib juara paruh musim. Sayangnya, saat memasuki putaran dua, posisi Persib melorot. Karena tidak mampu mengangkat performa tim, Arcan Iurie pamit.
Jaya Hartono

Jaya Hartono diangkat jadi pelatih Persib Bandung pada tahun 2008. Ia mendapat kepercayaan hingga tahun 2010. Jaya menyatakan mundur melalui surat yang diajukan ke manajemen.
Jaya mundur sebelum Persib bertolak ke Karawang untuk menghadapi Persita Tangerang pada laga Piala Indonesia. Ia mengumpulkan tim dan ofisial lalu meminta maaf atas keputusannya itu.
Mundurnya Jaya kabarnya karena mendapat tekanan dari manajemen.
Daniel Darko Janackovic
Pelatih asal Prancis kelahiran Serbia ini hanya menangani Persib Bandung beberapa bulan. Ia dipecat dari kursi pelatih dan digantikan oleh asisten bawaannya, Jovo Jucovic.
Darko Janackovic didepak oleh manajemen Persib karena sebelumnya dikabarkan terlibat perseteruan dengan tim. Manajemen pun ragu dengan kemampuan Darko meski Persib belum berlaga pada laga resmi.
Pelatih asal Prancis kelahiran Serbia ini hanya menangani Persib Bandung beberapa bulan. Ia dipecat dari kursi pelatih dan digantikan oleh asisten bawaannya, Jovo Jucovic.
Darko Janackovic didepak oleh manajemen Persib karena sebelumnya dikabarkan terlibat perseteruan dengan tim. Manajemen pun ragu dengan kemampuan Darko meski Persib belum berlaga pada laga resmi.
Dejan Antonic

Pelatih asal Serbia ini mundur karena tekanan bobotoh, terutama setelah mengalami kekalahan dari Bhayangkara FC, 1-4 pada ajang Indonesia Soccer Championship 2016.
Akibat kekalahan itu, Dejan pun mendapat umpatan dari bobotoh baik secara langsung maupun lewat media sosial. Akibat tekanan bobotoh, Dejan pun memutuskan mundur sebagai pelatih Persib.
Djadjang Nurdjaman

Pelatih yang akrab disapa Djanur ini harus memutuskan mundur pada pertengahan 2017. Desakan dan cacian bobotoh menjadi alasan Djanur mundur meski sudah membawa Persib juara ISL 2014 dan juara Piala Presiden 2015.
Saat itu, posisi tim Maung Bandung merosot ke urutan 11. Aibatnya, bobotoh pun meneriakk djanurout. Kritikan pedas dan tajam terhadap terdengar sampai ke keluarganya.
Sejak saat itu, Djanur pun memutuskan mundur setelah didesak keluarga akibat caci maki bobotoh lewat media sosial setelah Persib kalah dari Bhayangkara FC (0-2).
Disadur dari Bola.com - 20 Mei 2020 - Penulis: Erwin Snaz/Editor: Wiwig Prayugi
Baca Ini Juga:
- Michael Essien Cerita Detik-detik Gabung Real Madrid: Saya Teriak Seperti Orang Gila!
- Kangen Nonton Persib, Ridwan Kamil Ajak Bobotoh Disiplin Agar COVID-19 Cepat Usai
- Pelatih Persib Kenang Momen Spesial Bersama Legenda Belanda dan Barcelona, Johan Cruyff
- Michael Essien Kenang Fanatisme Suporter Persib Bandung
- Cerita Atep Tentang Ngabuburit dan Rencana Tidak Mudik
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Bournemouth vs Tottenham 8 Januari 2026
Liga Inggris 7 Januari 2026, 11:23
-
Visi Darren Fletcher untuk Manchester United: Kembalikan DNA Setan Merah!
Liga Inggris 7 Januari 2026, 10:50
-
Dipercaya Jadi Caretaker MU, Darren Fletcher: Ini Beneran Kan?
Liga Inggris 7 Januari 2026, 10:27
-
Burnley vs MU: Kobbie Mainoo Bisa Comeback?
Liga Inggris 7 Januari 2026, 10:16
-
Manchester United dan Ole Gunnar Solskjaer Semakin Dekat untuk Balikan
Liga Inggris 7 Januari 2026, 10:02
-
BRI Super League: Ze Valente Mencapai Tonggak Penting 100 Laga
Bola Indonesia 7 Januari 2026, 09:56
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40




















KOMENTAR