
Bola.net - Sebuah ajakan diungkapkan General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, terkait pandemi Corona, yang membuat kompetisi mandek dan sepak bola Indonesia mati suri. Ruddy berharap agar seluruh stakeholder sepak bola Indonesia tak menyerah begitu saja dari pandemi ini.
"Kita tak boleh menyerah. Salah satu caranya adalah mengubah pola pikir kita agar bisa hidup berdampingan dengan Corona ini," ucap Ruddy Widodo, pada Bola.net.
"Hidup berdampingan bukanlah menyerah. Menyerah, menurut saya, justru adalah tak melakukan apa pun untuk bisa melanjutkan kehidupan dalam pandemi ini," sambungnya.
Menurut Ruddy, sejauh ini belum diketahui apakah pandemi Corona ini bakal berakhir. Jika pun berakhir, sambung manajer berusia 48 tahun ini, belum diketahui secara pasti kapan tuntasnya.
"Nggak mungkin kan kita menunggu sesuatu yang belum pasti? Karenanya, kita harus bisa beradaptasi. Salah satunya dengan pola new normal, seperti yang dicanangkan pemerintah," tuturnya.
"Dalam konteks sepak bola, ya kita juga harus mulai mencari jalan new normal. Nggak mungkin kompetisi mandek tanpa ada kejelasan kapan akan dimulai. Bukan hanya klub, banyak pihak yang kehidupannya tergantung pada sepak bola," Ruddy menambahkan.
Sebelumnya, Arema menjadi salah satu klub yang mendukung ide bahwa kompetisi musim 2020 harus dilanjutkan kembali. Ide ini kembali ditegaskan klub berlogo singa mengepal tersebut pada rapat virtual antara PSSI dan klub-klub peserta kompetisi Shopee Liga 1 musim 2020, Selasa (02/06).
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Protokol Kesehatan Kuncinya
Ruddy mengaku paham ada sejumlah pihak yang masih dicekam rasa takut, bahkan sampai terjerat fobia, terhadap pandemi ini. Namun, ia berharap agar semua orang bisa mengubah pola pikir mereka dan bersiap untuk keadaan kelaziman baru (new normal).
Menurut Ruddy, ada hal soal berkompetisi di tengah pandemi ini memang bukan hal mudah. Namun, ia menyebut bahwa ada sejumlah upaya yang bisa dilakukan untuk memperkecil risiko penularan virus Corona.
"Kan ada yang namanya protokol kesehatan. Ini yang harus disusun. Setelahnya, tentu saja protokol ini harus dipatuhi tanpa ditawar-tawar lagi," tegas Ruddy.
"Kalau kita semua mau mengubah pola pikir, pola kehidupan, dan punya komitmen kuat mematuhi protokol yang ada, insyaallah risikonya bisa diminimalisir," ia menandaskan.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arema FC Tak Permasalahkan Kompetisi Musim 2020 Tanpa Degradasi
Bola Indonesia 2 Juni 2020, 21:37
-
Dana Komersial Disebut Bakal Naik, Ini Tanggapan Arema FC
Bola Indonesia 2 Juni 2020, 21:34
-
Arema Dukung Rencana Kompetisi Digulirkan Lagi Mulai September
Bola Indonesia 2 Juni 2020, 20:15
LATEST UPDATE
-
Daftar Pelatih yang Sudah Dipecat pada Musim 2025/2026
Liga Inggris 5 Januari 2026, 18:15
-
Terungkap, Ini Ketegangan di Balik Layar Sebelum Man Utd Pecat Ruben Amorim
Liga Inggris 5 Januari 2026, 18:01
-
Usai Pecat Ruben Amorim, MU Tidak Buru-buru Cari Manajer Baru?
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:55
-
Rekam Jejak Ruben Amorim Dipecat Man United: Hanya 24 Kemenangan dari 63 Laga
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:45
-
Pernyataan Lengkap Manchester United Soal Pemecatan Ruben Amorim
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:39
-
Ruben Amorim Dipecat, Siapa Pelatih Man United Sekarang?
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:33
-
Perubahan Gaya Main Liverpool di Era Arne Slot Jadi Bumerang di Anfield
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:27
-
Daftar Pemain Voli Putri Jakarta Electric PLN Mobile di Proliga 2026
Voli 5 Januari 2026, 17:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40



















KOMENTAR