Bola.net - Pelatih Kiper Arema FC, Yanuar Hermansyah, angkat bicara soal kebutuhan anak asuhnya agar bisa kian matang. Menurutnya, hal terpenting yang diperlukan Kurniawan Kartika Ajie dan kawan-kawan untuk bisa berkembang adalah waktu untuk berproses.
"Sebetulnya, tidak ada kesulitan dalam menjadikan mereka lebih baik. Secara kualitas, mereka semua sudah punya dasar yang sangat baik," ucap Yanuar.
"Namun, semua kan perlu waktu untuk berproses. Tidak ada hal yang secara instan bisa dilakukan. Proses ini pun harus melalui pertandingan. Inilah yang membuat mereka bisa matang," sambungnya.
Penampilan para penjaga gawang Arema FC pada musim ini mendapat sorotan. Pada awal musim ini, gawang Arema terlihat sangat mudah kebobolan. Dalam tiga pertandingan, gawang mereka sudah tujuh kali bobol.
Dari tujuh gol yang bersarang ke gawang Arema, lima di antaranya terjadi ketika Ajie bertugas. Sementara, dua gol lainnya tercipta ke gawang Utam Rusdiyana.
Lima gol yang bersarang ke gawang Ajie terjadi dalam dua pertandingan. Pada laga pertama, kontra PSS Sleman, gawang Ajie bobol tiga gol. Kemudian, pada laga kedua, kontra Borneo FC, ia dua kali harus memungut bola dari gawangnya. Sementara, dua gol ke gawang Utam terjadi pada laga kontra Persela Lamongan.
Bagaimana perkembangan para penjaga gawang Arema sejauh ini? Simak penilaian Yanuar di bawah ini.
Sudah Berkembang Dibanding Musim Lalu
Yanuar mengaku tak terlalu risau dengan perkembangan anak asuhnya. Menurut pelatih yang karib disapa Begal tersebut, para penjaga gawang Arema FC dinilai sudah menunjukkan perkembangan pesat dibanding musim lalu.
"Tentu sudah ada perkembangan pesat, terutama dibanding dengan musim lalu," kata Begal.
"Pada hal pengambilan keputusan misalnya. Musim lalu, mereka masih kerap ragu mengambil keputusan. Sementara, musim ini, mereka sudah berani dalam mengambil keputusan," sambungnya.
Beber Penyebab Mudah Kebobolan
Begal pun membeber alasan di balik mudahnya gawang Arema bobol. Menurutnya, petaka ini bukan semata kesalahan anak asuhnya.
"Publik juga harus fair dalam menilai. Jangan cuma dilihat bagian per bagian saja. Harusnya dilihat juga proses terjadinya gol ini terjadi baru bisa memberi penilaian yang lebih menyeluruh," tutur pelatih berusia 55 tahun tersebut.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arema Menafikan Motivasi Lebih PS TIRA Persikabo
Bola Indonesia 24 Juni 2019, 23:46
-
Pelatih Arema FC Menilai Kompetisi Musim Ini Bak Sebuah Pertempuran
Bola Indonesia 24 Juni 2019, 22:12
-
Para Kiper Arema FC Perlu Waktu Berproses
Bola Indonesia 24 Juni 2019, 12:39
-
Kuncoro Beber Ciri Khas Permainan Pelatih PS TIRA Persikabo
Bola Indonesia 24 Juni 2019, 11:21
LATEST UPDATE
-
Hasil Barcelona vs Athletic Club: Pesta Gol, Blaugrana ke Final
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 05:38
-
Hasil Burnley vs Man United: Dua Gol Benjamin Sesko Warnai Debut Darren Fletcher
Liga Inggris 8 Januari 2026, 05:31
-
Hasil Napoli vs Lecce: Partenopei Selamat dari Kekalahan Setelah Tertinggal 0-2
Liga Italia 8 Januari 2026, 03:37
-
Prediksi Arsenal vs Liverpool 9 Januari 2026
Liga Inggris 8 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Milan vs Genoa 9 Januari 2026
Liga Italia 8 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Atletico Madrid vs Real Madrid 9 Januari 2026
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 02:00
-
Tempat Menonton Man City vs Brighton: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 01:09
-
Prediksi PSG vs Marseille 9 Januari 2026
Liga Eropa Lain 8 Januari 2026, 01:00
-
Tempat Menonton Fulham vs Chelsea: Jadwal Live Streaming dan Tayang di Mana?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 00:35
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
























KOMENTAR