Bola.net - Sesi berlatih Persebaya di Stadion Gelora 10 November, Rabu (8/1) pagi ini gagal. Untuk kedua kalinya Persebaya dilarang menggunakan Gelora 10 November sebagai tempat berlatih. Hingga saat ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) belum memberikan keterangan resmi terkait hal ini.
Rencananya tim Persebaya memang menggunakan Gelora 10 November sebagai tempat berlatih, Rabu pagi. Hanya saja, ketika tim sudah tiba di stadion sekitar pukul 09.00, mereka tidak bisa masuk ke kapangan.
Sebab, pintu stadion sudah terkunci rapat. Bahkan, tak ada satu pun petugas di lingkungan stadion yang berani membuka pintu untuk Persebaya dengan alasan sudah mendapat amanat dari Dispora Surabaya.
Akhirnya tim kembali ke mess yang terletak di Dukuh Menanggal dan menggelar latihan di Lapangan Nanggala. Apa yang dialami Persebaya merupakan kali kedua dalam kurun waktu tiga hari. Sebelumnya, Senin (6/1) lalu, Persebaya juga dilarang menggunakan stadion ini.
Asisten manajer Persebaya, Amran Said Ali ketika dikonfirmasi mengaku heran dengan sikap Dispora Surabaya yang terkesan plin-plan. Sebab, menurut Amran, berdasarkan pertemuan, Senin lalu, Persebaya sebenarnya sudah diperbolehkan menggunakan Gelora 10 November.
"Tapi sekarang kita mau latihan malah lapangannya dikunci. Saya heran dengan sikap mereka. Kok bisa berubah lagi," tutur Amran.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Dispora terkait insiden, Rabu pagi tadi. Kadispora Surabaya, Hidayat Syah ketika dihubungi wartawan, baik melalui sambungan telepon maupun pesan pendek, jua tak merespon. [initial]
(faw/pra)
Rencananya tim Persebaya memang menggunakan Gelora 10 November sebagai tempat berlatih, Rabu pagi. Hanya saja, ketika tim sudah tiba di stadion sekitar pukul 09.00, mereka tidak bisa masuk ke kapangan.
Sebab, pintu stadion sudah terkunci rapat. Bahkan, tak ada satu pun petugas di lingkungan stadion yang berani membuka pintu untuk Persebaya dengan alasan sudah mendapat amanat dari Dispora Surabaya.
Akhirnya tim kembali ke mess yang terletak di Dukuh Menanggal dan menggelar latihan di Lapangan Nanggala. Apa yang dialami Persebaya merupakan kali kedua dalam kurun waktu tiga hari. Sebelumnya, Senin (6/1) lalu, Persebaya juga dilarang menggunakan stadion ini.
Asisten manajer Persebaya, Amran Said Ali ketika dikonfirmasi mengaku heran dengan sikap Dispora Surabaya yang terkesan plin-plan. Sebab, menurut Amran, berdasarkan pertemuan, Senin lalu, Persebaya sebenarnya sudah diperbolehkan menggunakan Gelora 10 November.
"Tapi sekarang kita mau latihan malah lapangannya dikunci. Saya heran dengan sikap mereka. Kok bisa berubah lagi," tutur Amran.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Dispora terkait insiden, Rabu pagi tadi. Kadispora Surabaya, Hidayat Syah ketika dihubungi wartawan, baik melalui sambungan telepon maupun pesan pendek, jua tak merespon. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PT LI Beber Pembagian Dana Kontribusi Komersial Klub
Bola Indonesia 8 Januari 2014, 22:28
-
Exco PSSI Pastikan Posisi Joko Driyono Tak Melanggar Statuta
Bola Indonesia 8 Januari 2014, 21:55
-
PT Liga Indonesia Siapkan Subsidi 3 Miliar Untuk Kontestan ISL
Bola Indonesia 8 Januari 2014, 21:29
-
Sriwijaya FC Diperkuat Striker Bosnia di Inter Island Cup
Bola Indonesia 8 Januari 2014, 20:57
-
Jokdri: Tugas CEO PT LI dan Sekjen PSSI Tak Akan Bentrok
Bola Indonesia 8 Januari 2014, 20:22
LATEST UPDATE
-
Link Live Streaming BRI Super League: Persib vs Persijap
Bola Indonesia 23 Mei 2026, 14:01
-
George Russell Kuasai Kualifikasi Sprint Formula 1 GP Kanada 2026
Otomotif 23 Mei 2026, 12:48
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25

























KOMENTAR