Bola.net - General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, membeber analisanya terkait penyebab maraknya match fixing di sepak bola Indonesia, yang kembali ramai diperbincangkan belakangan ini. Menurutnya, salah satu penyebab maraknya praktik lancung tersebut adalah masalah finansial yang masih kerap terjadi di sepak bola Indonesia.
"Memang tidak semua. Namun, biasanya bisikan setan datang pada tim-tim yang sedang goyang," ujar Ruddy Widodo, kala ditemui Bola.net di Stadion Kanjuruhan Malang, Kamis (29/11).
"Namun, kita juga tidak bisa menyamaratakan bahwa pemain yang klubnya bermasalah pasti 'masuk angin'," sambungnya.
Ruddy mencontohkan para penggawa Arema sendiri. Menurut manajer berusia 47 tahun tersebut, kendati beberapa musim lalu sempat mengalami masalah keuangan, tak ada satu pun pemainnya yang sampai terbujuk berlaku culas.
"Alhamdulillah, saya yakin dan terbukti tidak ada pemain kami yang sampai 'masuk angin'," tuturnya.
Sebelumnya, bahasan match fixing di sepak bola Indonesia mengemuka setelah kembali dibahas di salah satu program televisi swasta, Rabu (28/11) kemarin. Salah seorang narasumber acara tersebut, Bambang Suryo -yang merupakan mantan runner pengatur pertandingan-menyebut bahwa saat ini para pengatur pertandingan masih bebas beraksi di sepak bola Indonesia.
Pada Bola.net, BS -sapaan karib Bambang Suryo- menyebut bahwa tak hanya 'pemain' lokal saja yang terlibat dalam pengaturan skor. Tindakan lancung ini juga dilakukan para 'pemain' asing.
Lebih lanjut, kendati belum sampai kejadian, Ruddy mengaku telah mengantisipasi bujukan para pengatur pertandingan pada anak asuhnya. Pria asal Madiun ini bahkan telah memiliki resep untuk memperkecil peluang para pengatur pertandingan mendekati para pemainnya.
"Apa yang menjadi kewajiban klub dan hak pemain dipenuhi sebaik mungkin. Misal masalah gaji atau bonus kita penuhi," kata Ruddy.
"Selain itu, pada saat TC atau briefing kami selalu tekankan pada pemain bahwa kejujuran di atas segalanya. Yang didapat dari hal-hal macam itu (match fixing, red) tidak akan berkah," ia menandaskan.
Video Menarik
Chelsea pernah membuat kesalahan mendatangkan para pemain ini, siapa saja mereka?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sekjen PSSI: Saya Tidak Kenal Vigit Waluyo
Bola Indonesia 30 November 2018, 21:49
-
Berantas Match Fixing, PSSI Nantikan Kolaborasi Dengan Kemenpora
Bola Indonesia 30 November 2018, 19:27
-
Sekjen PSSI Sebut Kasus Hidayat Segera Ditindak Komdis
Bola Indonesia 30 November 2018, 19:19
-
Tersangkut Kasus Pengaturan Skor, Hidayat Ingin Segera Disidang
Bola Indonesia 30 November 2018, 08:30
-
Ternyata, Edy Rahmayadi Sudah Pernah Minta Mundur dari PSSI
Bola Indonesia 30 November 2018, 08:00
LATEST UPDATE
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Michael Carrick Girang Kobbie Mainoo Sudah Pulih, Tapi Prihatin dengan Kondisi Sesko
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:40
-
Michael Carrick Benarkan Sudah Berdamai dengan Bruno Fernandes
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:30
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





















KOMENTAR