
"Bagi kami, permohonan maaf manajemen Arema, adalah langkah maju bagi sepakbola Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya," ujar Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu, Ziaul Haq.
"Sebagai bagian dari manajemen klub, yang salah satu aset kami mengalami kerusakan, kami menerima permintaan maaf manajemen Arema. Itu adalah bentuk tanggungjawab besar dari manajemen Arema," sambungnya.
Ziaul Haq menyebut, sebelumnya, manajemen Madura United memang sempat meminta tanggungjawab manajemen Arema Cronus. Namun, ini lebih pada ketidaknyamanan Laskar Sape Kerap sebagai tim tamu.
"Untuk kerusakan mobil tim pelatih, kami tidak pernah meminta ganti rugi, karena memang akan diperbaiki sendiri," tuturnya.
Sementara itu, terkait gesekan antar suporter, Ziaul Haq mengungkapkan solusinya. Menurutnya, komunikasi antar suporter harus diperbaiki.
"Rivalitas selama 90 menit tersebut jangan sampai berimbas ke ranah yang lebih besar di luar lapangan. Kami berharap ke depannya, setiap tim masuk ke stadion dengan cara baik-baik tanpa harus merasakan teror seperti naik rantis," katanya. [initial] (den/asa)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Madura United Sambut Positif Permintaan Maaf Arema Cronus
Bola Indonesia 5 September 2016, 20:42
-
Arema Cronus Resmi Minta Maaf ke Madura United
Bola Indonesia 5 September 2016, 20:33
-
Tak Mau Ambil Pusing Insiden Suporter, Fabiano Fokus Pertandingan
Bola Indonesia 3 September 2016, 20:28
-
Bus Suporter Madura United Dilempari Batu, Pablo Rodrigues Prihatin
Bola Indonesia 3 September 2016, 18:25
-
Curahan Hati Presiden Madura United Terkait Serangan di Malang
Bola Indonesia 3 September 2016, 16:41
LATEST UPDATE
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13

























KOMENTAR